Ganjar Pranowo Belum Tentu Didukung PDIP di 2024
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Ganjar Pranowo Belum Tentu Didukung PDIP di 2024

Selasa, 9 Juni 2020 | 20:11 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Survei Vox Populi Research Centre merilis hasil survei terbarunya mengenai elektabilitas para calon presiden 2024. Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo muncul sebagai penantang kuat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Dari hasil survei yang dilakukan, nama Prabowo Subianto masih menjadi yang terkuat sebagai calon presiden. Elektabilitas Prabowo Subianto berada di angka 18,6 persen.

Di peringkat kedua, Ganjar Pranowo menempel ketat dengan selisih angka elektabilitas tidak terlalu jauh. Elektabilitas Ganjar Pranowo berada di angka 15,6 persen. Setelah itu disusul nama Gubernur DKI Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menilai, munculnya nama tiga kepala daerah tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Apalagi saat ini nama ketiganya sering disebut cukup serius melakukan penanganan penyebaran Covid-19.

"Jauh hari sebelum Indonesia dilanda virus corona, nama ketiganya memang sudah memiliki elektabilitas yang cukup tinggi. Sama saja itu bonus kinerja politik dan kemanusiaan mereka," kata Adi Prayitno, di Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, di masa pandemi virus corona seperti saat ini memang sudah menjadi panggung kemanusiaan sekaligus panggung politik bagi kepala daerah. Masyarakat menilai ketiga kepala daerah itupun cukup baik menghadapi penyebaran virus di wilayahnya masing-masing.

Atas kondisi ini, dirinya membeberkan ada kabar baik sekaligus kabar buruk jika trend elektabilitas ketiganya terus mengalami kenaikan hingga 2024. Ketiganya tentu bisa muncul sebagai alternatif calon presiden.

Namun demikian, kabar buruknya, walaupun nantinya elektabilitas ketiganya terus naik, namun belum tentu bisa maju di perhelatan Pilpres 2024. Mengingat, ketiganya tidak memiliki kendaraan politik yang cukup mapan.

"Bahkan sosok Ganjar Pranowo yang dari PDIP pun tidak ada jaminan akan didukung maju di 2024. Apalagi saat ini sudah ada nama lain seperti Puan Maharani yang nampaknya sudah dipersiapkan," ucap Adi.

Begitu pula sosok Anies dan Ridwan Kamil. Keduanya bahkan tidak memiliki kendaraan partai politik apapun karena bukanlah anggota Parpol.

"Sangat sulit mendapatkan dukungan untuk maju di 2024 jika tidak mempunyai kendaraan politik. Ini yang menjadi kabar buruknya," tutup Adi Prayitno.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pandemi Corona Jadi Momentum Persiapkan Protokol Krisis

Menurut Bambang Soesatyo dengan protokol krisis, Indonesia siap dalam melakukan mitigasi dan rehabilitasi dengan cepat dalam menghadapi situasi apapun.

POLITIK | 9 Juni 2020

Mendagri: Pilkada Harus Digelar karena Tidak Tahu Kapan Covid-19 Berakhir

Pilkada Serentak harus tetap digelar tahun 2020 ini karena penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 tidak diketahui kapan berakhir.

POLITIK | 10 Juni 2020

Ketua DPR: New Normal Harus Perkuat Kesehatan dan Ekonomi

Kebijakan normal baru yang diambil pemerintah harus bisa secara bersamaan menjaga kesehatan masyarakat terkait Covid-19 dan sekaligus memutar kembali ekonomi.

POLITIK | 10 Juni 2020

Dukcapil Kemdagri Susun DP4 Tambahan untuk Pilkada 2020

Kemdagri, dalam hal Direktorat Jenderal Dukcapil, tetap menyiapkan DP4 tambahan untuk pilkada serentak yang digelar 9 Desember mendatang.

POLITIK | 10 Juni 2020

Fadli Zon: Demokrasi Kita Dikendalikan Cukong

Undang-undang (UU) kepemiluan idealnya berlaku 20 tahun, sehingga ada kesinambungan demokrasi.

POLITIK | 10 Juni 2020

Pilkada di Tengah Covid 19, Tito: Pemilih Tiap TPS 500 Orang

Jumlah TPS yang dibatasi agar tidak terjadi antrean panjang atau penumpukan di TPS. Hal itu juga sebagai bentuk pencegahan penularan Covid 19 ke sesama pemilih.

POLITIK | 10 Juni 2020

Pasal soal Pers di RUU Cipta Kerja Diusulkan untuk Dihapus

Hal-hal terkait pers sudah diatur melalui Undang-Undang (UU) Nomor 40/1999 tentang Pers.

POLITIK | 10 Juni 2020

Mendagri Sebut Rp 1,3 Triliun Dana Pilkada akan Ditanggung APBN

Sebagian dana Pilkada 2020 sebesar Rp 1,3 triliun akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui APBN.

POLITIK | 10 Juni 2020

BPIP: Pancasila dan Agama Tidak Bisa Dibenturkan

ancasila dan agama tidak bisa dibenturkan, karena keduanya merupakan kesatuan utuh.

POLITIK | 10 Juni 2020

Puan Maharani: New Normal Harus Perkuat Kesehatan dan Ekonomi Secara Bersamaan

Puan Maharani mengatakan, salah satu yang harus diperhatikan adalah kegiatan sosial dan ekonomi di pasar-pasar tradisional.

POLITIK | 10 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS