Wahyu Setiawan Diduga Minta Ketua KPU Bahas PAW Caleg PDIP Harun Masiku
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Wahyu Setiawan Diduga Minta Ketua KPU Bahas PAW Caleg PDIP Harun Masiku

Jumat, 28 Februari 2020 | 20:16 WIB
Oleh : Fana Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) diduga pernah meminta Ketua KPU, Arief Budiman untuk membahas proses pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP, Harun Masiku. Dugaan ini menjadi salah materi yang didalami penyidik saat memeriksa Arief Budiman sebagai saksi kasus dugaan suap proses PAW Harun Masiku, Jumat (28/2/2020).

Arief diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Harun Masiku, Wahyu Setiawan, kader PDIP Saeful Bahri dan mantan anggota Bawaslu yang juga mantan caleg PDIP Agustiani Tio Fridelina.

"Penyidik mendalami keterangan saksi mengenai adanya permintaan oleh tersangka WS (Wahyu Setiawan) kepada saksi (Arief Budiman) untuk membahas mengenai pengusulan PAW dari caleg dari PDIP," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Selain itu, tim penyidik juga mencecar Arief mengenai perkenalan dan pertemuannya dengan Harun Masiku. Termasuk juga mengenai proses PAW yang diajukan PDIP ketika itu.

"Kami mendalami kembali pemeriksaan dari saksi Arief Budiman terkait dengan antara lain bagaimana adanya apakah saksi dengan tersangka HAR (Harun Masiku) apakah ada pertemuan dengan tersangka HAR pada saat itu PAW. Kemudian prosesnya seperti apa. Seputar hal-hal teknis PAW yang diajukan DPP PDIP pada saat itu," katanya.

Seusai diperiksa, Arief Budiman mengaku dicecar tim penyidik mengenai hubungan dan pertemuannya dengan Harun Masiku.
Arief mengklaim tak mengenal Harun. Namun, Arief mengakui, Harun pernah menemuinya di Kantor KPU.

"Saya nggak kenal siapa Harun Masiku ya, tapi dia pernah datang ke kantor," kata Arief usai diperiksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Saat itu, kata Arief Harun membawa mengaku pernah bertemu caleg PDIP, Harun Masiku di kantornya. Dalam pertemuan itu, Arief mengatakan, Harun membawa surat uji materi atau judical review terkait peratutan KPU soal penetapan anggota DPR terpilih.

Kepada Harun, Arief mengklaim pihaknya tetap berpegangteguh terhadap peraturan KPU. Dalam hal ini Harun Masiku tak bisa menggantikan anggota DPR terpilih Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia.

"Saya sampaikan ini nggak bisa ditindaklanjuti karena tidak sesuai dengan ketentuan UU Pemilu," katanya.

KPU berpandangan, yang pantas menggantikan Nazaruddin Kiemas adalah Riezky Aprilia sebagai calon legislatif dari PDIP yang meraih suara terbanyak setelah Nazaruddin. Namun PDIP berdasarkan fatwa MA berkeras mengajukan Harun untuk menggantikan Nazaruddin.

Menurut PDIP, sesuai surat uji materi tersebut, MA menyatakan bahwa suara caleg yang meninggal adalah milik partai. Jadi PDIP mengalokasikan suara Nazaruddin Kiemas untuk Harun Masiku dan ditolak KPU.

Saat bertemu Arief, Harun meminta KPU menjalankan fatwa MA. Namun, Arief menekankan KPU telah memutuskan menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR terpilih. Arief menyatakan surat yang dilayangkan PDIP mengenai hal tersebut pun telah direspon oleh KPU.

"Saya sudah sampaikan, kami sudah pernah menjawab surat itu," katanya.

Arief mengklaim tidak ada yang aneh mengenai pertemuannya dengan Harun di Kantor KPU. Dikatakan, setiap orang dapat datang ke KPU untuk berkonsultasi. Arief menegaskan, sebelum dan sesudah pertemuan tersebut, tidak pernah lagi bertemu dengan Harun.

"Kan setiap orang banyak yang datang ke kantor berkonsultasi, ya biasa saja itu. Saya juga nggak berpikir apa-apa waktu itu. Setelah itu ditanya (penyidik) apa ada pertemuan lagi. Ya, saya jawab nggak ada. Sekali itu saja. Dan saya sudah tegaskan memang tidak bisa ditindaklanjuti," katanya.

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan kedua yang dijalani Arief terkait kasus PAW anggota DPR. Pada pemeriksaan sebelumnya, 28 Januari 2020, Arief dicecar sekitar 22 pertanyaan.

Menurut Arief, pemeriksaan kali ini hanya melengkapi pemeriksaan sebelumnya. Arief mengaku terdapat sekitar 10 pertanyaan yang dilontarkan penyidik. Sebagian besar mengenai hubungannya dengan Harun dan Wahyu Setiawan, mantan Komisioner KPU yang juga telah menyandang status tersangka.

"Hari ini 10 pertanyaan. Tetapi lebih mendalami terkait apakah saya punya hubungan antara saya, Wahyu, dan Harun Masiku," katanya.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah 'hilang ditelan bumi'. Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali.

Pada 16 Januari Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta.

Bahkan, seorang warga mengaku melihat Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan Imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia. Meski dipastikan telah berada di Indonesia, KPK dan kepolisian hingga kini belum berhasil menangkap Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai buronan atau daftar pencarian orang (DPO).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pertikaian Oknum TNI dan Polisi di Taput Diselesaikan dengan Perdamaian

Pertikaian antara oknun TNI dan Polri terjadi di Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara. Pertikaian ini dipicu kemacetan lalulintas akibat kecelakaan tunggal truk

NASIONAL | 28 Februari 2020

Misbakhun Ingatkan BI dan OJK Antisipasi Dampak Virus Korona sesuai Karakter Wilayah

Harus ada kebijakan tepat untuk mengantisipasi efek penyebaran virus korona. Kalau salah penanganan, bisa membuat situasi makin buruk.

NASIONAL | 28 Februari 2020

GAMKI Minta Pemerintah Segera Revisi Peraturan Bersama Menteri tentang Rumah Ibadah

GAMKI mendapat keluhan dari beberapa gereja tentang sulitnya membangun rumah ibadah maupun beribadah karena mendapat penolakan dari ormas intoleran.

NASIONAL | 28 Februari 2020

Fadjroel: 1.685 Jemaah Umrah Tertahan di Negara Ketiga

Menurut Fadjroel, pemerintah Indonesia memahami kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk melakukan penghentian sementara umrah.

NASIONAL | 28 Februari 2020

Sewa Pesawat Dinilai Lebih Efisien untuk Lawatan Presiden ke AS

Pemilihan pesawat maskapai nasional bertujuan untuk penghematan anggaran dan efisiensi waktu.

NASIONAL | 28 Februari 2020

Komisi I DPR Dukung Ide Presiden Bentuk Pusat Data

Indonesia mempunyai kepastian data dalam rangka pengambilan kebijakan.

NASIONAL | 28 Februari 2020

Menko Perekonomian Beri Kuliah Umum di Seskoal

Transformasi ekonomi ke depan juga ditujukan untuk memanfaatkan bonus demografi sekaligus akselerasi status Indonesia sebagai negara maju.

NASIONAL | 28 Februari 2020

Banjir, Belasan Ribu Hektare Sawah Terancam Gagal

Banjir menggenangi 13,234 hektare sawah pada 15 kabupaten. Saat ini luas pertanaman mencapai 166,715 hektare.

NASIONAL | 28 Februari 2020

Menlu Lepas Tim Evakuasi ABK Diamond Princess

Retno mengatakan tim penjemput maupun 68 WNI yang ada di Yokohama, Jepang, dalam kondisi sehat.

NASIONAL | 28 Februari 2020

Kemlu Diharapkan Gelar Pertemuan dengan Seluruh Dubes Negara Sahabat

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) diharapkan mengadakan pertemuan dengan seluruh duta besar (dubes) negara sahabat.

NASIONAL | 28 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS