Pelanggar Protokol Kesehatan Jalani Sidang Terbuka
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pelanggar Protokol Kesehatan Jalani Sidang Terbuka

Rabu, 16 September 2020 | 15:32 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / WM

Medan, Beritasatu.com - Polda Sumut bersama seluruh jajarannya bekerja sama dengan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih melanjutkan operasi yustisi dalam mendisiplinkan warga dalam menerapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, jaga jarak, dan tidak berkerumundi tengah pandemi Covid-19.

Mereka yang terjaring langsung menjalani sidang terbuka oleh hakim pengadilan negeri (PN). Pelanggar protokol kesehatan ini diberikan sanksi yang beragam. Mulai dari pemberian hukuman menyapu jalan, push up, sit up sampai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pemberian hukuman disesuaikan dengan usia.

"Untuk operasi yustisi dalam minggu ini, kita yang melakukan kerja sama dengan melibatkan hakim pengadilan, masih memberikan hukuman ringan buat pelanggar. Namun, mulai pekan depan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan akan lebih berat lagi," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, Rabu (16/9/2020).

Mantan Kapolda Papua ini menegaskan, sanksi lebih berat mulai diberlakukan pekan depan terhadap masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Mereka yang tidak menggunakan masker, menjaga jarak apalagi melakukan kerumunan, bakal diberikan sanksi denda sebesar Rp 100.000 untuk setiap orangnya.

"Dengan operasi yustisi pekan ini, kita mengharapkan kesadaran masyarakat, sehingga pekan depan tidak terjaring dan tidak diberikan sanksi denda. Kalau masih membandel juga maka sanksi lebih keras juga akan diterapkan. Kita tidak menginginkan ini, tapi terpaksa dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat kita," tegasnya.

Jenderal bintang dua ini memastikan, operasi yustisi yang melibatkan semua institusi ini akan membawa perubahan pada prilaku masyarakat di tengah pandemi Covid-19 tersebut. Namun, perubahan budaya prilaku ini diharapkan bukan karena takut terhadap aparat negara yang gencar melakukan operasi di tengah masyarakat.

"Kami menginginkan perubahan budaya prilaku oleh masyarakat ini karena takut atas bahaya penyebaran virus corona. Tingginya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan akan membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi ini. Peran serta masyarakat ini sangat dibutuhkan," katanya.

Menurutnya, dengan menerapkan kedisiplinan menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan menggunakan air sabun dan tidak kerumunan massa, maka setiap warga itu sendiri sudah berhasil melindungi diri, orangtua, saudara maupun orang sekitar dari bahaya penyebaran Covid-19



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sertifikasi Emas PESK untuk Kesejahteraan Rakyat dan Negara

Serifikasi emas telah dilakukan di beberapa negara termasuk Peru, Kolombia.

NASIONAL | 16 September 2020

Tambah 13, Kasus Covid-19 di Sukabumi Kini Sebanyak 177

Rinciannya tujuh kasus berasal dari Kota Sukabumi dan enam kasus lainnya dari Kabupaten Sukabumi yang satu diantaranya meninggal dunia.

NASIONAL | 16 September 2020

HMS Center: Tangani Covid-19, Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Harus Berjalan Pararel

Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho menilai, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) merupakan pilihan bijak untuk rakyat.

NASIONAL | 16 September 2020

Tujuh Personil TNI AD di Flores Timur Positif Covid-19

Para personel TNI-AD yang terjangkit Covid-19 tersebut kini sedang dikarantina.

NASIONAL | 16 September 2020

Penegakan Hukum, Mahfud Minta Kejaksaan Junjung Moralitas

Mahfud MD meminta jajaran kejaksaan agar menjunjung tinggi moralitas dalam penegakan hukum.

NASIONAL | 16 September 2020

Otsus Perlu Diperbaiki Agar Lebih Sejahterakan Masyarakat Papua

Otonomi Khusus (Otsus) tidak dihilangkan, namun perlu ditingkatkan agar bisa lebih menyejahterakan warga Papua.

NASIONAL | 16 September 2020

Kemhub Targetkan Rel Ganda Bogor-Sukabumi Rampung Agustus 2021

Jalur rel ganda kereta api lintas Bogor-Sukabumi sepanjang 26,7 km ditargetkan selesai pada Agustus 2021.

NASIONAL | 16 September 2020

Menparekraf Apresiasi Kreativitas Finalis Lomba Rayakan Kemerdekaan

Keluar sebagai pemenang adalah video berjudul "Perjuangan dan Harapan Menuju Indonesia Maju", karya Tim Super Marines 1 Provinsi Jawa Timur, Kota Surabaya.

NASIONAL | 16 September 2020

KPK Belum Terima Salinan Putusan Bebas Petinggi Duta Palma Grup

KPK menyayangkan lambannya Pengadilan Negeri Pekanbaru mengirimkan salinan putusan yang dibacakan Majelis Hakim pada Rabu (9/9/2020) pekan lalu.

NASIONAL | 16 September 2020

Aparat Diminta Tak Ragu Tindak Tegas Kelompok Anti-Pancasila

Aparat penegak hukum diminta tak ragu untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang menolak Pancasila sebagai dasar negara dan tidak mengakui NKRI.

NASIONAL | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS