Persahabatan 2 Politikus Beda "Jubah"
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-4.2)   |   COMPOSITE 4879.1 (-22.36)   |   DBX 933.193 (-0.24)   |   I-GRADE 128.434 (-0.82)   |   IDX30 404.523 (-4.65)   |   IDX80 106.174 (-1.01)   |   IDXBUMN20 268.239 (-4.54)   |   IDXG30 113.341 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-5)   |   IDXQ30 118.527 (-1.29)   |   IDXSMC-COM 209.874 (-0.48)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (-1.15)   |   IDXV30 100.803 (-0.95)   |   INFOBANK15 767.134 (-10.02)   |   Investor33 355.071 (-4.06)   |   ISSI 143.565 (-0.31)   |   JII 517.566 (-1.31)   |   JII70 175.828 (-0.42)   |   KOMPAS100 953.068 (-5.96)   |   LQ45 742.375 (-7.8)   |   MBX 1347.52 (-7.05)   |   MNC36 265.633 (-1.94)   |   PEFINDO25 258.006 (1.37)   |   SMInfra18 230.699 (-2.34)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-3.58)   |  

Persahabatan 2 Politikus Beda "Jubah"

Rabu, 15 Juli 2020 | 01:19 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM


Jakarta, Beritasatu.com - Persahabatan memang mengasyikkan. Sejatinya pula, sahabat itu saling mendukung. Mungkin, itulah yang terjadi dengan Ahmad Mumtaz Rais dan Danang Wicaksana Sulistya. Keduanya politisi. Keduanya pula sama-sama elite partai. Mumtaz Rais adalah seorang petinggi PAN sementara Danang Wicaksana dikenal sebagai petinggi Partai Gerindra. Mereka sahabat lama. Sampai pada suatu momen penting, yakni jelang Pilkada 2020, khususnya di Sleman. Keduanya seperti saling memahami.

“Nah terkait Pilkada Sleman 2020, setelah saya kurang berminat dari pencalonan kepala daerah Sleman, maka makin ramai. Apalagi saat itu juga ada semacam diskusi bertajuk “quo vadis suara milenial Sleman setelah mundurnya Mumtaz Rais. Makin ramai. Harus ada wakil dari milenial,” kata Mumtaz, saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (14/7/2020)

Mumtaz menuturkan, ketika dirinya ke Jakarta, sahabatnya menghubunginya. “Iya, Mas Danang mengontak saya. Ngopi-ngopi yuk. Nah, dari pertemuan dengan sahabat saya itu, muncullah diskusi tentang Sleman. Ya arahnya Mas Danang tertarik ikut berkompetisi di Pilkada Sleman,” katanya.

Gayung bersambut. “Kamu masih muda, ya tergolong muda. Jadi bisa-bisa terjadi koalisi. Ceruk pasar milenial tidak bisa dianggap remeh,” kata Mumtaz kepada Danang saat itu.

Mumtaz memuji sahabatnya itu. Danang konteksnya suara anak muda. “PAN-Gerindra bisa berjalan bersama. PAN sendiri tidak bisa mengusung karena cuma punya 6 kursi. Gerindra pun demikian, hanya 6 kursi di DPRD. “Kalau, ya kalau loh ya. Kan syarat bisa mengusung minimal 10 kursi di DPRD,” katanya.

Gadis Cantik
Mumtaz menuturkan, setelah dirinya kurang berminat dalam pencalonan kepala daerah di Pilkada Sleman, maka PAN makin terlihat seperti “gadis cantik”.

“Karena seperti ada tradisi, khususnya di Pilkada Sleman, calon yang diusung PAN pasti menang. Itu Sejak 2005 loh. Kalau konteks Sleman, sing entuk PAN sing bakal menang. History repeats itself. Makanya, yang mendekati, saya juga banyak,” katanya.

Mumtaz melanjutkan, banyak tokoh, elite parpol yang berminat maju di Pilkada Sleman menemui dirinya. “Semuanya saya temui, Pokoknya, pemimpin Sleman harus mampu memakmurkan kampung halaman. Sampai hari ini siapa calonnya, belum putus,” katanya.

Ketua DPP PAN ini melanjutkan, dalam rapat harian PAN, Ketua Umum Zulkifli Hasan memberikan ruang kepadanya untuk berdinamika, calon yang terbaik, mampu merebut ceruk suara. “Kebetulan, saya yang akan memutuskan siapa yang PAN dukung untuk Pilkada Sleman. Saya tentunya sangat hati-hati. Saya akan putuskan di pertengahan Agustus,” ucapnya.

Bagaimana jika yang diusung PAN dari Gerindra. “Dari dulu, PAN dan Gerindra punya konsep dan kemiripan yang sama. Ketum Zulhas-Prabowo bersahabat. Persahabatan keduanya ditiru oleh kader kedua parpol hingga tingkat cabang. Secara ideologi, kami sejalan. Platform politik partai sejalan, pelaku politik seirama, chemistry-nya seirama. Pusat sampai cabang,” ucapnya.

Lalu bagaimana Danang Wicaksana menanggapi persahabatannya dengan Mumtaz? Saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (14/72020), elite Gerindra ini mengakui bahwa Mumtaz Rais adalah sahabatnya. “Yo,” katanya.

Danang pun kemudian menuturkan, Mumtaz sering mengajak berdiskusi soal politik. “Ya sering berkomunikasi. Waktu itu, mas Mumtaz mundur dari pencalonan, ya jadi gaduh. Padahal, Gerindra ya masih ingin bersama PAN. Makane aku yo komunikasi dengan mas Muntaz. Obrolanne yo macem-macem. Misalnya, bagaimana memajukan Sleman,” katanya.

Danang melanjutkan, saat ini zaman serba online digital yo sing milenial. “Tapi gak asal tik-tok an. Pokok e ada perubahan di Sleman,” ucapnya.

Dia mengemukakan, terkait pencalonan diserahkan kepada mekanisme internal partai masing-masing. “Ya masih berproses. Semoga landing-nya baik,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mendagri Larang Penggunaan Dana Bansos untuk Pilkada

Mendagri tegas melarang kepala daerah menggunakan dana bansos untuk kepentingan Pilkada.

POLITIK | 14 Juli 2020

Mendagri: Jadikan Pilkada Ajang Percontohan Penanganan Covid-19

Pelaksanaan Pilkada tidak boleh melahirkan kluster baru penyebaran virus corona.

POLITIK | 14 Juli 2020

Kemdagri: 22 Daerah Masih Cairkan Dana Pilkada di Bawah 40%

Kemdagri sudah memberi batas waktu sampai tanggal 15 Juli 2020.

POLITIK | 14 Juli 2020

Golkar Kabupaten Bogor Siap Gelar Musda, Sejumlah Balon Ketua Bermunculan

Semua kader terbaik Partai Golkar dipersilakan untuk maju mencalonkan diri sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor.

POLITIK | 14 Juli 2020

Moeldoko Ungkap Lembaga dan Komisi yang Akan Dirampingkan

Moeldoko mengatakan, lembaga dan komisi yang akan dirampingkan adalah yang organisasinya bisa diperankan oleh sektor lain.

POLITIK | 14 Juli 2020

PKS Dukung Rencana Jokowi Bubarkan 18 Lembaga dan Komisi

Mardani mengingatkan agar pembubaran dilakukan dengan dasar pertimbangan rasional.

POLITIK | 14 Juli 2020

Nasdem Akan Kaji Rencana Jokowi Bubarkan 18 Lembaga

Menurut Saan, berdasarkan data Kempan dan RB setidaknya 60 lembaga yang disebut tidak efektif dan efisien.

POLITIK | 14 Juli 2020

Bawaslu Jateng Waspadai Kerawanan Coklit Daftar Pemilih

Bawaslu di masing-masing kab/kota juga terus berkoordinasi dengan berbagai stakholder.

POLITIK | 14 Juli 2020

BPIP Perlu Direvitalisasi melalui RUU PIP untuk Tingkatkan Nasionalisme

Undang-undang Pembinaan Ideologi Pancasila sangat penting untuk payung BPIP.

NASIONAL | 14 Juli 2020

PDIP Umumkan Calon Kepala Daerah Gelombang Kedua 17 Juli

Pascadiumumkan, setiap pasangan calon wajib mengikuti sekolah partai.

POLITIK | 14 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS