Hati-hati Efek Samping Obat GHB
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Hati-hati Efek Samping Obat GHB

Selasa, 7 Januari 2020 | 16:12 WIB
Oleh : Winda Ayu Larasati / WIN

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku kejahatan seksual di Manchester, Inggris Reynhard Sinaga melancarkan aksinya terhadap sejumlah korbannya menggunakan obat GHB. Lalu, apakah GHB itu?

Gamma Hydroxybutyrate atau GHB merupakan depresan sistem saraf pusat yang dikenal obat klub atau obat pemerkosaan. Obat ini biasa disalahgunakan oleh remaja dewasa di sebuah bar, pesta, dan klub malam.

GHB biasa ditempatkan di dalam minuman beralkohol. Efek obat ini menimbulkan euforia, peningkatan gairah seks dan ketenangan. Sementara efek negatif dari GHB yaitu berkeringat, kehilangan kesadaran, mual, halusinasi, sakit kepala, kelelahan, kebingungan, canggung, amnesia hingga koma.

Obat yang mengandung xyrem (sodium oxybate) ini disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada tahun 2002 untuk pengobatan narkolepsi atau penyakit kantuk berlebih dan serangan tidur secara berulang.

GHB juga merupakan metabolit yang terjadi secara alami dari inhibitor neurotransmitter gamma-aminobutyric acid (GABA) yang ada di otak. GHB metabolit secara alami hadir dalam konsentrasi lebih rendah di otak daripada yang ditemukan ketika obat tersebut disalahgunakan.

Sebagai hasil fermentasi, GHB juga ditemukan dalam jumlah kecil di beberapa bir dan anggur.

Proses kerja GHB

GHB bekerja pada dua lokasi reseptor di otak yaitu di GABAB dan reseptor GHB tertentu. Tindakan di dua lokasi reseptor ini mengarah pada efek penurunan GHB depresan, stimulan dan psikomotorik.

Lebih kurang 95 persen GHB dimetabolisme di hati dan bekerja dalam waktu 30 hingga 60 menit. Hanya lima persen dari obat induk yang diekskresikan melalui ginjal. Sementara deteksi GHB dalam urine lebih sulit setelah 24 jam.

GHB berpotensi adiktif jika dikonsumsi secara berulang. Efek yang terjadi insomnia, kecemasan, tremor dan berkeringat.

Mengonsumsi GHB dosis tinggi tanpa campuran alkohol atau zat terlarang lainnya bisa menyebabkan sedasi, kejang-kejang, depresi pernapasan berat, koma hingga kematian.

Perawatan penyalahgunaan GHB

Orang yang mengonsumsi GHB tidak bergantung padanya, pasien bisa dirawaat jalan. Bagi pengguna yang mengalami kecanduan dapat terkena efek samping dari berhenti mengonsumsi GHB di bawah pengawasan medis dan suportif dari pasien. Waktu rawat inap lebih kurang tujuh hingga 14 hari.

Untuk menghentikan kecanduan, pasien berusaha detoksifikasi menggunakan benzodiazepin atau alkohol. Namun menggunakan zat-zat tambahan tersebut dapat memperburuk efek samping dan menyebabkan depresi pernapasan, koma hinggakematian.

Obat-obatan benzodiazepin, obat antihipertensi atau antikonvulsan mungkin diperlukan selama proses detoksifikasi namun dalam pengawasan medis. Sementara, obat baclofen telah tercatat sebagai pengobatan yang bisa digunakan pasien untuk berhenti dari kecanduan GHB.

Obat tersebut akan sangat berbahaya jika disalahgunakan dan menimbulkan kematian. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi kita agar teliti dan waspada terhadap GHB ini.



Sumber:drugs.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Komunitas Berperan sebagai Motor Penggerak Hidup Sehat

Komunitas berperan sebagai pemantik semangat dalam pengadopsian gaya hidup sehat.

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Iuran Naik, Hanya 3% Peserta BPJS Kesehatan yang Turun Kelas

Peserta lebih baik rutin bayar iuran meskipun di kelas lebih rendah, daripada memilih kelas lebih tinggi tetapi tidak sanggup membayar dan akhirnya menunggak.

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Tak Ada Subdisi JKN, Peserta Kurang Mampu Masuk PBI

Saat ini, masih ada 6 juta orang PBI yang akan dilakukan pembersihan data.

KESEHATAN | 7 Januari 2020

Leptospirosis, Penyakit Mematikan tetapi Sering Salah Didiagnosis

Gejalanya mirip dengan flu biasa, seperti menggigil, batuk, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, serta mata merah dan iritasi.

KESEHATAN | 6 Januari 2020

Pascabanjir, Pemda Diimbau Waspadai Potensi KLB Leptospirosis

Sampai Oktober 2019 tercatat 686 kasus leptospirosis dengan 110 kematian.

KESEHATAN | 6 Januari 2020

Pekerja Komuter Cenderung Alami Masalah Tidur

Orang dengan jam kerja lebih lama dan perjalanan panjang lebih cenderung memiliki kelebihan berat badan.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

Pentingnya Trauma Healing Anak Korban Banjir

Kegiatan pemulihan trauma korban banjir juga melibatkan anggota PMI, Karang Taruna, dan Yayasan Abhipraya Responsif.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

BPJS Kesehatan Beri Kemudahan Peserta Turun Kelas

BPJS Kesehatan menyatakan peserta yang turun kelas rawatan masih dalam batas wajar.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

Iuran JKN Naik, Jumlah Peserta Turun Kelas Tak Signifikan

Potensi turun kelas perawatan khususnya terjadi pada peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri.

KESEHATAN | 5 Januari 2020

Kemkes Imbau Korban Banjir Waspadai Lestospirosis

Kemkes telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit lestospirosis.

KESEHATAN | 4 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS