Investasi Pariwisata The Mandalika Capai Rp 17 Triliun

Investasi Pariwisata The Mandalika Capai Rp 17 Triliun
Pantai Kuta di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. ( Foto: Antara )
Imam Muzakir / WBP Minggu, 18 November 2018 | 14:41 WIB

Mataram, NTB- Guna mendukung program pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 20 juta tahun 2019, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pengelola kawasan pariwisata The Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan, investasi di kawasan pariwisata itu mencapai Rp 17,7 triliun.

“Sampai saat ini investasi yang sudah masuk ke The Mandalika mencapai Rp 17,7 triliun. Mereka dari perusahaan asing dan perusahaan nasional," ungkap Direktur Utama PT ITDC Abdulbar M Mansoer, di sela acara ulang tahun ke-45 ITDC, di kawaan Kuta Mandalika, Sabtu (18/11).

Abdulbar menyatakan, dari total investasi Rp 17,7 triliun, sekitar Rp 3,2 triliun untuk membangun tujuh hotel. Sementara, sisanya adalah proyek Vinci Construction Grands Projets (VCGP) yang bernilai US$ 1 miliar (Rp 14,5 triliun). ITDC sendiri telah menggandeng VCGP, anak usaha Vinci, perusahaan global asal Prancis sebagai pelaksanaan pembangunan. Hal ini ditandai dengan peluncuran Master Land Utiliztion and Development Agreement (LUDA Induk) pada Agustus 2018 lalu.

Target penggarapan LUDA seluas 131 ha, yang menghadirkan street race circuit the Mandalika dimulai pada akhir tahun ini. Sedikitnya, proyek itu akan mengalirkan dana investasi sebesar US$ 1 miliar secara bertahap hingga 15 tahun ke depan.

Pada tahap awal, kata dia, akan digarap pembangunan Shaza Resort dan Hotel Mysk. Dua hotel berkonsep syariah bintang lima dan empat itu bakal beroperasi pada akhir 2020, dengan kapasitas 400 kamar. “Sekarang telah dikembangkan sejumlah hotel di kawasan Mandalika yaitu Hotel Pullman, Royal Tulip dan Paramount Hotels & Resort. ITDC menargetkan lima hotel dan 1.200 kamar mulai beroperasi pada tahun 2019.

Dalam tiga tahun terakhir, progres pembangunan fasilitas pendukung kawasan bertaraf internasional ini telah signifikan. Komplek pariwisata seluas 1.175 hektare ini akan dibangun dengan konsep hijau yang ditopang fasilitas hotel, lapangan golf, rumah sakit, theme park, hingga gedung pertemuan kelas dunia.

“Pembangunan dan pengembangan the Mandalika mempunyai konsep berbeda dari The Nusa Dua, Bali. Mandalika akan menawarkan konsep wisata alam yang dipadu dengan sport entertainment,” ujarnya.



Sumber: Investor Daily
CLOSE