Sering Ungkap Kasus Besar, TPDI Duga Boyamin Saiman Dilindungi Kekuatan Besar
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Sering Ungkap Kasus Besar, TPDI Duga Boyamin Saiman Dilindungi Kekuatan Besar

Selasa, 6 Oktober 2020 | 23:30 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Sepak terjang Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menjadi pembicaraan publik belakangan ini. Kiprah MAKI semaikin meroket seiring terkuaknya kasus terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Sugiarto Tjandra.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menduga ada kekuatan besar yang berada di belakang Koordinator MAKI, Boyamin Saiman. Petrus mengindentifikasi sejumlah kelompok pelindung Boyamin Saiman ini. Salah satunya, kelompok yang secara langsung atau tidak langsung terkait dengan kasus yang membelit Djoko Tjandra dkk.

“Mungkin dia dapat back up dari pejabat tinggi kita yang tengah berkuasa. Mereka ingin, kelompok-kelompok yang bermain dalam kasus Djoko Tjandra ini dibersihkan, termasuk yang ada di Kejaksaan, Mabes Polri dan lain-lain," ujar Petrus di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Petrus menjelaskan, Boyamin Saiman tidak mungkin bernyali seperti ini tanpa dukungan.

“Kalau dia tidak dapat back up, saya yakin, dia tidak punya nyali untuk membongkar kasus-kasu besar di republik ini,” tandas dia.

Menurut Petrus, indikasi adanya bekingan terhadap Boyamin tercermin dari data-daya yang diperolehnya. Putra asal Solo ini, kata dia, memperoleh data yang sifatnya rahasia yang tidak mudah diperoleh oleh siapapun.

“Data-data yang dimiliki sangat akurat. Bahkan data yang bersifat rahasiapun diperolehnya. Jadi, kalau tidak punya backingan, mana mungkin dia dapatkan data A1 seperti itu,” ungkap dia.

Diapresiasi

Lebih lanjut, TPDI terus mendorong langkah MAKI membongkar dugaan keterlibatan petinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus Djoko Sugiarto Tjandra.

“Kita apresiasi apa yang dilakukan Boyamin Saiman (Koordinator MAKI-red) ini. Hal ini penting agar jangan sampai memunculkan kesan ada diskriminasi dalam penegakan hukum di Indonesia,” tegasnya.

Petrus juga berharap agar MAKI tidak hanya mengurusi kasus-kasus kelas teri. Tetapi kasus besar yang diduga melibatkan oknum Kejaksaan maupun oknum jenderal polisi juga harus dibongkar.

“Saya harapkan, Pak Boyamin Saiman, bongkar semua kasus hukum yang diduga melibatkan aparat penegak hukum, baik di Kepolisian maupun Kejaksaan. Jangan sampai hukum itu tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” tandas dia.

Menurutnya, kasus hukum yang menjerat jaksa Pinangki Sirna Malasari harus menjadi pintu masuk untuk membuka kotak pandora di lingkungan Gedung Bundar. Pasalnya, kata Petrus, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa aparat penegak hukum menjadi bagian dari ruwetnya persoalan hukum di Indonesia.

Petrus melihat, tidak mudah bagi MAKI untuk membongkar kasus yang terjadi di Kejaksaan Agung. Termasuk membuka dugaan keterlibatan petinggi Kejaksaan.

“Ini yang saya lihat, memang agak alot ini membongkar ke atas. Dan saya kira, dia tahu, siapa saja yang terlibat. Ini mungkin gaya Jawa yah tidak vulgar. Jadi, gigitnya pelan-pelan. Dan gigit yang paling lemah. Padahal, kita berharap dia menggigit ke atas, ke kiri dan ke kanan. Jangan hanya gigit ke bawah saja. Semua harus disikat,” jelas dia.

Petrus mendukung langkah MAKI membuka kasus di Kejagung hingga ke akar-akarnya. Menurut dia, siapapun yang terlibat, harus dijebloskan ke penjara. Dia berharap, upaya membongkar kasus ini jangan setengah hati. Targetnya, otak intelektualnya dibawa ke ranah hukum.

“Jangan hanya Jaksa rendahan yang dijadikan 'tumbal'. Sementara terduga yang lain, dibiarkan. Ini tidak adil. Saya harap MAKI bisa ungkap otak intelektual kasus Djoko Tjandra. Kami juga harap agar kasus ini dibuka dan ada transparansi. Tangkap dan penjarakan aktor intelektualnya,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tolak UU Cipta Kerja, KRPI Akan Ajukan Judicial Review ke MK

KRPI akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menolak seluruh isi klaster ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Berantas Korupsi, KPK Gandeng LAN

Upaya pencegahan korupsi harus dilakukan secara masif dan berkesinambungan terutama di kalangan birokrasi.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

KPK Bakal Temui MA Bahas Fenomena "Sunatan Massal" Koruptor Lewat PK

KPK berencana bertemu MA untuk membahas fenomena atau tren pengurangan masa hukuman (sunatan massal) terpidana perkara korupsi melalui putusan PK.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Baleg DPR Sebut UU Cipta Kerja Dorong Penyiaran Digital

Manfaat penyiaran digital, yaitu adanya keberagaman isi dan ragam siaran, keberagaman kepemilikan serta frekuensi analog yang lancar.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Ubah Budaya Kerja, Perpusnas Tanda Tangani Piagam Zona Integritas

Zona Integritas merupakan bagian dari strategi nasional pencegahan korupsi.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

BMKG Gelar Latihan Mitigasi Hadapi Tsunami

IOWave sangat penting dilaksanakan untuk mengevaluasi rantai peringatan dini tsunami.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Antisipasi Krisis Pangan, FKK Himagri Harap Petani Indonesia Siapkan Cadangan Logistik

FKK Himagri mengharapkan petani mampu mempersiapkan cadangan logistik untuk mengantisipasi kemungkinan krisis pangan dimasyarakat akibat pandemi ini.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Gebyar Layang-Layang Batik Kemdes PDTT Pecahkan Rekor Dunia

Kegiatan Gebyar Layang-Layang Batik berhasil memecahkan rekor dunia untuk kategori Siaran Langsung Menerbangkan Layang-layang secara Daring di Tempat Terbanyak.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Viral Joget Dangdut di Kafe, Bima Arya Bantah Langgar Protokol Kesehatan

Menanggapi video, Bima Arya mengatakan aksinya dilakukan saat menghadiri acara keluarga dan ia diminta untuk bernyanyi.

NASIONAL | 6 Oktober 2020

Aksi Unjuk Rasa Massa di Bandung Ricuh, 10 Orang Ditangkap

Kericuhan terjadi saat massa pemuda kembali ke depan DPRD Jabar setelah sebelumnya menutup jalan layang Pasteur-Surapati.

NASIONAL | 6 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS