2019, Sulut Targetkan 200.000 Wisman

2019, Sulut Targetkan 200.000 Wisman
Ilustrasi wisatawan mancanegara. ( Foto: Antara )
Margaretha Feybe L / AB Rabu, 2 Januari 2019 | 08:29 WIB

Manado - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menargetkan 200.000 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 2,5 juta wisatawan nusantara (wisnus) selama 2019.

Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan di Manado, Selasa (1/1).

Peningkatan kunjungan wisatawan turut memacu pertumbuhan di berbagai sektor, terutama sektor perdagangan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulut bersama pemerintah kabupaten/kota akan terus menggelar acara berskala nasional maupun internasional untuk mendatangkan wisatawan.

Pihaknya juga akan terus memperbaiki layanan transportasi yang menjadi faktor penting di sektor pariwisata. Tahun ini, ada penambahan frekuensi penerbangan Sriwijaya Air ke Tiongkok dan pembukaan rute penerbangan Air Asia dari Manado ke Kuala Lumpur, Malaysia. Penambahan ini melengkapi penerbangan internasional dari Manado ke sejumlah kota di Tiongkok serta penerbangan dari Manado ke Singapura.

“Penambahan penerbangan internasional ini semakin melengkapi fungsi Manado, Sulawesi Utara, sebagai hub penerbangan internasional dari Indonesia ke kawasan Pasifik,” katanya.

Data dari Pemerintah Provinsi Sulut menyebutkan sektor pariwisata dalam dua tahun terakhir terus bertumbuh. Pada 2017, jumlah wisman tercatat 86.976 orang dan tahun 2018 (hingga Oktober) kunjungan wisman berjumlah 122.374 orang. Sementara, jumlah kunjungan wisnus selama tahun 2018 sebanyak 1,8 juta orang dengan pengeluaran rata-rata Rp 5 juta per orang.

Dari jumlah wisman yang berkunjung ke Sulut, wisman asal Tiongkok mencapai 72.000 orang, selanjutnya diikuti wisman asal Eropa, Australia, Amerika, Singapura, Jepang dan Korea Selatan. Wisman Tiongkok rata-rata mengeluarkan Rp 15 juta sampai Rp. 30 juta per orang untuk makan, minum, penginapan, tur ke Bunaken dan Minahasa, serta membeli suvenir. Rata-rata mereka berada di Sulut selama empat sampai lima hari. Sedangkan pengeluaran turis Eropo mencapai Rp 25 juta per orang dengan lama tinggal seminggu sampai tiga minggu.



Sumber: Suara Pembaruan