Kasus Gratifikasi, KPK Tahan Orang Kepercayaan Eks Bupati Malang
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kasus Gratifikasi, KPK Tahan Orang Kepercayaan Eks Bupati Malang

Kamis, 30 Juli 2020 | 20:19 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Eryck Armando Talla, orang kepercayaan mantan Bupati Malang Rendra Kresna. Eryck merupakan tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi bersama Rendra yang menjabat sebagai Bupati Malang periode 2010-2015 dan 2016-2021.

"Untuk kepentingan penyidikan, setelah memeriksa saksi dengan jumlah 75 orang, KPK melakukan penahanan tersangka EAT (Eryck Armando Talla) selaku orang kepercayaan Bupati RK (Rendra Kresna)," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Dikatakan, Eryck ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di Rutan Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari pertama. Dengan demikian, Eryck setidaknya bakal mendekam di sel tahanan hingga 18 Agustus 2020.

"Sebelum dilakukan penahanan, tersangka EAT sudah menjalani protokol kesehatan dalam rangka mitigasi penyebaran wabah Covid-19," kata Alex, sapaan Alexander Marwata.

Diketahui, Rendra dan Eryck ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi pada Oktober 2018 silam. Keduanya diduga menerima gratifikasi sehubungan dengan jabatan Rendra dengan nilai sekitar Rp 7,1 miliar.

"Bahwa RK dari tahun 2010 sampai dengan 2018 bersama-sama dengan tersangka EAT tidak melaporkan dugaan gratifikasi yang ia terima kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terhitung 30 hari kerja sejak diterimanya gratifikasi tersebut," tutur Alex.

Penerimaan gratifikasi itu terkait pengkondisian pengadaan barang dan jasa di seluruh dinas di Kabupaten Malang pada 2011-2013 dengan fee untuk bupati yang jumlahnya berkisar antara 7% sampai 15%. Kemudian menerima dan mengumpulkan fee-fee dari pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan pada 2011 dan 2012 untuk Rendra selaku Bupati Malang periode 2010-2015 dan 2016-2021.

"Teknis penerimaan dana tersebut diterima melalui EAT (Eryck) selanjutnya atas persetujuan/pengetahuan RK (Rendra) digunakan untuk kepentingan RK. Tersangka EAT diduga berperan menerima fee-fee proyek dari rekanan untuk kepentingan RK," kata Alex.

Atas perbuatannya Eryck disangkakan melanggar Pasal 12 B UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain gratifikasi, KPK juga menjerat Rendra atas kasus suap terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang. Rendra telah divonis bersalah dan dihukum 6 tahun pidana penjara oleh majelis hakim dalam perkara suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang tahun anggaran 2011. Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap dan Rendra sedang menjalani hukuman di Lapas Porong.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Upaya PK Jaksa atas Djoko Tjandra Disebut Cacat Hukum

Upaya peninjauan kembali (PK) yang dilakukan kejaksaan, tidak boleh mewakili kepentingannya.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Pelempar Bom Molotov Sekretariat PDIP Bogor Disebut Pengecut

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengaku heran dengan pihak yang berusaha mengadu domba kelompok tertentu.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Pengacara Djoko Tjandra Akhirnya Jadi Tersangka

Mabes Polri telah menetapkan pengacara Djoko Soegianto Tjandra, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, dalam rangkaian kasus Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka

NASIONAL | 30 Juli 2020

Djoko S Tjandra Akhirnya Ditangkap

Buronan kasus cessie Bank Bali Djoko Soegianto Tjandra telah ditangkap.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Panglima TNI Pimpin Sertijab Strategis di Mabes TNI

Brigjen TNI Totok Imam (Han) menjabat Gubernur Akmil.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Sumut Bertambah 266 Orang

Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumut jauh lebih tinggi dari penambahan kasus positif.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Ini Strategi Ditjen Hubdat Tekan Emisi Gas Rumah Kaca

Beberapa aksi mitigasi yang dilakukan adalah pengembangan sistem BRT dan penggunaan solar cell pada penerangan jalan umum.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Universitas 17 Agustus Gelar Wisuda Secara Daring

Wisuda daring akan digelar Universitas 17 Agustus 1945 telah dilakukan pada 27 Juli.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Cegah Covid-19, Gree Indonesia Sumbangkan Penjernih Udara kepada Pemkab Karawang

Penjernih udara yang disumbangkan mampu mencegah penyebaran virus corona dalam ruangan tertutup.

NASIONAL | 30 Juli 2020

Jelang Iduladha, Kemhub Antisipasi Lonjakan Kendaraan

Kemhub telah mempersiapkan personel, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan lalu lintas kendaraan.

NASIONAL | 28 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS