DMZ Akan Didaftarkan sebagai Warisan Dunia UNESCO

DMZ Akan Didaftarkan sebagai Warisan Dunia UNESCO
Sejumlah wisatawan tampak berfoto bersama di area JSA Visitor Center. ( Foto: Suara Pembaruan/Willy Masaharu )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 3 Februari 2019 | 18:52 WIB

Suwon, Beritasatu.com - Zona Demiliterisasi atau Demilitarized Zone (DMZ), rencananya akan dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya dan Cagar Alam Dunia UNESCO.

Pemerintah Provinsi Gyeonggi, yang berbatasan dengan wilayah Korea Utara (Korut), berencana mengajukan permohonan penunjukan DMZ sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2022, setelah mereka mengumpulkan dan mempelajari berbagai data pendukung untuk pengajuan tersebut.

Zona Demiliterisasi atau Demilitarized Zone (DMZ), rencananya akan dimasukkan dalam daftar Warisan Budaya dan Cagar Alam Dunia UNESCO.

Baca Juga: DMZ, Destinasi Wisata Pemicu Adrenalin

DMZ merupakan area perbatasan antara Korsel dan Korut yang terbentuk sejak berakhirnya Perang Korea pada tahun 1953. Area penyangga selebar 4 kilometer (km) dan memiliki panjang 248 km ini, merupakan perbatasan negara dengan militerisasi paling ketat di dunia. Maklum saja, kawasan DMZ sendiri, dipenuhi dengan pasukan militer, ranjau, tank baja, senapan, dan meriam.

Namun, terbentuknya DMZ juga merupakan semacam blessing in disguise. Pasalnya, kawasan ini berkembang menjadi semacam ekologi alami. Tidaklah mengherankan jika aneka flora dan fauna, tumbuh subur dan berkembang biak di DMZ.

Baca Juga: Korsel dan Korut Bersihkan 1 Juta Ranjau Darat

Pejabat provinsi Gyeonggi mengatakan, mereka percaya DMZ memiliki 'nilai universal luar biasa' yang diperlukan untuk menjadi salah satu tempat dalam daftar Warisan Budaya dan Cagar Alam Dunia UNESCO.

Keberhasilan memasukkan DMZ dalam daftar warisan UNESCO, dinilai akan lebih berkontribusi untuk mempromosikan perdamaian antar dua Korea dan menawarkan tempat pendidikan tentang lingkungan ekologi alami yang sangat luas.



Sumber: Yonhap