Bebas dari Sukamiskin, Mantan Gubernur Riau Masih Jadi Tersangka Kasus Lain
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Bebas dari Sukamiskin, Mantan Gubernur Riau Masih Jadi Tersangka Kasus Lain

Selasa, 22 September 2020 | 14:11 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun yang menjadi terpidana perkara suap alih fungsi hutan menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Senin (21/9/2020) kemarin.

"Annas Maamun Bin Maamun, perkara korupsi bebas pada 21 September 2020," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Kemkumham, Rika Apriyanti dalam pesan singkatnya, Selasa (22/9/2020).

Namun, Rika belum menjelaskan lebih rinci mengenai proses bebasnya Annas.

Diketahui, Annas sebelumnya dihukum 7 tahun pidana penjara pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Hukuman itu bertambah 1 tahun dari vonis Pengadilan Tipikor Bandung pada 24 Juni 2015. Annas dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam perkara korupsi alih fungsi lahan kebun kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Annas terbukti menerima suap sebesar Rp 500 juta dari pengusaha Gulat Medali Emas Manurung yang saat itu menjabat Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia. Suap itu diberikan agar Annas memasukkan permintaan Gulat Manurung dalam surat Gubernur Riau tentang revisi kawasan hutan meskipun lahan yang diajukan bukan termasuk rekomendasi tim terpadu.

Hukuman Annas Maamun berkurang satu tahun atau kembali menjadi 6 tahun sebagaimana putusan pengadilan tingkat pertama setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi melalui Keputusan Presiden 23/G Tahun 2019. Pemberian grasi kepada Annas Maamun disampaikan Kemkumham pada 26 Oktober 2019.

Meski telah bebas dari masa hukuman perkara suap alih fungsi hutan, Annas Maamun saat ini masih menjadi tersangka KPK atas kasus dugaan suap kepada DPRD Riau terkait pembahasan RAPBD Perubahan tahun 2014 dan RAPBD tahun 2015. Annas telah menyandang status tersangka kasus ini sejak Januari 2015

"Masih proses penyidikan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Terkait bebasnya Annas, Ali mengatakan, tugas pokok fungsi KPK sebagaimana Pasal 6 huruf f UU KPK adalah melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Dikatakan, Jaksa eksekutor KPK telah mengeksekusi pidana badan dan denda serta memasukkan Annas ke dalam Lapas Sukamiskin.

"Pembinaan Narapidana dan hak2nya tentu selanjutnya menjadi wewenang sepenuhnya pihak Kementerian Hukum dan HAM," kata Ali.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Rektor Unhan: Pengembangan Teknologi Roket Tumbuhkan Kebanggaan Nasional

Negara yang mampu menguasai teknologi roket tentunya akan disegani oleh negara lain di dunia.

NASIONAL | 22 September 2020

KPU Sumut Sarankan Paslon Kampanye Virtual

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) menyarankan pasangan calon (paslon) melakukan kampanye secara virtual.

NASIONAL | 22 September 2020

Susun Pedoman PJJ, Pemkot Bogor Gandeng Kelas Pintar

Penggunaan aplikasi Kelas Pintar dalam proses PJJ, merupakan kewenangan sekolah dan sifatnya tidak memaksa.

NASIONAL | 22 September 2020

Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Peran perpustakaan daerah harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat.

NASIONAL | 22 September 2020

Rektor Unhan Paparkan Urgensi Penguasaan Teknologi Roket bagi Indonesia

Teknologi roket bisa menjadikan suatu negara memiliki kemandirian baik untuk keperluan sipil maupun pertahahanan negara.

NASIONAL | 22 September 2020

Pilkada Disebut Mustahil Ditunda hingga Indonesia Bebas Covid-19

Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020 mustahil ditunda hingga Indonesia dinyatakan bebas Covid-19.

NASIONAL | 22 September 2020

Banjir Bandang Sukabumi, Dua Warga yang Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia

Alat berat telah di turunkan guna melakukan pencarian korban dan membersihkan material lumpur.

NASIONAL | 22 September 2020

Ketua KPK Lantik 3 Direktur dan 9 Koordinator Wilayah

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri melantik tiga direktur dan sembilan koordinator wilayah.

NASIONAL | 22 September 2020

Seorang Pedagang Meninggal, Pasar Melati Kota Medan Ditutup 14 Hari

Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting mengatakan, Pasar Melati dikhawatirkan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 22 September 2020

Hotel dan Rusunawa di Nias Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Edy mengatakan, kedelapan gedung yang dijadikan tempat isilasi penanganan Covid-19 itu, seluruhnya memiliki 187 kamar dengan 260 tempat tidur.

NASIONAL | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS