Cucu HB X Resah, Ini Alasannya
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Cucu HB X Resah, Ini Alasannya

Sabtu, 5 September 2020 | 20:43 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Cucu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo resah dengan kelestarian alam di lereng Gunung Merapi. Marrel, yang merupakan cucu paling tua dari Sultan Yogyakarta itu, mengaku jika tidak diperhatikan, kelestarian lingkungan di lereng Merapi akan merugikan masyarakat di masa yang akan datang.

Sebagai kerabat keraton, Marrel mengemban tugas untuk ikut memikirkan kelangsungan hidup masyarakat yang bermukim di sekitar Merapi. Hal itu membuat dia harus turun langsung melihat kondisi lingkungan dan membangun simpul komunikasi dengan kelompok-kelompok masyarakat.

"Ada hajat hidup warga masyarakat yang saling berkait, misalnya persoalan air," kata Marrel saat ditemui saat menjajal lintasan All Terrain Vehicle (ATV) Watugede, Bronggang, Argomulyo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (5/9/2020).

Dalam keterangan yang diterima, Marrel menyempatkan diri untuk mengunjungi dan berdiskusi dengan kalangan usaha untuk mencari formulasi agar kegiatan ekonomi tidak sampai berdampak buruk pada lingkungan. Di ATV Watugede, Marrel menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan Suhartono Kecik, pengelola destinasi petualangan itu untuk menggali data.

Mengelola lahan seluas 5 hektare di antara dua bendung sabo penahan lahar dingin, Suhartono bersama masyarakat sekitar mencoba untuk tetap berpenghasilan, tanpa mengubah kontur, elevasi serta fungsi bantaran Sungai Gendol dan daerah tangkapan airnya. Mereka memilih memanfaatkan bantaran sungai untuk lintasan ATV, daripada menambang pasir dan batunya, meskipun secara ekonomi hasilnya tidak terlalu sebanding.

"Ternyata bisa, industri jasa wisata berdampingan dan mempertimbangkan fungsi ekologis. Jadi tidak mengancam pasokan air untuk petani di bawahnya," ujar Marrel.

Selain mencoba lintasan, pehobi speed off road ini juga didaulat untuk menanam pohon jenis beringin di bantaran sungai Gendol. Marrel mengaku bersedia untuk menjadi bagian dari kerja Suhartono dan Komunitas Pagar Merapi yang berupaya menanami lahan kritis di lereng Merapi. Sekitar 1.200 pohon beringin disiapkan oleh komunitas untuk ditanam secara berkala di beberapa lokasi rawan.

"Selain akarnya dapat menahan erosi, pohon beringin juga memiliki kemampuan menyerap air yang baik," kata Suhartono.

Persoalan air menjadi fokus Marrel. Pasalnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) belum lama ini merilis hasil penelitian yang menyebut Pulau Jawa diperkirakan akan kehilangan air pada tahun 2040. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara terkaya dalam sumber daya air karena menyimpan 6% potensi air dunia.

Berdasarkan penelitian para ahli LIPI yang dipublikasikan dalam kajian lingkungan hidup strategis dalam rangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Bappenas tahun 2019 itu, krisis air dan bencana kekeringan mengancam dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi itu dipicu perubahan iklim, pertambahan penduduk hingga alih fungsi lahan.

Daerah Tangkapan Air

Menurut Marrel, lereng Merapi pada dasarnya adalah daerah tangkapan air (water catchment area) yang menyangga pasokan hampir seluruh sungai di wilayah Yogyakarta. Oleh karenanya, putra tunggal Gusti Ratu Condrokirono itu merasa berkepentingan untuk memastikan langsung adanya upaya yang dilakukan untuk pencegahan bencana kekeringan.

Sarjana jurusan hubungan internasional dan politik dari Inggris itu menyebut, pasokan air dari lereng Merapi cukup vital bagi kelangsungan hidup warga Yogyakarta. Persoalan produksi pangan di Yogyakarta memiliki persoalan yang cukup pelik. Lahan pertanian di seluruh provinsi seluas 100.000 hektare pada tahun 2016 dan terus berkurang akibat gerusan peruntukkan lain, pasokan air yang tidak stabil dan pertambahan penduduk menjadi benang kusut yang harus diurai.

"Selain itu, produktivitas juga tidak semua optimal karena kualitas lahan yang tidak semuanya baik," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan, Yogyakarta harus melakukan distribusi silang dengan memasok kebutuhan pangan ke kabupaten yang minus dari kabupaten lain yang mengalami surplus. Langkah itu diakui Marrel tidak dapat dilakukan terus menerus karena cepatnya laju pertambahan penduduk, terutama akibat urbanisasi spasial di wilayah pinggiran Yogyakarta.

Selain mengunjungi ATV Watugede, Marrel juga menyempatkan diri bertemu langsung dengan kelompok masyarakat di Kaliurang Timur. Di wilayah tersebut, Marrel diajak untuk mengunjungi program rintisan pengelolaan pariwisata tanpa mengubah fungsi lahan.

Agus Kampala, pegiat kultivasi kopi di wilayah Kaliurang Timur dalam kesempatan berdialog, menyampaikan, warga di lingkungan tempat tinggalnya memang berkeinginan untuk turut ambil bagian dalam kegiatan wisata. Namun sebagai masyarakat petani dan peternak, Agus menyebut warga tidak ingin lahan mereka berubah menjadi villa, hotel dan bangunan penunjang wisata lain.

Jika harus membangun fasilitas akomodasi, warga Kaliurang Timur memilih untuk membuatnya secara semi permanen, dengan bahan yang tidak merusak fungsi kebun mereka. Merespons hal itu, Marrel menyatakan dukungannya kepada konsep kemasan wisata tersebut. Karena selain tidak merusak lingkungan, kemasan wisata itu juga dapat dijadikan contoh bagi masyarakat di daerah lain di Yogyakarta bagaimana cara berdampingan dengan alam dan tetap berpenghasilan.

"Ide, inovasi, dan usulan pengelolaan potensi tanpa merusak ini menjadi masukan buat saya. Terima kasih, karena kalau tidak disampaikan langsung begini, keraton sering hanya dapat kabar yang baik-baik saja," ungkap Marrel.

Menutup pertemuan, Marrel berpesan agar masyarakat baik di Kaliurang Timur maupun Bronggang tetap berupaya menjaga lingkungan lereng Merapi. Karena, selain menopang ketersediaan air yang penting bagi pertanian dan sektor lain di Yogyakarta, Merapi juga memiliki fungsi kultural karena sebagai kota budaya, berbagai ritual keraton kerap digelar di gunung itu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tuntut Keadilan, Masyarakat Ingin Oknum ASN Balai Teknik Perkeretaapian Jabar Dicopot

Formapera telah menggelar aksi demonstrasi di Balai Teknik Perkeretapian Jabar, dan meminta penegak hukum melakukan penyelidikan.

NASIONAL | 5 September 2020

Perkara Jiwasraya, Dakwaan JPU Soal Pembelian Saham SMRU Dinilai Tidak Tepat

kuasa hukum Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto menilai, dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara Jiwasraya yang menjerat kliennya tidak tepat

NASIONAL | 5 September 2020

Azis Syamsuddin Apresiasi Presidensi Indonesia di DK PBB

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengucapkan selamat atas berakhirnya masa presidensi Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk periode Agustus 2020.

NASIONAL | 5 September 2020

Narapidana Cipinang Ciptakan Kerajinan Tangan Bernilai Jutaan Rupiah

Sejumlah warga binaan Lapas Narkotika Cipinang, berhasil memanfaatkan waktu luang dengan menciptakan sejumlah produk yang memiliki nilai ekonomis

NASIONAL | 4 September 2020

Reza Kembali Diciduk, BNN: Rehabilitasi Tidak Bisa Sembuhkan 100% Pemakainya

Pemakai narkoba bisa saja sembuh sempurna asalkan ada keinginan kuat dari pribadinya.

NASIONAL | 5 September 2020

Sigit Reliantoro: Destinasi Wisata Minat Khusus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Destinasi Wisata Minat Khusus Bukit Kandis memiliki keunggulan sebagai perbukitan batu andesit dengan pesona alam yang luar biasa.

NASIONAL | 5 September 2020

Penanganan Covid-19, Pemerintah Dianggap Cenderung Utamakan Ekonomi Dibanding Kesehatan

Faisal Basri menilai kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 kurang terlihat dibandingkan dalam penanganan ekonomi.

NASIONAL | 5 September 2020

Akademisi Minta Komjak Tidak Ganggu Proses Hukum Jaksa Pinangki

Komjak sejatinya tidak ikut campur dalam ranah hukum yang ditangani Kejagung.

NASIONAL | 5 September 2020

BNN Jabar Amankan 13 Orang Penyalahgunaan Narkotika Jenis Suboxone

Dari 13 orang yang diamankan, 4 orang ditetapkan sebagai tersangka dan dilanjutkan ke tahap penyidikan.

NASIONAL | 5 September 2020

Buat Kerumunan Saat Daftar KPU, Bupati Karawang Ditegur Kemdagri

Kemdagri menegur Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melalui Surat Nomor: 337/4450/OTDA, karena melakukan iring-iringan massa saat pendaftaran ke KPU.

NASIONAL | 5 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS