Kasus Harun Masiku, Kader PDIP Didakwa Suap Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Kasus Harun Masiku, Kader PDIP Didakwa Suap Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Kamis, 2 April 2020 | 17:09 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Kader PDIP, Saeful Bahri didakwa telah menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebesar Sin$ 57.350 atau setara sekitar Rp 600 juta. Suap ini diberikan Saeful Bahri agar Wahyu mengupayakan KPU menyetujui permohonan Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota Fraksi PDIP di DPR dari Riezky Aprilia ke Harun Masiku. Padahal, suap itu bertentangan dengan jabatan Wahyu Setiawan selaku penyelenggara negara.

"Telah melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Ferdinand Worotikan saat membacakan surat dakwaan terhadap Saeful Bahri, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Uang suap itu diberikan kepada Wahyu secara bertahap. Jaksa mengatakan, perbuatan itu dilakukan Saeful bersama-sama dengan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fridelina.

Perkara ini bermula dari adanya surat permohonan PDIP ke KPU agar suara sah dari caleg atas nama Nazaruddin Keimas yang sudah meninggal dunia dialihkan ke Harun Masiku. Surat permohonan itu diajukan berdasarkan hasil rapat pleno PDIP yang memutuskan Harun Masiku sebagai caleg yang menerima suara sah Nazaruddin Kiemas.

Padahal, Jaksa menyatakan, berdasarkan hasil rekapitulasi KPU pada 21 Mei 2019 terkait perolehan suara Caleg PDIP Dapil Sumsel 1, Harun Masiku hanya memperoleh 5.878 suara, Nazarudin Kiemas tak memperoleh suara, sedangkan suara tertinggi diperoleh Riezky Aprilia.

Lantaran tak diakomodir KPU, Harun Masiku meminta kepada Saeful agar mengupayakan dirinya dapat menggantikan Riezky Aprilia.

Dalam surat dakwaan disebutkan, pada September 2019, Saeful Bahri menghubungi Agustiani Tio Fridelina, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Wahyu. Saat itu, Saeful meminta Agustiani melobi Wahyu untuk mengusahakan agar Harun bisa menggantikan Riezky.

Dalam komunikasi itu, Saeful juga menjanjikan akan memberikan uang operasional sejumlah Rp 750 juta untuk KPU bila permohonan PAW tersebut disetujui.

Kemudian, terdapat kesepakatan bahwa uang untuk mengupayakan pelolosan Harun Masiku sebesar Rp 1,5 miliar. Penyerahan uang dilakukan bertahap yakni sebanyak Rp 400 juta, dan kemudian Rp 200 juta.

Selanjutnya, Wahyu meminta Agustina untuk mentransfer sebagian uang yang telah diterima dari Saeful dan Harun ke rekeningnya. KPK kemudian mengamankan Wahyu Setiawan dan sejumlah pihak lainnya. Saat tangkap tangan terjadi, uang yang diserahkan baru senilai Rp600 juta.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Saeful didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

MPR: Disiplin Jadi Kunci Cegah Meluasnya Covid-19

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan kedisiplinan warga masyarakat adalah kunci utama mencegah semakin berkembangnya Covid-19.

NASIONAL | 2 April 2020

Seusai Bertemu Pimpinan MPR, Gugus Tugas Covid-19 Serukan Pesan Persatuan

Semua harus mau disiplin serta bekerja sama demi segera selesainya pandemi corona.

NASIONAL | 2 April 2020

Perludem: Perppu Penundaan Pilkada Harus Segera Diterbitkan

Perludem meminta pemerintah untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait penundaan Pilkada 2020

NASIONAL | 2 April 2020

Pemkot Surabaya Mulai Terapkan PSBB

PSBB untuk percepatan penanganan virus corona atau Covid-19, diterapkan mulai Jumat (3/4/2020).

NASIONAL | 2 April 2020

Aksi Kemanusiaan Lawan Covid-19

Penyebaran Covid-19 yang semakin meluas tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Perlu dukungan semua pihak untuk bersama melawan virus mematikan ini.

NASIONAL | 2 April 2020

KPK Awasi Pengadaan Barang dan Jasa Penanganan Corona

KPK mendorong aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dan BPKP untuk turut mengawal proses pengadaan barang dan jasa terkait penanganan corona.

NASIONAL | 2 April 2020

Himpuni Gotong Royong Bantu Petugas Medis dan Masyarakat Cegah Covid-19

Pembagian masker dan cairan pembersih tangan ini merupakan bentuk kepedulian sosial anggota Himpuni yang beranggotakan 40 Organisasi alumni universitas negeri.

NASIONAL | 2 April 2020

Aktivis Medsos: Hindari Misinformasi Covid-19 yang Membuat Panik

Masyarakat harus diarahkan bahwa informasi yang diakses harus berasal dari sumber resmi.

NASIONAL | 2 April 2020

Edukasi Covid-19, KLHK Memulai Patroli Terpadu Karhutla di Sumatera

“Saya ingin kerja tim KLHK yang kontinyu dan konsisten,” kata Siti Nurbaya.

NASIONAL | 2 April 2020

Penyebaran Corona di Bogor Meningkat

Tercatat ada 24 warga di Bogor, Jawa Barat, positif corona.

NASIONAL | 2 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS