Bandar Narkoba Harus Ditindak Tegas dan Terukur
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-6.4)   |   COMPOSITE 4945.79 (-39.24)   |   DBX 931.257 (3.24)   |   I-GRADE 131.318 (-1.79)   |   IDX30 415.488 (-6.92)   |   IDX80 108.562 (-1.33)   |   IDXBUMN20 273.68 (-2.25)   |   IDXG30 115.596 (-1.18)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-6.96)   |   IDXQ30 121.636 (-2.04)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.19)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.2)   |   IDXV30 102.795 (-1.19)   |   INFOBANK15 787.375 (-15.3)   |   Investor33 363.773 (-5.92)   |   ISSI 144.695 (-0.44)   |   JII 523.846 (-2.73)   |   JII70 177.783 (-0.58)   |   KOMPAS100 971.12 (-10.68)   |   LQ45 760.321 (-10.32)   |   MBX 1369.12 (-13.17)   |   MNC36 271.592 (-3.83)   |   PEFINDO25 259.811 (2.03)   |   SMInfra18 233.526 (-0.76)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-5.09)   |  

Bandar Narkoba Harus Ditindak Tegas dan Terukur

Rabu, 10 Juni 2020 | 18:47 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM


Jakarta, Beritasatu.com - Tindakan tegas kepolisian terhadap para bandar, penyelundup hingga memproduksi narkoba harus didukung penuh semua pihak. Mengingat selama ini peredaran narkotika merupakan kejahatan luar biasa dan sudah jadi musuh bersama.

Pakar hukum pidana Frans Hendra Winarta menjelaskan, tindakan tegas kepolisian terhadap bandar maupun penyelundup narkoba tentunya juga harus tegas dan terukur.

"Kalau melawan kan ada prosedurnya menurut hukum," kata Frans, di Jakarta, Rabu (10/6).

Dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia, Kapolri telah keluarkan kebijakan untuk memberikan tindakan tegas terukur terhadap seluruh bandar narkoba. Kapolri bahkan memerintahkan seluruh anak buahnya untuk tidak segan menembak mati para bandar narkotika yang melawan ketika hendak ditangkap.

Meski mendukung tindakan tegas terukur, Frans mengingatkan aparat penegak hukum, termasuk Polri untuk tidak memukul rata perlakuan seluruh kasus narkoba.

Staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) itu menilai, banyak penderita narkoba seharusnya diterapi bukan dihukum. Dirinya juga meminta penegak hukum membedakan proses hukum antara pemakai dengan pengedar, bandar, maupun penyelundup dan pemroduksi.

"Kebijakannya harus dipilah-pilah, jangan di-gebah uyah (menyamaratakan). Tidak sama pengendaliannya. Kalau produsen perlakuannya harus keras karena membahayakan kaum muda dan hari depan Indonesia," ujarnya.

Kasus Besar
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, sebelumnya, menyampaikan Polri sejak Januari hingga awal Juni 2020, telah menggagalkan peredaran 6,9 ton narkoba, dengan rincian 3,52 ton sabu, 3,35 ton ganja, 55,26 tembakau gorila dan 552.000 butir pil XTC.

Sementara jumlah tersangka yang ditetapkan dalam berbagai kasus narkoba sepanjang periode itu sebanyak 25.526 orang.
Komitmen Polri dalam pemberantasan narkoba ditunjukkan dengan pembentukan Satgas Merah Putih di era Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Berbagai pengungkapan besar kasus narkoba telah dilakukan Satgasus Merah Putih sejak dibentuk beberapa tahun lalu.

Sepanjang tahun 2020 ini, misalnya, Satgasus yang kini dikepalai Brigjen Ferdy Sambo telah menggagalkan peredaran lebih dari 1,6 ton sabu-sabu. Di antaranya, pengungkapan 288 Kg sabu di Serpong, Tangerang, pada 30 Januari dan 821 kg sabu di Banten pada 25 Mei.

Terakhir, tim khusus Satgasus yang dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan kembali mengungkap peredaran sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat pada 4 Juni silam. Dalam kegiatan yang ikut didampingi Brigjen Pol Iwan Kurniawan tersebut menangkap 5 pelaku dengan barang bukti 402 kilogram narkotika jenis sabu.

"Kita hargai upaya Polri, tapi ke depan kebijakannya harus sesuai kebutuhan penanggulangan korban pemakai narkoba. Ini soal urusan kebijakan yang harus sesuai kebutuhan," ucap Frans.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Akademisi Minta Sekolah Jangan Dibuka Dulu

Bila R0 Covid-19 masih di atas satu, sebaiknya sekolah konvensional dalam bentuk tatap muka jangan dulu dibuka.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Soekarno Dinilai Sumber Inspirasi dan Pengetahuan

Presiden Pertama Soekarno meraih 26 gelar doktor Honoris Causa (HC) dari perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS) dalam dan luar negeri.

NASIONAL | 9 Juni 2020

IDAI: Pembukaan Kembali Sekolah Bukan Perkara Mudah

Kegiatan belajar di sekolah sebaiknya ditunda hingga Desember mendatang.

NASIONAL | 10 Juni 2020

YBI Bagikan 20.000 Masker Batik

Masker batik ini dibeli dari para pengrajin batik kecil di wilayah Jawa dan Sumatera yang terdampak ekonomi akibat Covid-19.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Pelonggaran PSBB, 49 Persen Percakapan Netizen Bersentimen Negatif

Pemerintah telah memutuskan akan menerapkan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masuk dalam masa new normal

NASIONAL | 9 Juni 2020

12 Juni, Layanan KA Reguler Kembali Beroperasi

Kereta api jarak jauh dan KA lokal reguler akan dioperasikan kembali secara bertahap untuk melayani masyarakat umum mulai 12 Juni 2020.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Kempora: Jumlah Pelatih Bersertifikasi Masih di Bawah Target

Peningkatan sertifikasi pelatih ini disebut penting karena jumlah pelatih bersertifikasi pendidikan di Indonesia masih di bawah target 30%.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Kopi Puntang Rajut Kenangan Kepala BNPB dengan Kasal

Bagi dua orang jenderal Letjen TNI Doni Monardo dan Laksamana TNI Yudo Margono, secangkir kopi bahkan bisa merajut sepanjang jalan kenangan.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Mengintip Materi Belajar Peserta Program Guru Penggerak

​Pelatihan daring yang berlangsung selama sembilan bulan ini memiliki tiga modul pembelajaran.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Kempora dan FKPPI Berkolaborasi untuk Cetak Wirausaha Muda

Menurut Menpora, kolaborasi dalam bidang kewirausahaan pemuda ini dibutuhkan karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi.

NASIONAL | 10 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS