MAKI Minta Nama yang Disebut Dalam Pledoi Terdakwa Jiwasraya untuk Diperiksa
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-16.44)   |   COMPOSITE 5783.33 (-154.49)   |   DBX 1064.04 (-4.55)   |   I-GRADE 168.858 (-5.81)   |   IDX30 499.932 (-18.9)   |   IDX80 131.904 (-4.75)   |   IDXBUMN20 373.781 (-16.14)   |   IDXG30 136.463 (-4.75)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-17.06)   |   IDXQ30 146.101 (-5.39)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.82)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.28)   |   IDXV30 127.988 (-5.51)   |   INFOBANK15 983.467 (-27.66)   |   Investor33 429.105 (-14.38)   |   ISSI 169.797 (-4.67)   |   JII 620.069 (-22.17)   |   JII70 213.196 (-7.05)   |   KOMPAS100 1177.3 (-37.56)   |   LQ45 920.112 (-33.11)   |   MBX 1606.46 (-48.15)   |   MNC36 321.125 (-11.18)   |   PEFINDO25 316.867 (-7.74)   |   SMInfra18 295.49 (-12.7)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-11.92)   |  

MAKI Minta Nama yang Disebut Dalam Pledoi Terdakwa Jiwasraya untuk Diperiksa

Rabu, 30 September 2020 | 20:41 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman meminta aparat penegak hukum memeriksa pihak-pihak yang mengetahui dan diduga ikut terlibat dalam praktik manipulasi laporan keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), seperti yang diungkapkan Hary Prasetyo, Direktur Keuangan Jiwasraya periode 2008-2018 yang menjadi salah satu terdakwa perkara dugaan korupsi Jiwasraya.

Dalam pleidoi atau nota pembelaa yang dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (29/9/2020) kemarin, Hary mengakui dirinya bersama mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim, telah melakukan manipulasi laporan keuangan atau window dressing sejak pertama kali ditunjuk sebagai pimpinan Jiwasraya pada 2008 silam.

Praktik manipulasi laporan keuangan atau window dressing Jiwasraya ini, kata Hary, diketahui oleh jajaran Kementerian BUMN selaku pemegang saham dan pejabat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas.

"Semoga dari nota pembelaan terdakwa kemarin aparat penegak hukum bisa membongkar secara terang-benderang kasus korupsi Jiwasraya," kata Boyamin kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Terkait pernyataan Hary Prasetyo di dalam nota pembelaannya, Boyamin menyatakan, sudah seharusnya terdakwa lain yakni Syahmirwan juga mengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi di Jiwasraya tanpa melakukan distorsi informasi. Hal ini lantaran, dalam pleidoi yang dibacakan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya itu disebutkan penyebab masalah Jiwasraya adalah kebijakan yang diambil Direksi baru periode 2018-2023.

Pernyataan Syahmirwan itu dinilai tidak masuk akal karena Kementerian BUMN telah melakukan pergantian direksi sebanyak tiga kali sejak mencopot Hendrisman dan Hary Prasetyo dari kursi pimpinan Jiwasraya. Tiga kali perrgantian Direktur Utama Jiwasraya, yakni Muhammad Zamkhani pada Januari 2018, Asmawi Syam pada Mei 2018 yang mulai berlaku efektif pada Agustus 2018 dan selanjutnya Hexana Tri Sasongko pada November 2018 yang baru efektif pada Januari 2019.

"Pergantian-pergantian ini menunjukkan bahwa saat itu pemerintah sudah mengetahui kondisi Jiwasraya yang sesungguhnya. Saya yakin jika terdakwa masih di Jiwasraya, tentunya Jiwasraya akan jebol dan gagal bayar juga," ungkap Boyamin.

Selain praktik window dressing, Boyamin menyatakan, faktor yang menyebabkan Jiwasraya memiliki utang hingga Rp 54 triliun per Juli 2020 juga dilatarbelakangi oleh keberadaan produk-produk asuransi dengan bunga pasti yang tinggi. Masalah Jiwasraya pun kian bertambah ketika manajemen lama menempatkan portofolio investasi Jiwasraya pada saham-saham gorengan milik terdakwa lainnya yakni Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat.

Akibatnya, pada saat nasabah ingin mencairkan dananya, manajemen Jiwasraya sudah tidak memiliki aset yang likuid hingga akhirnya mengalami gagal bayar di era Asmawi Syam pada Oktober 2018 dan mengalami kerugian Rp 16,8 triliun mengacu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Di fase inilah letak permasalahan yang menjadi pokok perkara dari dugaan korupsi di Jiwasraya.

"Jika mengacu (Perma) MA mengenai tuntutan atas kerugian negara dengan angka di atas Rp 100 miliar harusnya semua terdakwa dituntut seumur hidup. Begitu juga dengan Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat yang menikmati uang lebih dari Hary Prasetyo dan Syahmirwan," kata Boyamin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelaku UMKM Dituntut Mampu Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19

Kitong Bisa Enterprise dan PT Pertamina (Persero) Mor 8 di Ternate menggelar pelatihan UMKM Naik Kelas.

NASIONAL | 30 September 2020

Muspida Medan Gelar Deklarasi Damai

Musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Medan menggelar deklarasi damai kampanye pilkada.

NASIONAL | 30 September 2020

MA "Sunat" Hukuman Eks Ketum Demokrat Anas Urbaningrum

Mahkamah Agung (MA) kembali mengurangi hukuman narapidana kasus korupsi melalui putusan peninjauan kembali (PK).

NASIONAL | 30 September 2020

Selama 2020, Polri Selamatkan Uang Negara Rp 3,6 Triliun

Total kerugian negara sebenarnya mencapai Rp 7,3 triliun, namun yang berhasil diselamatkan Polri sebesar Rp 3,6 triliun.

NASIONAL | 30 September 2020

Hasil Uji Efektivitas Vaksin Covid-19 Diproyeksikan Akhir Januari 2021

Harapannya, timnya bakal mendapatkan data awal dari 540 relawan untuk dipastikan pengecekan terkait efektivitas pembentukan antibodi dan imunitas.

NASIONAL | 30 September 2020

Buruh Akan Mogok Nasional, Polri: Jangan Terprovokasi

Rencana mogok masal itu akan dilakukan selama tiga hari dimulai pada tanggal 6 Oktober 2020 dan diakhiri pada saat sidang paripurna 8 Oktober 2020

NASIONAL | 30 September 2020

Punya Potensi Hutan Mangrove, Teluk Bintuni Siap Jadi Produsen Olahan Seafood

Cooking Live Show disiarkan langsung setiap Sabtu dari 5 September hingga 7 November pukul 15.00 - 16.00 WIB di saluran YouTube (aT Jakarta).

NASIONAL | 30 September 2020

Riset Kebencanaan Kenali Potensi dan Minimalkan Risiko

Dengan mengetahui ancaman dan potensi, protokol kebencanaan harus ditingkatkan guna meminimalkan risiko.

NASIONAL | 30 September 2020

Simulasi Tatap Muka di Jateng Sukses, Jumlah Siswa dan Sekolah Ditambah

Simulasi sekolah tatap muka di Jawa Tengah dinilai sukses, sehingga Gubernur Ganjar Pranomowo menambah jumlah siswa dan sekolah pada lanjutan simulasi.

NASIONAL | 30 September 2020

Penelitian ITB: Tsunami 20 Meter Mungkin Terjadi

Gelombang tsunami setinggi 20 meter di pantai Selatan Jawa dapat terjadi apabila dua segmen megathrust pecah secara bersamaan.

NASIONAL | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS