Pinhantanas: Tidak Ada Blueprint Industri Pertahanan
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Pinhantanas: Tidak Ada Blueprint Industri Pertahanan

Rabu, 26 Agustus 2020 | 15:27 WIB
Oleh : Robert Wardy / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Harian Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas) Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate mengungkapkan, tidak ada cetak biru (blueprint) dan rencana utama (masterplan) atas pembangunan industri pertahanan. Berbagai rencana pembangunan industri pertahanan selama ini bersifat parsial, sepotong-potong, dan sangat politis.

“Tidak ada blueprint soal industri pertahanan. Buktinya, lihat aja dalam praktiknya, pembangunan tidak terarah sama sekali,” kata Pieter dalam seminar virtual (online) bertema "Tantangan Perang Generasi Keenam vs Kemandirian Industri Pertahanan," di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

Ia menjelaskan, selaku Ketua Pinhantanas, dia merasakan sekali bagaimana pihak swasta sama sekali tidak didukung untuk mengembangkan industri pertahanan. Pemerintah atau negara terkesan menganakemaskan sejumlah industri pertahanan yang berstatus BUMN. Tetapi sayang, industri yang dianakemaskan tersebut tidak mampu bekerja untuk membangun kemandirian bangsa.

“Semboyaan NKRI sebagai harga mati itu mantap sekali dan harus didukung. Tapi tidak nampak dalam pembelaan di industri pertahanan. Berbagai kebutuhan alutsista masih pakai dari luar,” jelas mantan Direktur Kerjasama Internasional Kementerian Pertahanan ini.

Dia juga melihat dukungan anggaran untuk pengembangan industri pertahanan belum ada. Akibatnya pengembangan alutsista yang sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan TNI sulit terpenuhi.

“Dalam UU kita, saya melihat ada 16 kali kata mandiri itu disebut. Diskusi kemandiran juga sudah sering dilakukan. Tapi apa yang terjadi? Tidak ada,” tegas Pieter.

Dia mengharapkan ada roadmap atau masterplan industri pertahanan yang komprehensif. Pembuatannya jangan orang sembarang yang tidak paham akan industri pertahanan. Masterplan harus dibuat oleh ahli atau orang-orang yang benar-benar paham dengan industri dan strategi pertahanan.

“Harus dibuat untuk jangka waktu 30-50 tahun. Jangan diganti-ganti. Silakan ganti pemerintahan tapi roadmap itu harus terus ada dan dilanjutkan,” kata Pieter.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BTPN Syariah Gandeng Dompet Dhuafa Gulirkan Program Tepat Peduli ke 329 Titik di Indonesia

Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Syariah mengadakan Program Tepat Peduli Komunitas Nasabah BTPN Syariah dengan menggandeng DMC (Disaster Management Center) Dompet Dhuafa sebagai mitra pelaksana. Kegiatan ini dalam rangka merayakan ulang tahun ke-5 BTPN Syariah

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Polda Metro Jaya Belum Berencana Kembali Panggil Anji

Polda Metro Jaya belum berencana melakukan pemanggilan dan pemeriksaan ulang terhadap musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Kompolnas Minta Propam Polri Tindaklanjuti Laporan Terhadap Penyidik Polres Karimun

Proses hukum yang belum tuntas dilakukan penyidik Polres Karimun dapat dikategorikan sebagai ketidakrofesionalan penyidik dalam menangani sebuah kasus.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

PDIP Dukung Bakal Calon Petahana di Pandeglang

PDIP secara resmi mengusung pasangan bakal calon petahana Irna Narulita-Tanto W Arban pada Pilkada Desember mendatang.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Pinhantanas: Beli Alutsista Bekas Hambat Kemandirian Bangsa

Jan Pieter Ate mengkritik langkah Menhan Prabowo Subianto yang berencana membeli alutsista bekas yakni pesawat tempur Eurofighter Typhoon bekas dari Austria.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Korupsi PT Dirgantara Indonesia, Dirut PT PAL Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Budiman Saleh mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (26/8/2020).

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Korupsi Dirgantara Indonesia, Dirut PT PAL Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Budiman Saleh mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (26/8/2020).

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Pimpinan KPK Sebut Korupsi Seperti Penyakit Pandemi

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyebut korupsi seperti penyakit pandemi.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Kasus Red Notice Djoko Tjandra, Polisi Periksa 16 Saksi

Pemeriksaan masih dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan tersangka baru.

NASIONAL | 26 Agustus 2020

Mendagri: Pilkada Serentak Momentum Melandaikan Kasus Covid-19

Menurut Mendagri Tito Karnavian, pilkada bisa menjadi pemicu penurunan kasus Covid-19 jika semua daerah sama-sama begerak menerapkan protokoler kesehatan.

NASIONAL | 26 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS