Penyidik Lengkapi Berkas Kasus ABK
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Penyidik Lengkapi Berkas Kasus ABK

Rabu, 27 Mei 2020 | 14:57 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / WM

Jakarta, Beritasatu.com —Polri belum menetapkan tersangka baru dalam kasus tindak pidana perdagangan orang dengan modus eksploitasi anak buah kapal (ABK) yang bekerja di kapal Long Xing 629.

Sebelumnya calon tersangka keempat itu adalah komisaris PT APJ yang berada di Bekasi. Komisaris itu akan dipanggil dan jika bukti cukup akan segera ditetapkan sebagai tersangka.

“Sampai saat ini belum ada tersangka baru. Penyidik masih melengkapi berkas perkara (milik tiga tersangka) dan masih mendalami saksi-saksi,” kata Kabag Penum Polri Kombes Ahmad Ramadhan melalui saluran medsos Polri Rabu (27/5/2020).

Seperti diberitakan ketiga tersangka dalam kasus ini telah ditangkap dan ditahan. Mereka adalah William Gozaly, Joni Kasiyanto, dan Ki Agus Muhammad Firdaus.

Penangkapan dilakukan pada tanggal 16 Mei 2020 disejumlah tempat berbeda. William ditangkap di Serpong, Tangerang Selatan; Kiagus ditangkap di Tegal, dan Joni ditangkap di Pemalang.

Para tersangka punya peran masing-masing. William berperan mendaftar ABK, memroses keberangkatan, dan melaporkan proses perekrutan.

Ki Agus berperan mengirim ABK untuk mengikuti pelatihan dasar dan menjelaskan soal maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama laut (PKL) atau kontrak kerja.

Sedangkan Joni berperan sebagai perekrut ABK dan menyiapkan tempat penampung dan memberangkatkan ABK ke Busan, Korea Selatan.

Kasus ini terungkap saat media Korea Selatan, MBC, merilis video yang menunjukkan penderitaan para ABK WNI itu. Dalam video itu terlihat mereka bekerja hingga 18 jam sehari dan tanpa asuransi kesehatan.

Para ABK yang bekerja selama 13 bulan itu juga mengaku hanya menerima bayaran 140.000 won atau sekitar Rp 1,7 juta. Jika dihitung per bulan, mereka hanya menerima gaji 11.000 won atau sekitar Rp 135.000.

Gambar itu diperoleh dari 14 ABK WNI lain yang selamat dan semula bekerja di kapal Long Xing 629. Mereka diturunkan dari kapal lain di pelabuhan Busan, Korea Selatan pada 23 April lalu.

Dengan didampingi staf dari KBRI Seoul, 14 orang ABK WNI itu pulang ke Tanah Air dari Korsel dan tiba Jumat (8/5/2020) kemarin. Ke 14 orang inilah yang kini diperiksa Bareskrim.

Untuk diketahui jasad ABK malang asal Indonesia yang meninggal dan lantas dilarung di tengah Samudera Pasifik itu terjadi pada Desember 2019 dan Maret 2020. Keluarga mereka menuntut keadilan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rekomendasi TII, KPK Beri Apresiasi

KPK sebagai bagian dari Timnas PK mengapresiasi rekomendasi atas hasil pemantauan Transparency International Indonesia (TII) terhadap pelaksanaan (Stranas PK)

NASIONAL | 27 Mei 2020

KPAI Dorong Pemda Buat Juknis PPDB 2020

Juknis harus sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.

NASIONAL | 27 Mei 2020

TII: Perluas Partisipasi Publik dalam Pencegahan Korupsi

ransparency International Indonesia (TII) mendorong diperluasnya partisipasi publik dalam penyusunan, pelaksanaan dan pemantauan Stranas KPK

NASIONAL | 27 Mei 2020

Tatanan New Normal Butuh Perubahan Perilaku Individu

Tatanan normal baru atau new normal tidak memberi ruang sama sekali untuk penularan Covid-19.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Pemprov Sumut Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyatakan, masa tanggap darurat diperpanjang karena penyebaran virus corona (Covid-19) masih terjadi.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Seluruh Pihak Diingatkan Bahaya Laten Komunis

Wabah Covid-19 menyita perhatian banyak pihak tanpa kecuali, sehingga tanpa disadari ada bahaya yang mengancam eksistensi NKRI.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Sebelum Putuskan New Normal, PSBB Harus Diperketat

Pemerintah diminta bersabar dan terus memperketat PSBB sampai kurva Covid-19 menurun.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Begini Cara Taiwan Terhindar dari Episentrum Covid-19

Taiwan berhasil terhindar jadi episentrum Covid-19 dengan berbekal sistem kesehatan berbasis data yang terintegrasi.

NASIONAL | 27 Mei 2020

39.976 Napi dan Anak Sudah Dibebaskan Melalui Asimilasi dan Integrasi

Kemkumham) telah mengeluarkan hampir 40.000 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi dari lapas sebagai upaya pencegahan pandemi Covid-19.

NASIONAL | 27 Mei 2020

Dinilai Belum Optimal, Sandiaga Uno: Potensi Zakat Capai Rp 270 Triliun

Sandi mendorong lembaga pengumpul zakat, infaq, dan sedekah meningkatkan pengelolaan dengan memanfaatkan teknologi dan menyesuaikan dengan kondisi kekinian.

NASIONAL | 27 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS