Perburuan Mantan Caleg PDIP, Kinerja KPK Ditagih
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Perburuan Mantan Caleg PDIP, Kinerja KPK Ditagih

Selasa, 29 September 2020 | 19:14 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM


Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditagih terkait pengejaran mantan caleg PDIP, Harun Masiku yang menjadi buronan atas kasus dugaan suap pengurusan antarwaktu (PAW) Anggota DPR. Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 8 Januari 2020 atau delapan bulan lalu, Harun seolah hilang ditelan bumi.

"Kita menolak lupa kepada KPK mengenai keberadaan Harun Masiku. Jangan sampai dalam konteks penindakan ini, KPK tidak juga mencari keberadaan Harun Masiku," kata peneliti ICW, Wana Alamsyah dalam diskusi daring, Selasa (29/9/2020).

Wana menyebut, lembaga antirasuah saat ini tidak lagi memberikan informasi terbaru soal keberadaan Harun Masiku maupun perkembangan perburuannya. Padahal, Harun diduga memiliki peran penting dalam suap kepada Wahyu Setiawan agar KPU menetapkannya sebagai anggota DPR melalui pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Apalagi, Wahyu dan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina telah divonis bersalah dalam perkara tersebut. Wahyu dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, sedangkan Agustiani Tio divonis 4 tahun penjara.

Untuk itu, ICW menegaskan, tak akan berhenti menagih KPK untuk segera menangkap Harun Masiku. Sebab dalam kasus suap PAW Anggota DPR ini hanya Harun Masiku yang belum menjalani persidangan. Kader PDIP yang menjadi perantara suap, Saeful Bahri telah dijebloskan ke Lapas Sukamiskin setelah dijatuhi hukuman 1 tahun 8 bulan pidana penjara.

"KPK dapat mencari Harun Masiku, karena dia diduga menjadi salah satu faktor yang memiliki informasi cukup penting," tegas Wana.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango menegaskan, pihaknya masih terus berupaya memburu Harun Masiku. KPK, kata Nawawi bakal mengevaluasi tim Satgas yang selama ini belum berhasil membekuk Harun yang melarikan diri saat OTT pada 8 Januari 2020 lalu.

"Insyaallah (perburuan Harun Masiku) masih terus dilakukan. Di internal kita coba mengevaluasi kerja dari Satgas yg ada," kata Nawawi saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2020).

Nawawi mengatakan, dari evaluasi itu, tak menutup kemungkinan, KPK akan menambah jumlah personil yang dilibatkan dalam Satgas perburuan Harun Masiku. Tak hanya itu, KPK juga mempertimbangkan untuk mengerahkan satgas pendamping agar pencarian Harun dapat lebih maksimal.

"Kemungkinan untuk menambah personil satgas ataupun menyertakan satgas pendamping," kata Nawawi.

Koordinasi

Di sisi lain, kata Nawawi, KPK terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lain, terutama Kepolisian.
"Kita juga coba terus melakukan koordinasi dengan Polri yang telah menetapkan status DPO terhadap tersangka (Harun Masiku)," katanya.

KPK telah memperpanjang masa pencegahan ke luar negeri terhadap Harun Masiku selema enam bulan ke depan terhitung sejak Jumat (10/7/2020). Perpanjangan masa pencegahan ke luar negeri itu dilakukan karena KPK tak kunjung menangkap Harun Masiku.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Suap itu diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDI-P atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah menjalani proses persidangan.

Saeful Bahri telah dijatuhi hukuman 1 tahun 8 bulan pidana penjara, sementara Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio telah dijatuhi hukuman masing-masing 6 tahun dan 4 tahun pidana penjara. Sedangkan, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.

Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun seolah hilang ditelan bumi. Ditjen Imigrasi sempat menyebut calon anggota DPR dari PDI-P pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali.

Pada 16 Januari Menkumham, yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan, Harun belum kembali ke Indonesia. Padahal, pemberitaan media nasional menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 yang dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya Harun ke Indonesia, belakangan imigrasi meralat informasi dan menyatakan Harun telah kembali ke Indonesia. Meski dipastikan telah berada di Indonesia, KPK dan kepolisian hingga kini belum berhasil menangkap Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai buronan atau daftar pencarian orang (DPO).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Di Hadapan Komisi III, Kapolri Beberkan Upaya Jajarannya pada Masa Pandemi

Satgas Preventif melakukan operasi Aman Nusa-2 dengan terus melakukan patroli di wilayah rawan penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 30 September 2020

Pinangki Tegaskan Tak Pernah Sebut Nama ST Burhanuddin dan Hatta Ali

Dalam eksepsi itu, Pinangki menegaskan tidak ada hubungan dengan ST Burhanuddin dan Hatta Ali

NASIONAL | 30 September 2020

Kabupaten Ngada, Contoh Penyelenggaraan Pilkada yang Aman dari Covid-19

Caranya dalah mewajibkan para paslon mengucapkan ikrar pakta integritas penerapan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 selama pilkada

NASIONAL | 29 September 2020

Hakim Minta Pinangki Tak Diborgol Saat Masuk Ruang Persidangan

Borgol dan rompi oranye yang dikenakan Pinangki baru dilepas di hadapan Hakim. Majelis Hakim berharap kejadian serupa tidak terulang dalam sidang berikutnya

NASIONAL | 30 September 2020

Dikritik Kerap "Sunat" Hukuman Koruptor, MA Tegaskan Independensi Hakim

Indenpendensi hakim tak dapat dipengaruhi oleh pihak manapun.

NASIONAL | 30 September 2020

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Jambi Berlakukan Kembali Jam Malam

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengintensifkan operasi yustisi untuk meningkatkan ketaatan warga masyarakat dan dunia usaha terhadap protokol kesehatan.

NASIONAL | 29 September 2020

Tamliha: Nilai Film G30S Masih Diperlukan

Pemberontakan PKI harus diterima sebagai fakta sejarah dan tidak boleh terulang kembali. Maka masyarakat perlu mengetahui tentang kekejaman yang pernah terjadi.

NASIONAL | 30 September 2020

Pinangki Bakal Sampaikan Keberatan Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Pinangki merasa keberatan didakwa JPU telah menerima suap US$ 500.000 dari Djoko Tjandra.

NASIONAL | 30 September 2020

Puan Minta Kepentingan Pekerja Tak Dirugikan dalam Omnibus Law

Omnibus Law bukan hanya untuk pemerintah saat ini, tetapi untuk kepentingan bangsa dan negara saat ini dan di masa depan.

NASIONAL | 30 September 2020

Bobby Janji Hancurkan Peredaran Narkoba di Medan

Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution berjanji untuk bersama dengan kalangan muda, tokoh masyarakat, pemuka agama, untuk bisa menghancurkan peredaran narkoba

NASIONAL | 29 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS