Peredaran Narkoba Marak, DPR Minta Pengacak Sinyal Dipasang di Seluruh Lapas dan Rutan
INDEX

BISNIS-27 448.028 (0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (1.97)   |   DBX 964.111 (2.04)   |   I-GRADE 139.821 (0.07)   |   IDX30 426.948 (1.13)   |   IDX80 113.317 (0.26)   |   IDXBUMN20 291.67 (2.94)   |   IDXG30 118.931 (0.13)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.71)   |   IDXQ30 124.715 (0.17)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.37)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (1.88)   |   IDXV30 106.644 (0.69)   |   INFOBANK15 836.821 (-2.31)   |   Investor33 373.706 (-0.05)   |   ISSI 150.561 (0.49)   |   JII 547.285 (2.47)   |   JII70 187.054 (0.82)   |   KOMPAS100 1020.57 (0.6)   |   LQ45 786.439 (1.99)   |   MBX 1410.93 (0.2)   |   MNC36 280.006 (0.2)   |   PEFINDO25 280.13 (0.96)   |   SMInfra18 241.99 (0.64)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.59)   |  

Peredaran Narkoba Marak, DPR Minta Pengacak Sinyal Dipasang di Seluruh Lapas dan Rutan

Kamis, 10 September 2020 | 09:26 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan (Rutan), baik yang dikendalikan narapidana maupun dugaan keterlibatan petugas, masih menjadi persoalan serius yang harus diselesaikan. Salah satu yang menjadi sorotan, masih adanya peredaran narkotika di Rutan Salemba yang terkuak beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi Komisi III DPR Hinca Pandjaitan meminta pemerintah untuk memasang alat penghilang atau pengacak sinyal di seluruh Lapas di Indonesia. Dengan upaya tersebut maka diharapkan peredaran narkoba yang memanfaatkan telepon genggam di dalam Lapas juga bisa diminimalisir.

Hinca Pandjaitan menegaskan, saat ini memang sangat diperlukan upaya reformasi pemasyarakatan. Mengingat, persoalan peredaran narkotika di dalam Lapas tentunya tidak bisa diselesaikan secara parsial.

"Saya sudah lihat sendiri kondisi dalam Rutan ataupun Lapas sangatlah kumuh. Perbandingan jumlah sipir dan penghuni Lapas pun sangat timpang. Akibatnya pergerakan narapidana seakan tidak terkendali dan pengawasan menjadi lumpuh," kata Hinca Pandjaitan, di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Sebagai akibat dari lumpuhnya pengawasan di dalam Lapas, maka membuat bandar yang ada di dalamnya bisa bergerak bebas. Hal itulah yang akhirnya terjadi di rutan Salemba dengan adanya napi yang membuat pabrik ekstasi dan napi yang diduga over dosis.

"Makanya lakukan reformasi seluruhnya. Kemarin Karutan (Kepala Rutan) dan kepala keamanan sudah. Lanjutkan hingga ke tingkat kepala kantor wilayah dan Kadiv PAS," ucapnya.

Selama ini, di dalam Lapas dan Rutan selalu membiarkan bandar besar bertemu setiap hari dengan pecandu. Bahkan, dengan banyaknya oknum petugas yang memanfaatkan situasi, membuat masalah ini semakin merajalela.

"Secara tidak langsung, sistem ini sudah membentuk pasar baru dan bukannya menyembuhkan, malah membuat kronis tingkat peredaran," ungkap Hinca.

Menurutnya, selama ini pihaknya juga sudah memberikan solusi yang disampaikan berulang kali dalam banyak rapat bersama Menkumham. Pihaknya meminta untuk segera melakukan pendataan lalu pisahkan para napi bandar dan pengguna.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Baznas Beri Pelatihan untuk Mustahik Pelaku Usaha Mikro dan Kecil

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan pelatihan bagi mustahik pelaku usaha mikro dan kecil dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

NASIONAL | 10 September 2020

KPK Buka Kemungkinan Jerat Waskita Karya

KPK terus mengembangkan kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya

NASIONAL | 9 September 2020

RUU Cipta Kerja Tidak Ancam Keberadaan Pesantren dan Pidanakan Kiai

Sekretaris Jenderal APSI Andi Syafrani menegaskan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja tidak ancam keberadaan pesantren dan pidanakan Kiai

NASIONAL | 9 September 2020

Menpora Siapkan Grand Design Pembinaan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali telah mempersiapkan grand design untuk mendorong pembinaan olahraga berprestasi.

NASIONAL | 10 September 2020

Dukung Energi Terbarukan, Kemristek Apresiasi Inovasi Biofuel

Dikatakan Menristek, biofuel juga memberi peluang terhadap pemberdayaan petani sawit rakyat dalam industri bahan baku biohidrocarbon.

NASIONAL | 10 September 2020

GKR Hemas: Aku Anyel, Rasane Kaya Diapusi

GKR Hemas, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal DI Yogyakarta tidak dapat menutupi kemasygulannya kepada pelaku usaha tambang yang sembrono

NASIONAL | 10 September 2020

Rektor Unhan: Perang Balkan Pelajaran Penting bagi Perdamaian di Indonesia

Perang Balkan dapat menjadi sebuah refleksi pembelajaran penting bagi Indonesia mengenai betapa pentingnya isu pembangunan perdamaian dan pengelolaan konflik.

NASIONAL | 10 September 2020

Surat Bebas Covid-19 Tetap Jadi Syarat Pengguna Jasa Penerbangan

Setiap orang yang hendak bepergian dengan menggunakan transpotasi udara tetap diwajibkan membawa surat keterangan bebas Covid-19.

NASIONAL | 9 September 2020

Staf Ahli Direksi BUMN Dinilai Pemborosan

Menurut Arief, staf ahli di BUMN cuma numpang makan.

NASIONAL | 9 September 2020

Ganjar: Jakob Oetama Sosok Intelektual yang Rendah Hati

Ganjar mengaku terkejut dan sangat berduka atas kepergian Jakob Oetama.

NASIONAL | 9 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS