Komjak Minta Keterangan Aspri Eks Menpora Soal Aliran Uang ke Mantan Jampidsus
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-1.25)   |   COMPOSITE 4879.1 (1)   |   DBX 933.193 (0.2)   |   I-GRADE 128.434 (0.25)   |   IDX30 404.523 (-1.05)   |   IDX80 106.174 (-0.17)   |   IDXBUMN20 268.239 (-0.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.05)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-1.43)   |   IDXQ30 118.527 (-0.37)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.07)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.27)   |   IDXV30 100.803 (-0.03)   |   INFOBANK15 767.134 (-4.66)   |   Investor33 355.071 (-1.5)   |   ISSI 143.565 (0.35)   |   JII 517.566 (2.32)   |   JII70 175.828 (0.63)   |   KOMPAS100 953.068 (0.13)   |   LQ45 742.375 (-1.19)   |   MBX 1347.52 (-0.07)   |   MNC36 265.633 (-0.06)   |   PEFINDO25 258.006 (0.98)   |   SMInfra18 230.699 (-0.49)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-1.18)   |  

Komjak Minta Keterangan Aspri Eks Menpora Soal Aliran Uang ke Mantan Jampidsus

Selasa, 28 Juli 2020 | 15:19 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Kejaksaan (Komjak) tengah mendalami pernyataan Miftahul Ulum, asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi mengenai aliran dana kepada eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman. Pendalaman ini dilakukan Komjak dengan meminta keterangan Ulum di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

"Kami minta keterangan dari M Ulum dengan beberapa yang lalu ada disampaikan beberapa hal jadi kita karena itu sudah disampaikan ke publik jadi kita minta keterangannya sebagai tugas Komisi Kejaksaan," kata Ketua Komjak Barita Simanjuntak di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Saat bersaksi dalam persidangan perkara suap dana hibah KONI dan gratifikasi dengan terdakwa Imam Nahrawi pada Jumat (15/5/2020), Ulum menyebut adanya aliran dana sebesar Rp 3 miliar kepada Anggota BPK Achsanul Qosasi dan sebesar Rp 7 miliar ke Adi Toegarisman. Aliran dana itu disebut Ulum terkait temuan mengenai keuangan KONI maupun Kempora.

Barita mengatakan, pihaknya akan mendalami mengenai pernyataan Ulum tersebut.

"Iya itu yang kita mau dalami langsung dari yang bersangkutan. Kan selama ini pemberitaan informasinya. Kita mau kita dalami," katanya.

Barita menjelaskan alasan pihaknya baru mendalami pernyataan Ulum. Dikatakan, Komjak baru mendapat laporan dari masyarakat mengenai hal tersebut dan baru mendapat izin dari pengadilan untuk meminta keterangan Ulum.

"Prosesnya sudah ada penetepan pengadilan. Jadi kita menunggu penetapan pengadilan nah sudah ada penetapannya mengizinkan kami melakukan pemintaan keterangan itu," katanya.

Setelah meminta keterangan Ulum, Komjak akan menganalisis keterangan tersebut. Dari analisis tersebut, Komjak akan menentukan langkah selanjutnya.

"Kami mintai keterangan, kami dalami setelah itu kita analisis apa langkah-langkah lanjutan," katanya.

Diketahui, Ul sempat mengungkap adanya aliran dana kepada Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman terkait temuan mengenai keuangan KONI maupun Kempora. Hal itu diungkapkan Ulum saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap dana hibah KONI dan gratifikasi dengan terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Namun, saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan dalam persidangan pada 9 Juni 2020, Ulum menyampaikan permintaan maaf karena telah menyinggung nama Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman.

Pengacara Ulum, Wa Ode Nur Zainab menyebut permintaan maaf yang disampaikan kliennya karena menyebutkan identitas personal saat persidangan. Dengan demikian, permintaan maaf itu bukan berarti pernyataan sebelumnya tidak benar, apalagi mencabut atau mengubah pernyataan di persidangan.

Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman telah membantah pernyataan Ulum. Achsanul mengaku tidak mengenal, tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Ulum.

Untuk itu, Achsanul berharap dapat bertemu dengan Ulum untuk mengonfirmasi kesaksiannya yang menyeret namanya tersebut. Bantahan serupa disampaikan Adi Toegarisman. Adi mengaku tidak pernah ditemui atau bertemu dengan pihak KONI atau Kempora untuk membahas penanganan perkara kasus dugaan korupsi terkait dana hibah KONI yang ditangani Kejagung.

Adi menyebut kesaksian Ulum sebagai tuduhan yang keji.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Defisit Diperlebar 5,2 Persen di RAPBN 2021, Ini Tanggapan PDIP

PDIP bisa memahami sikap Pemerintah yang akan menaikkan defisit anggaran dalam RAPBN) 2021 menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 4,7 persen terhadap PDB

POLITIK | 28 Juli 2020

Pemerintah Diimbau Beri Kuota Internet untuk Anak Sekolah

Pemerintah diminta memberikan kuota internet gratis kepada anak sekolah agar proses pembelajaran jarak jauh bisa terjamin.

POLITIK | 28 Juli 2020

DPR Akan Gelar Rapim Bahas Djoko Tjandra

Pimpinan DPR RI akan segera menggelar Rapim untuk membahas penyelesaian polemik antara Komisi III DPR dengan Wakil Ketua DPR terkait Djoko Tjandra.

POLITIK | 28 Juli 2020

Presiden Jokowi: Indonesia Butuh Kerja Cepat Pulihkan Ekonomi

Jokowi menegaskan bahwa membutuhkan kerja cepat untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi virus corona.

POLITIK | 28 Juli 2020

Peristiwa “Kudatuli” Disebut Membunuh Demokrasi

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli telah membunuh demokrasi.

POLITIK | 28 Juli 2020

Tak Sekadar Tabur Bunga, PDIP Desak Ungkap Dalang "Kudatuli"

PDI Perjuangan meminta dalang kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli dapat diungkap.

POLITIK | 28 Juli 2020

Kemdagri: Pilkada Serentak Gerakkan Perekonomian Daerah

Kemdagri menegaskan, semua daerah penyelenggara Pilkada menyatakan kesiapan.

POLITIK | 27 Juli 2020

Revisi UU Pemilu Dinilai Belum Sentuh Masalah Keadilan Pemilu

Masalah keadilan pemilu menjadi salah satu isu penting yang harus dibahas.

POLITIK | 27 Juli 2020

Kudatuli, Gus Dur dan Megawati Jadi Simbol Lawan Orde Baru

Peristiwa 27 Juli menjadi bagian dari kristalisasi perlawanan rakyat di berbagai daerah terhadap rezim otoriter Orde Baru.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Peristiwa 27 Juli 1996, Petrus Hariyanto: Munir Sudah Sampaikan PDI Akan Diserang

Orba sudah sejak awal berusaha mengkambinghitamkan warga sipil yang beraktivitas di Partai Rakyat Demokratik sebagai dalang penyerangan kantor PDI.

POLITIK | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS