Gubernur Lemhannas: Ketahanan Ideologi Pancasila Kembali Diuji
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Gubernur Lemhannas: Ketahanan Ideologi Pancasila Kembali Diuji

Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:49 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / WM

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen (Purn) Agus Widjojo menegaskan, ketahanan ideologi Pancasila kembali diuji ketika dunia masuk pada era globalisasi. Dikatakan, banyak ideologi alternatif merasuki ke dalam segenap sendi-sendi bangsa melalui media informasi yang dapat dijangkau oleh seluruh anak bangsa.

"Kondisi bangsa yang dinamis dihadapkan pada tantangan. Di satu sisi, menuntut adanya kewaspadaan nasional terhadap ideologi baru. Namun di sisi lain menuntut adanya nilai-nilai tertentu pancasila yang adaptif terhadap ide-ide baru globalisasi, sehingga berdampak positif bagi kehidupan bangsa,” kata Agus, di gedung Lemhannas, Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Lemhannas menggelar round table discussion Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) bertajuk “Mencari Bentuk Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Era Globalisasi”. Diskusi ini merupakan lanjutan dari FGD yang digelar pada 9 Maret dan 14 September 2020 dengan mengundang para pakar, akademisi, dan para stakeholders terkait.

Kemudian dilanjutkan dengan FGD di Jawa Barat (Jabar) pada 12-13 Agustus 2020 dan Jawa Tengah pada 30 September-1 Oktober 2020. “Pada tahun ini, Lemhannas melakukan pengkajian strategis yang berlokus di Bandung dan Semarang, Karena keduanya memiliki karakteristik masyarakat yang dinamis dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sesuai kebudayaan,” ujar Agus.

Agus menegaskan, Pancasila sejatinya merupakan ideologi terbuka dalam menyerap nilai-nilai baru yang bermanfaat bagi keberlangsungan hidup bangsa. Pancasila pada waktu proses perumusannya merupakan suatu pergumulan ide yang bercermin dari bangsa/negara lain yang sudah eksis berdiri, mampu bertahan, dan memiliki landasan filosofis. Pancasila akhirnya menjadi dasar negara.


Persaingan

Agus berpendapat, pada era global persaingan tidak bersifat mutlak, tetapi lebih kepada hegemoni yang merasuki kebijakan maupun gaya hidup. Diiringi arus produk dan informasi. Apabila indonesia tidak cermat, lanjut Agus, maka masyarakat cenderung ikut arus hegemoni ideologi luar tersebut. Sementara ideologi asli bangsa Indonesia sendiri yakni Pancasila malah terlupakan.

Agus menuturkan, teknologi sebagai “perpanjangan tangan” kepentingan ideologi negara yang dapat memengaruhi pemikiran dan perilaku masyarakat negara lain, menjadi sebuah fenomena khusus. Hal ini memerlukan antisipasi sejak dini. Kemenangan persaingan teknologi antar negara-negara yang mempunyai ideologi bertentangan akan menyasar nilai-nilai hakiki Pancasila.

Agus menyatakan, fenomena generasi milenial yang melek teknologi, membawa kemajuan di bidang kehidupan masyarakat. Di sisi lain penanaman nilai Pancasila dapat dikatakan mulai ditinggalkan. “Munculnya konten video yang tidak mendidik dan cenderung membahayakan keselamatan, tentunya bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” kata Agus.

Menurut Agus, bangsa Indonesia harus cermat dan berhati-hati dalam memaknai tren khilafah saat ini. Pasalnya sangat tipis antara ajaran agama dengan ambisi politik segelintir kelompok yang ingin mendirikan negara berasaskan islam berdasarkan kepentingannya. Terbentuknya ISIS pada awalnya juga berawal dari semangat memperjuangkan Islam, tetapi di balik itu ternyata ada motif ekonomi-politik.

“Menteri pertahanan ri periode 2015-2019, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada tahun 2019 memaparkan bahwa ada sekitar 23,4% mahasiwa dan 23,3% di tingkat sma setuju dengan jihad dan memperjuangkan negara islam atau khilafah. Sementara itu yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila tercatat sebesar 18,1% dari unsur pegawai swasta, 19,4% PNS, 9,1% unsur pegawai BUMN,” ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Libur Panjang, Belasan Bus di Malang Tidak Layak Beroperasi

Petugas menemukan kondisi roda ban bus yang tidak layak pakai.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Libur Panjang, Tiket KA Jarak Jauh di Stasiun Malang Habis

Sebanyak 70% jumlah penumpang telah memenuhi kapasitas sesuai kuota yang ditetapkan selama pandemi Covid-19.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

BPK: Keberhasilan Instansi Pemerintah Tidak Hanya Peraihan Opini WTP

BPK menegaskan keberhasilan instasi pemerintah tak hanya peraihan opini WTP, tetapi peningkatan kinerja dalam pelayanan publik dan pencapaian tujuan bernegara.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

Ini Pernyataan Kempora soal Peluncuran Mandalika Racing Team Indonesia

Kempora belum dapat mengizinkan adanya penyelenggaraan jumpa pers peluncuran Mandalika Racing Team Indonesia pada tanggal 28 Oktober di kompleks Kempora.

NASIONAL | 28 Oktober 2020

PDIP Gelar Wayang Kulit, Berharap Pemuda Makin Optimistis Hadapi Covid-19

Kaum muda akan maju jika terus menggembleng diri dengan penuh semangat mengusai ilmu pengetahuan dan teknologi.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Pemuda Bersatu dan Bangkit di Tengah Krisis Pandemi

Hari Sumpah Pemuda mengandung pesan untuk generasi muda sebagai harapan suatu bangsa yang juga berperan penting melawan Covid-19.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

BNPT Deklarasi Kesiapsiagaan Pencegahan Terorisme

BNPT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencegah tindak pidana terorisme.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

UU Cipta Kerja Mendorong Investasi Ramah Lingkungan

Investasi ramah lingkungan dinilai penting untuk mewujudkan ekonomi berkelanjutan.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Minta Daerah Antisipasi Daerah Wisata saat Libur Panjang

Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat untuk berada di rumah saat libur panjang.

NASIONAL | 27 Oktober 2020

Tahun Depan, Kemsos Kaji Perpanjangan Bansos Covid-19

Saat ini Kemsos masih konsentrasi pada penyaluran bansos tahun ini dengan alokasi Rp 134 triliun.

NASIONAL | 27 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS