Kemajuan Demokrasi Politik dan Ekonomi Belum Seimbang
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Kemajuan Demokrasi Politik dan Ekonomi Belum Seimbang

Kamis, 10 September 2020 | 15:59 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan demokrasi politik harus sejajar dengan pembangunan demokrasi ekonomi. Selama ini, pembangunan demokrasi ekonomi di Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara-negara lain di dunia.

"Demokrasi politik dan demokrasi ekonomi harus sejajar. Sudah sudah diterapkan tokoh bangsa, tapi sampai sekarang pembangunan demokrasi ekonomi masih jauh tertinggal," kata Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Prof Didik J Rachbini, dalam Diskusi dan peluncuran buku "Musuh Bangsa: Kesenjangan Sosial", di Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Menurutnya, selama ini Indonesia telah dipuji negara lain dalam kemajuan demokrasi politik. Salah satunya dengan telah menerapkannya demokrasi yang terbuka. Namun sayangnya kemajuan demokrasi politik tidak diikuti dengan kemajuan demokrasi ekonomi.

Sebagai akibatnya, jurang kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia tergolong yang tertinggi di dunia. Hanya segelintir kelompok yang menguasai kekuatan ekonomi nasional.

Hal yang sama disampaikan Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Prof Didin S Damanhuri. Dirinya mengingatkan, kemajuan demokrasi politik di Indonesia harus diimbangi dengan kemajuan demokrasi ekonomi.

Jika tidak, maka akan memunculkan kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat. "Demokrasi politik dan demokrasi ekonomi yang equal akan mensejahterakan masyarakat," kata Didin S Damanhuri.

Menurutnya, di dalam kemajuan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi, juga sangat dibutuhkan penegakkan hukum yang didukung oleh seluruh elemen bangsa. Di Indonesia sendiri, masalah penegakkan hukum masih menjadi persoalan yang belum tuntas.

"Yang sangat tercecer problem penegakkan hukum juga jadi masalah besar indonesia saat ini. Kita saksikan negara-negara maju secara konkret menciptakan demokrasi politik dan ekonomi yang sudah tercapai," ujarnya.

Menurutnya, jika Indonesia ingin menjadi negara maju dan sejahtera, maka demokrasi politik dan demokrasi ekonomi harus diwujudkan. Dirinya mencontohkan negara Swedia dan Jepang yang sukses mendorong kemajuan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi yang equal.

Hingga saat ini, di Indonesia sendiri belum mampu mendorong kemajuan demokrasi ekonomi. Di sisi lain, untuk kemajuan demokrasi politik sudah cukup mengalami kemajuan.

"Kita belum sampai pada demokrasi ekonomi ini, tapi kita mengalami kemajuan dalam demokrasi politik. Artinya, di Indonesia terjadi kemajuan demokrasi politik, tetapi tidak diimbangi dengan kemajuan demokrasi ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, masalah ketimpangan tersebut diperparah dengan munculnya kekuatan dari grup-grup penguasa ekonomi di Indonesia. Grup-grup tersebut akhirnya membentuk semacam oligarki finansial.

Problem ketimpangan ditambah munculnya grup-grup ekonomi, maka terbentuk semacam oligarki finansial sehingga mendikte politik. Demokrasi politik dengan adanya oligarki finansial, ikut terhantam," ucap Didin.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPU: 60 Bakal Calon Kepala Daerah Positif Covid-19

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan sudah ada 60 bakal calon (balon) Pilkada Serentak 2020 terinfeksi Covid-19.

POLITIK | 10 September 2020

Ketua KPU: Pilkada 2020 Utamakan Protokol Kesehatan

Protokol kesehatan merupakan hal yang utama dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 di tengah makin ganasnya pandemi Covid-19.

POLITIK | 10 September 2020

Politisi Gerindra: PSBB DKI Kali Ini Harus Lebih Baik dari Sebelumnya

Program bantuan sosial harus dipastikan mencukupi jumlahnya dan terdistribusi dengan baik.

POLITIK | 10 September 2020

Mendagri Hadiahi Pasangan yang Patuhi Protokol Kesehatan

Mendagri Tito Karnavian memberi hadiah kapada pasangan calon yang mematuhi protokol kesehatan selama pendaftaran ke KPU pekan lalu.

POLITIK | 10 September 2020

Penguatan Ideologi Pancasila Tangkal Radikalisme

Penguatan ideologi Pancasila sangat penting guna mencegah radikalisme bertumbuh makin subur di Indonesia.

POLITIK | 10 September 2020

Bawaslu Diminta Libatkan KPK Awasi Dana Hibah Covid-19

Seiring pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, ditemukan indikasi penyelewengan dana Covid-19 untuk kepentingan kampanye.

POLITIK | 10 September 2020

PSBB Jakarta Diperketat, Istana Tetap Rapat Tatap Muka Terbatas

Bila ratas akan dihadiri hanya tiga atau empat orang menteri saja, maka bisa dilakukan secara tatap muka.

POLITIK | 10 September 2020

Ketua DPR: Terapkan PSBB secara Konsisten

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah didesak untuk meningkatkan koordinasi dan konsisten saat menerapkan kebijakan PSBB.

POLITIK | 10 September 2020

Erick Thohir: Kesuksesan Pilkada Tanpa Arti Jika Penanganan Covid-19 Gagal

"Urutan prioritasnya jelas. Indonesia sehat yang utama, kalau tidak sehat, maka tidak bekerja, kalau tidak bekerja, tidak tumbuh," kata Erick Thohir.

POLITIK | 10 September 2020

Komisioner KPU Evi Novida Ginting Positif Covid-19

Evi dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan tes usap pada Rabu (9/9/2020).

POLITIK | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS