Kasus Penembakan Pendeta Zanambani, PSI Papua: Bentuk Tim Independen
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.34)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.96)   |   DBX 1076.27 (11.92)   |   I-GRADE 169.305 (0.55)   |   IDX30 499.8 (-0.92)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.01)   |   IDXG30 135.455 (0.05)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.98)   |   IDXQ30 146.053 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.27)   |   IDXV30 131.098 (-0.19)   |   INFOBANK15 988.482 (5.02)   |   Investor33 429.242 (-0.7)   |   ISSI 170.543 (-0.37)   |   JII 620.021 (-3.74)   |   JII70 214.017 (-1.07)   |   KOMPAS100 1185.8 (-0.19)   |   LQ45 922.358 (-1.18)   |   MBX 1613.53 (0.24)   |   MNC36 321.576 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.335 (-2.97)   |   SMInfra18 295.407 (1.45)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.28)   |  

Kasus Penembakan Pendeta Zanambani, PSI Papua: Bentuk Tim Independen

Kamis, 1 Oktober 2020 | 21:55 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM

Jakarta, Beritasatu.com -Partai Solidaritas Indonesia melalui Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Papua (DPW PSI Papua) Karmin Lasuliha menyampaikan rasa belasungkawa dan mengutuk keras atas penembakan yang menyebabkan meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, pada 19 September 2020 lalu.

Menurutnya, ini adalah kejahatan kemanusiaan yang harus segera diusut tuntas. Semua stakeholder harus bekerja sama agar kasus penembakan yang terjadi bisa selesai secara terang benderang, keluarga korban diberikan jaminan dalam kelangsungan hidup mereka.

“Kasus ini harus segera diusut tuntas, jangan saling melempar soal, setiap kita pasti prihatin atas penembakan yang terjadi, bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkan harus dijamin kelangsungan hidup mereka bukan untuk saat ini saja tapi ke depannya seperti apa, kasus penembakan ini adalah kejahatan kemanusiaan, terlebih yang menjadi korban adalah seorang hamba Tuhan, ini harus diungkap dengan terang” ujar Karmin, dalam keterangannya, Kamis (1/10/2020)

Lanjutnya, sebagai partai politik yang mengkampanyekan rasa solidaritas terhadap sesama, PSI akan terus mengawal untuk mendorong penyelesaian kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya. Karmin berpendapat bahwa PSI sangat mendukung pernyataan ketua Sinode GKII terkait pengusutan tuntas kasus penembakan dan penanganan pengungsi akibat itu.

“kami berkewajiban bersolider, kami mendukung pernyataan pak pdt. Daniel Ronda untuk mendorong penyelesaian kasus ini, sudah sejauh mana penanganannya juga para pengungsi yang saat ini menjadi masalah baru sebagai dampaknya" jelas Karmin Lasuliha.

Menurutnya, bahwa saat ini terjadi kesimpangsiuran baik di media social maupun di media konvensional dan semua pemberitaan itu terus digulirkan, tuduhan saat ini mengarah kemana-mana. Untuk itu PSI mendukung negara untuk membentuk Tim Independen dalam menyelesaikan kasus penembakan yang terjadi agar masyarakat merasa aman.

“ya, pemberitaan membuat kebingungan pada masyarakat, tuduhan kemana-mana tanpa ada kejelasan dan ini sangat membahayakan, saya setuju bahwa tim independen sudah dibentuk untuk mengungkap kebuntuan biar lebih terang siapa pelakunya, yang jelas akibat kasus ini tentu akan menimbulkan rasa was-was dalam aktifitas masyarakat terutama di wilayah pelosok”, tegas Karmin.

Sebagaimana yang terjadi di tengah-tengah kesulitan masyarakat saat ini, semua orang harus saling membantu, berempati dan saling mengisi satu dan lainnya malah ada insiden. “kita sudah di hantam virus yang membuat situasi makin sulit, kenapa bukannya saling membantu malah situasi makin dikeruhkan dengan terjadi kasus penembakan” tutup Karmin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bobby Nasution Bangun Strategi Bangkitkan UMKM di Medan

Bobby Nasution - Aulia Rahman, membuat aplikasi kolabin.id untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Tracing Kontak Covid-19 di Indonesia Masih Lemah

Pelacakan akan efektif kalau dilakukan 24 jam sejak orang yang terpapar bergejala.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Mahfud MD: Tidak Ada Rencana Akhiri Otsus Papua

Menko Polhukam mengemukakan bahwa tidak ada niat atau rencana pemerintah untuk mengakhiri status Otonomi Khusus (Otsus) di Papua.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Rempah dan Ikan Nila Sulut Tembus Pasar Jepang, Olly: Kita Tidak Menyerah Saat Pandemi

Dampak pandemi Covid-19 yang ikut menyasar sektor ekonomi, disiasati dengan berbagai terobosan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Hadirkan Teman Bus, Kemhub Gandeng Kempupera dan Korlantas Polri

Kemhub bekerja sama dengan Kempupera dan Korlantas Polri dalam penerapan program Buy the Service (BTS).

NASIONAL | 25 September 2020

Moeldoko Sebut KAMI Hanya Sekumpulan Orang yang Miliki Kepentingan

Moeldoko megatakan, selama gagasan yang diberikan KAMI bagus, pemerintah menerimanya namun jika mengarah ke pemaksaan kepentingan, pemerintah tak tinggal diam

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Apresiasi Terbitnya Perpres 98/2020, DPR: Nasib Tenaga Honorer Menjadi Jelas

Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda mengapresiasi terbitnya Peraturan Presiden (perpres) 98/2020.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Tak Terima Hasil Pengumuman CPNS, Massa Bakar Kantor Pemerintah di Keerom

Ratusan massa membakar kantor pemerintahan di Kabupaten Keerom, Papua karena tak terima dengan hasil pengumuman tes CPNS, Kamis (1/10/2020) sekitar 16.16 WIT.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Penanganan Pandemi Covid-19 di Sumut Semakin Terkendali

Gugus tugas masih melakukan penyekatan untuk beberapa wilayah yang menjadi penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Ini Alasan Pemerintah Memprioritaskan Penanganan Covid-19 di Aceh dan Banten

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menerangkan alasan Provinsi Banten dan Aceh masuk ke dalam provinsi prioritas.

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS