Lawan Radikalisme, Pemuka Agama Diminta Bina Terpidana Terorisme
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-17.99)   |   COMPOSITE 5783.33 (-162.95)   |   DBX 1064.04 (-3.52)   |   I-GRADE 168.858 (-6.35)   |   IDX30 499.932 (-20.46)   |   IDX80 131.904 (-5.05)   |   IDXBUMN20 373.781 (-16.94)   |   IDXG30 136.463 (-5.07)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-17.47)   |   IDXQ30 146.101 (-5.82)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.69)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.52)   |   IDXV30 127.988 (-5.61)   |   INFOBANK15 983.467 (-30.4)   |   Investor33 429.105 (-15.66)   |   ISSI 169.797 (-5.07)   |   JII 620.069 (-24.81)   |   JII70 213.196 (-7.42)   |   KOMPAS100 1177.3 (-40.52)   |   LQ45 920.112 (-35.48)   |   MBX 1606.46 (-51.44)   |   MNC36 321.125 (-12.05)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.18)   |   SMInfra18 295.49 (-12.78)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.14)   |  

Lawan Radikalisme, Pemuka Agama Diminta Bina Terpidana Terorisme

Rabu, 30 September 2020 | 19:15 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Romli Atmasasmita meminta tokoh agama terutama yang berkomitmen terhadap Pancasila dan UUD 1945 untuk turun ke Lembaga Pemasyarakatan dan membina para narapidana kasus terorisme.

Menurutnya, pembinaan ini penting sebagai upaya melawan dan mencegah penyebaran paham radikalisme yang berujung pada aksi terorisme.

"Saya harapkan tokoh-tokoh agama jangan banyak bicara di TV. Turun ke bawah itu yang ada di bawah yang ditahan di penjara itu, tokoh-tokoh itu. Kalau mereka keluar (penjara) menjadi muslim yang betul-betul warga Negara Republik Indonesia," kata Romli dalam diskusi daring 'Organisasi dan Paham Terlarang: Ancaman Kehidupan Berbangsa', Rabu (30/9/2020).

Romli menyatakan, aturan perundang-undangan di Indonesia sudah cukup memadai membendung penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Namun, kata Romli, aturan perundang-undangan mulai dari UU Ormas hingga UU Terorisme hanya membatasi ruang gerak penyebaran paham radikalisme atau paham lain yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Perangkat penegak hukum, terutama kepolisian hanya akan bergerak ketika ada pelanggaran. Untuk itu, menurut Romli, aturan perundang-undangan akan berjalan optimal jika dibantu dengan tokoh-tokoh agama untuk menyadarkan para terpidana terorisme.

"Di Indonesia, teroris itu anak bangsa juga yang sesat. Nah ini bagaimana yang sesat menjadi tidak sesat ini bukan ahli hukum, tapi ahli agama," katanya.

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Romli mengatakan, pembinaan terhadap narapidana kasus terorisme masih sangat minim.

Akibatnya, penyebaran paham radikalisme terus berlangsung di lingkungan lapas. Bahkan, terdapat petugas lapas yang terpapar paham radikalisme.

"Kalau tidak ada pembinaan, dia bukannya semakin baik. Sudah tambah benci, makin benci lagi. Ini persoalan yang namanya menghadapi yang ancaman dari aliran-aliran pemikiran radikal ini," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Aktivis Perempuan Harap 14 Persen Masyarakat yang Percaya Kebangkitan PKI Tidak Bertambah

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan periode 2010-2014 Yuniyanti Chuzaifah merasa senang dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

NASIONAL | 30 September 2020

Kapolri Tidak Ingin Direktur Narkoba Kayak Ayam Sayur

Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan tetap berkomitmen dan tak pernah mencabut perintah untuk menindak tegas para bandar narkoba.

NASIONAL | 30 September 2020

MAKI Minta Nama yang Disebut Dalam Pledoi Terdakwa Jiwasraya untuk Diperiksa

Sudah seharusnya terdakwa lain yakni Syahmirwan juga mengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi di Jiwasraya tanpa melakukan distorsi informasi

NASIONAL | 30 September 2020

Pelaku UMKM Dituntut Mampu Berinovasi di Tengah Pandemi Covid-19

Kitong Bisa Enterprise dan PT Pertamina (Persero) Mor 8 di Ternate menggelar pelatihan UMKM Naik Kelas.

NASIONAL | 30 September 2020

Muspida Medan Gelar Deklarasi Damai

Musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Medan menggelar deklarasi damai kampanye pilkada.

NASIONAL | 30 September 2020

MA "Sunat" Hukuman Eks Ketum Demokrat Anas Urbaningrum

Mahkamah Agung (MA) kembali mengurangi hukuman narapidana kasus korupsi melalui putusan peninjauan kembali (PK).

NASIONAL | 30 September 2020

Selama 2020, Polri Selamatkan Uang Negara Rp 3,6 Triliun

Total kerugian negara sebenarnya mencapai Rp 7,3 triliun, namun yang berhasil diselamatkan Polri sebesar Rp 3,6 triliun.

NASIONAL | 30 September 2020

Hasil Uji Efektivitas Vaksin Covid-19 Diproyeksikan Akhir Januari 2021

Harapannya, timnya bakal mendapatkan data awal dari 540 relawan untuk dipastikan pengecekan terkait efektivitas pembentukan antibodi dan imunitas.

NASIONAL | 30 September 2020

Buruh Akan Mogok Nasional, Polri: Jangan Terprovokasi

Rencana mogok masal itu akan dilakukan selama tiga hari dimulai pada tanggal 6 Oktober 2020 dan diakhiri pada saat sidang paripurna 8 Oktober 2020

NASIONAL | 30 September 2020

Punya Potensi Hutan Mangrove, Teluk Bintuni Siap Jadi Produsen Olahan Seafood

Cooking Live Show disiarkan langsung setiap Sabtu dari 5 September hingga 7 November pukul 15.00 - 16.00 WIB di saluran YouTube (aT Jakarta).

NASIONAL | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS