Mantan Komisioner KPU: Jangan Klaim Sudah Jadi Pemenang Definitif, Hormati KPU
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Mantan Komisioner KPU: Jangan Klaim Sudah Jadi Pemenang Definitif, Hormati KPU

Jumat, 19 April 2019 | 23:53 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hadar Nafis Gumay mengimbau peserta Pemilu diharapkan tidak mengklaim diri sebagai pemenang definitif dan menempuh jalur hukum yang telah disediakan terkait sengketa hasil pemilu.

Dari hasil perhitungan cepat sementara oleh berbagai lembaga survei, pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 01, yakni pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin mengungguli pesaingnya di Pilpres 2019 dengan angka 54,5%. Sementara paslon nomor urut 02 memperoleh 45,5% suara.

Sejak hasil quick count diumumkan tanggal 17 April, kubu Prabowo-Sandi tercatat sudah berkali-kali mengklaim kemenangan dengan angka 62 persen dari hasil perhitungan internal kubu mereka.

“Baiknya pihak-pihak peserta ini, terutama para pimpinan jangan mengklaim mereka sudah definite sebagai pemenang karena itu bisa menciptakan situasi yang negatif, bisa menimbulkan emosi yang berlebihan,” ujar Hadar, yang juga pendiri lembaga peneliti Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Jumat (19/4/2019).

“Merasa menang ternyata tidak nanti menimbulkan kekecewaaan luar biasa dikalangan pendukung, yang sebetulnya tidak perlu,” tambahnya.

Hadar mengimbau politisi dan peserta pemilu menghormati KPU dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengikuti prosedur hukum yang tersedia dengan menunggu hasil resmi yang ditetapkan oleh penyelenggara Pemilu.

“Ditetapkan dulu oleh KPU tentang hasil Pemilu ini. Begitu ditetapkan oleh KPU setelah itu diberikan waktu tiga hari kepada pihak-pihak yang tidak puas. Permohonan sengketa itu disampaikan kepada Mahkamah Konstitusi, nanti di MK itu akan diproses,” ujar mantan dosen ilmu sosiologi di FISIP UI ini.

Ia menambahkan, keputusan MK adalah keputusan yang final, mengikat, tidak bisa digugat atau disengketakan kembali.

Terkait tuduhan dari paslon 02 bahwa para penyelenggara survei telah melakukan manipulasi, Hadar menyarankan hal tersebut disampaikan ke asosiasi lembaga-lembaga quick count ini apakah ada pelanggaran kode etik sebagai lembaga yang melaksanakan quick count.

“Yang paling penting adalah kita jangan merasa paling menang,” ulangnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Data Pemilu Transparan, Upaya Bohongi Rakyat Dinilai Perlu Dihentikan

Setelah surat suara Pemilu 2019 selesai dihitung di Tempat Pemungutan Suara, selanjutnya dituangkan dalam formulir C1 dan C1 Plano.

POLITIK | 19 April 2019

Soal Hasil Pilpres 2019, Garda Matahari Serukan Istiqomah Konstitusi

oordinator Garda Matahari Azrul Tanjung menyerukan istiqomah konstitusi dalam menyikapi hasil Pilpres 2019.

POLITIK | 19 April 2019

BPN Tantang Lembaga Survei Beberkan Sumber Dana untuk Survei

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menantang lembaga-lembaga survei membeberkan sumber dana yang mereka terima untuk melakukan survei.

POLITIK | 19 April 2019

Pengamat UI: Menyerahlah pada Kedaulatan Rakyat

Pengamat politik UI Donny Gahral Adian menegaskan, melakukan mobilisasi massa untuk memaksakan kehendak di luar jalur hukum adalah tindakan inkonstitusional

POLITIK | 19 April 2019

TKN: Langkah Jokowi Kirim Utusan ke Prabowo Patut Dipuji

Sekretaris TKN Jokowi - Ma'ruf Hasto Kristiyanto merahasiakan sosok yang diutus petahana untuk menemui Prabowo Subianto

POLITIK | 19 April 2019

Ungkit Kemenangan Anies-Sandi, Kubu Jokowi Heran Prabowo Tak Percaya Quick Count

Sekretaris TKN Jokowi - Ma'ruf Hasto Kristiyanto merasa heran dengan sikap Prabowo Subianto dan pendukungnya yang tak percaya hasil quick count

POLITIK | 19 April 2019

Seusai Pemilu, Masyarakat Harus Perkuat Kerukunan, Persaudaraan, dan Perdamaian

Pemilu bukan untuk memecah belah persaudaraan, tempat menabur caci maki, apalagi menabur kebencian antarsesama.

NASIONAL | 19 April 2019

Quick Count Merepresentasikan Hasil Pilpres 2019

Masyarakat diharapkan tetap bersabar menunggu dan menerima hasil resmi KPU.

POLITIK | 19 April 2019

Lupakan 01 dan 02, Ini 4 Seruan Kiai Sepuh di Jatim

Para kiai sepuh mengganggap proses dukung mendukung telah usai.

POLITIK | 19 April 2019

BPN Tegaskan Koalisi Prabowo Masih Solid

Semua parpol pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga masih dalam koridor yang sama.

POLITIK | 19 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS