Perusahaan Sekuritas Klaim Tak Pernah Berikan Hadiah ke Petinggi Jiwasraya
INDEX

BISNIS-27 425.322 (10.8)   |   COMPOSITE 4870.04 (90.25)   |   DBX 940.805 (2.21)   |   I-GRADE 127.855 (4.25)   |   IDX30 401.317 (12.58)   |   IDX80 105.56 (2.86)   |   IDXBUMN20 265.398 (10.69)   |   IDXG30 112.997 (3.35)   |   IDXHIDIV20 357.483 (11.28)   |   IDXQ30 117.699 (3.49)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.33)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.29)   |   IDXV30 100.238 (1.84)   |   INFOBANK15 757.481 (21.83)   |   Investor33 352.266 (9.11)   |   ISSI 143.81 (2.64)   |   JII 518.901 (11.71)   |   JII70 176.231 (4.08)   |   KOMPAS100 949.983 (23.3)   |   LQ45 737.154 (21.53)   |   MBX 1342.99 (27.68)   |   MNC36 264.429 (6.89)   |   PEFINDO25 260.033 (3.82)   |   SMInfra18 229.972 (7.27)   |   SRI-KEHATI 296.897 (8.24)   |  

Perusahaan Sekuritas Klaim Tak Pernah Berikan Hadiah ke Petinggi Jiwasraya

Jumat, 24 Juli 2020 | 16:14 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM


Jakarta, Beritasatu.com - Komisaris Utama PT Pool Advista Asset Management (Pool Advista), Ronald Abednego Sebayang membantah pihaknya pernah memberikan hadiah mantan Kepala Divisi Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Hal itu dikatakan Ronald ketika menjawab pertanyaan Dion Pongkor, kuasa hukum Syahmirwan, dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (23/7/2020) malam.

Syahmirwan merupakan salah satu terdakwa perkara dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya.

Dalam persidangan, Ronald membantah bahwa Pool Advista memberikan sejumlah fasilitas dan hadiah kepada Syahmirwan.

Ronald mengakui, pihaknya mengundang secara resmi sejumlah karyawan asuransi Jiwasraya untuk mengikuti kegiatan di sejumlah daerah. Namun, Ronald menyebut kegiatan itu merupakan program perusahaan yang juga diberikan kepada nasabah lainnya.

“Betul (itu program dari perusahaan). Kami ada invitasi, undangan (untuk nasabah)," katanya.

Ronald mengakui, dalam program itu pihaknya pernah mengajak sejumlah karyawan asuransi Jiwasraya berangkat ke Hong Kong, khususnya mengunjungi Bursa Hang Seng. Namun, Ronald mengatakan, Syahmirwan tidak ikut dalam kegiatan itu.

Ronald juga menjawab pertanyaan kuasa hukum mengenai pemberian hadiah dalam bentuk paket permainan golf senilai Rp 100 juta untuk lima orang di Lombok.

Ronald menjelaskan, dana tersebut diberikan dalam wujud fasilitas tiket pesawat, biaya hotel, transportasi dan biaya untuk makan.

Market Outlook
Fasilitas-fasilitas yang diberikan Pool Avista dalam rangka market outlook dengan memberikan informasi kepada nasabah terkait perkembangan pasar modal. Penyampaian soal market outlook kepada nasabah dalam suasana santai.

Dikatakan, fasilitas senilai Rp 20 juta kepada peserta program bukan dalam uang tunai, melainkan akomodasi perjalanan, berupa tiket pesawat, biaya penginapan, biaya makan yang jumlahnya sesuai dengan tempat yang dituju. Ronald membantah adanya pemberian uang saku senilai Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.

“Tidak ada," tegasnya.

Jawaban serupa disampaikan Ronald ketika ditanyai kuasa hukum terkait fasilitas rafting senilai Rp 70 juta di Kulon Progo yangdiberikan kepada tujuh orang.

Dikatakan, tujuh orang itu tidak seluruhnya merupakan karyawan asuransi Jiwasraya. Dia menegaskan bahwa fasilitas itu tak diberikan dalam bentuk uang dan tanpa uang saku.

“Itu 7 orang itu bukan dari Jiwasraya aja, termasuk kami (Pool Advista) juga di sana. (Dalam bentuk fasilitas) tiket pesawat, penginapan, rafting itu sendiri, transportasi, sewa mobil. (Uang saku) tidak, (Rp 1 miliar, Rp 2 miliar) tidak pak, sebab semua sudah ada di sana,” katanya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat serta empat terdakwa lainnya melakukan korupsi terkait pengelolaan dana PT

Asuransi Jiwasraya. Atas perbuatan Benny dan Heru bersama empat terdakwa lain, keuangan negara menderita kerugian hingga sebesar Rp 16,8 triliun berdasarkan audit BPK tanggal 9 Maret 2020.

Empat terdakwa lain perkara ini dengan surat dakwaan terpisah, yaitu, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, mantan Direktur Utama PT Asuaransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan eks Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Jaksa membeberkan, Benny Tjokro melakukan kesepakatan bersama dengan petinggi PT Asuransi Jiwasraya untuk melakukan transaksi penempatan saham dan reksa dana perusahaan asuransi tersebut. Kesepakatan itu dilakukan dengan tidak transparan dan akuntabel.

Tiga petinggi Jiwasraya, Hendrisman Rahim, Hary dan Syahmirwan juga didakwa melakukan pengelolaan investasi tanpa analisis yang objektif, profesional dan tidak sesuai nota interen kantor pusat. Jaksa menyebut analisis hanya dibuat untuk formalitas.
Hendrisman, Hary dan Syahwirman juga disebut membeli saham sejumlah perusahaan tanpa mengikuti pedoman investasi yang berlaku.

Ketiganya terdakwa disebut Jaksa membeli saham melebihi 2,5% dari saham perusahaan yang beredar.
Keenam terdakwa dan pihak terafiliasi juga telah bekerja sama untuk melakukan transaksi jual-beli saham sejumlah perusahaan dengen tujuan inventarisasi harga. Hal tersebut pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional.

Jaksa mengatakan, Hendrisman bersama-sama Hary Prasetyo, Syahmirwan, Heru Hidayat dan Benny melalui Joko Hartono mengatur dan mengendalikan 13 Manajer Investasi dengan membentuk produk reksa dana khusus untuk PT Asuransi Jiwasraya. Hal ini dilakukan agar pengelolaan instrumen keuangan yang menjadi underlying reksa dana PT Asuransi Jiwasraya dapat dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto.

Jaksa juga menyebut Heru, Benny dan Joko turut memberikan uang, saham dan fasilitas lain kepada tiga petinggi Jiwasraya. Pemberian dilakukan terkait pengelolaan investasi saham dan reksadana di perusahaan tersebut selama 2008-2018.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa didakwa melanggar melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, Pasal 18 ayat (2) dan Pasal 18 ayat (3) UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kempupera Perluas Cakupan Jaringan Irigasi Bendung Baliase

Jaringan irigasi bendung Baliase akan mengairi lahan pertanian seluas 21.928 hektare (Ha).

NASIONAL | 24 Juli 2020

TNI dan Polri Tetap Terlibat dalam Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, TNI dan Polri tetap dilibatkan dalam pelaksanaan tugas Komite Penanganan Covid-19 dan PEN

NASIONAL | 23 Juli 2020

Pasien Covid-19 Sembuh di Sumut Bertambah 33 Orang

Jumlah pasien sembuh menjadi 873 orang dari jumlah sebelumnya 840 orang.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Tak Hanya Urusi Ekonomi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, tidak benar Komite Penanganan Covid-19 dan PEN hanya fokus pada urusan ekonomi

NASIONAL | 23 Juli 2020

Pilkada 2020 Jadi Peluang Emas Pemulihan Ekonomi Nasional

Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman menilai Pilkada 2020 dalam tahapan adaptasi kebiasaan baru memiliki peluang emas pemulihan ekonomi nasional

NASIONAL | 23 Juli 2020

Ini Strategi Kemdes PDTT Perkuat Ekonomi Desa

Di antaranya adalah dengan membantu masyarakat desa memasarkan produknya secara daring.

NASIONAL | 24 Juli 2020

KPK Akan Awasi Program Organisasi Penggerak Kemdikbud

KPK menyatakan akan mengawasi Program Organisasi Penggerak yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

NASIONAL | 24 Juli 2020

Kukuhkan Pendamping Desa Berdikari, Ini Pesan Mendes PDTT

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengingatkan tugas dari pendamping desa adalah menjembatani antara pemerintah setempat dengan masyarakat.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Mendes Tetapkan Dua SDGs Ini Sebagai Prioritas Utama

Mendes PDTT menetapkan desa tanpa kemiskinan dan desa tanpa kelaparan sebagai target utama dalam pencapaian 17 plus SDGs.

NASIONAL | 24 Juli 2020

Kasus Covid-19 di Solo dari Empat Klaster

Keempat klaster itu adalah klaster RSUD Moewardi, klaster tahu kupat Purwosari, klaster Pasar Harjodaksino, dan klaster Penumping-Karangasem.

NASIONAL | 24 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS