Festival Indonesia Moskwa Tampilkan Perpaduan Bisnis dan Budaya

Festival Indonesia Moskwa Tampilkan Perpaduan Bisnis dan Budaya
Penyerahan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) kepada Dubes RI untuk Rusia dan Belarus, M Wahid Supriyadi, Minggu, 4 Agustus 2019. ( Foto: Istimewa / KBRI Moskwa )
Asni Ovier / AO Rabu, 7 Agustus 2019 | 20:43 WIB

Moskwa, Beritasatu.com - KBRI Moskwa telah menggelar Festival Indonesia keempat beserta rangkaian kegiatannya, termasuk Bisnis Forum Indonesia-Rusia di Moskwa pada 1-4 Agustus 2019. Festival Indonesia ini memberikan hasil nyata yang merupakan ajang promosi perdagangan, investasi, pariwisata, dan seni budaya terpadu Indonesia di Rusia.

Demikian disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi sebagai kesimpulan dari Festival Indonesia tersebut dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Forum bisnis yang diselenggarakan pada 1 Agustus 2019 atau menjelang Festival Indonesia dihadiri sekitar 700 peserta. Forum membahas berbagai isu dari sejumlah sektor, khususnya energi dan infrastruktur, perdagangan, pariwisata, dan minyak sawit. Sebanyak 14 persetujuan kontrak kerja sama ditandatangani oleh pelaku bisnis kedua pihak.

Total transaksi bisnis, baik melalui pendantanganan kontrak kerja sama, maupun retail langsung adalah sebesar US$ 10,7 juta atau sekitar Rp 152,2 miliar. Sementara itu, ada pula rencana investasi atau pembuatan pabrik tapioka perusahaan Rusia di Indonesia sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,6 triliun.

Festival Indonesia yang keempat di Moskwa pada 2-4 Agustus 2019 menarik perhatian warga Rusia. Total pengunjung festival tersebut adalah 117.669 orang. Pada Festival ini, warga Rusia disuguhi keanekaragaman produk serta seni dan budaya Indonesia.

Di antara produk Indonesia ditampilkan pada festival, mulai dari sambal, kopi, aneka kripik, black garlic, berbagai kerajinan, pakaian batik, aksesoris, minyak sawit, buah-buahan, serta aneka kuliner Indonesia, seperti nasi goreng, sate, martabak, dan bakso. Masuknya mangga harum manis dari Indonesia pda festival ini juga membawa angin segar ekspor buah tropis Indonesia ke Rusia.

Untuk pertama kalinya festival menghadirkan produk berteknologi tinggi buatan PT Lundin berupa kapal, baik untuk keperluan sipil maupun militer. Terdapat juga PT MAK Yogya yang menampilkan peralatan medis.

Festival dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah Indonesia, baik lagu, tarian, maupun permainan alat musik, seperti angklung, gamelan, kulintang, dan wayang kulit. Penampilan lainnya adalah pencak silat, prosesi pernikahan adat, dan peragaan busana dari para desainer profesional Indonesia.

Para pengunjung juga menyaksikan dan ikut serta dalam workshop membatik, kelas Bahasa Indonesia, dan public talk dari para blogger, traveler dan public figure Rusia yang sering berkunjung dan berwisata ke Indonesia.

Dubes Wahid mengatakan, target 140.000 pengunjung pada festival ini tidak tercapai karena faktor cuaca. Menurut Dubes Wahid, cuaca dan suhu udara Moskwa pada Juli dan awal Agustus di musim panas ini tidak menentu dan sering turun hujan. Pada hari kedua festival pada 3 Agustus, misalnya, selain suhu cukup dingin, juga turun hujan, sehingga pengunjung berkurang.

“Dari catatan kami, jumlah pengunjung hari pertama dan hari ketiga festival ini meningkat pesat dibandingkan festival tahun lalu. Meskipun hujan, antusias pengunjung tetap tinggi, seperti menyaksikan peragaan busana dan workshop wayang kulit,” kata Dubes Wahid.

Dubes Wahid berpendapat bahwa penyelenggaraan festival tahun ini lebih berkualitas dan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, seperti banyaknya peserta dari Indonesia dan daerah yang mewakili Indonesia sangat representatif, dari Aceh sampai Papua.

Apresiasi penyelengaraan Festival Indonesia diberikan tidak hanya oleh masyarakat Rusia, tetapi berbagai pihak lainnya, termasuk dari Indonesia. Ketua Umum Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Jaya Suprana yang hadir di Moskwa menyerahkan langsung piagam penghargaan kepada Dubes Wahid atas rekor pemrakarsa Indonesian Week di Rusia.

Minister Counsellor Ekonomi KBRI Moskwa, Edi Suharto sebagai Ketua Festival Indonesia menggarisbawahi kesuksesan penyelenggaraan Festival Indonesia ini berkat peran serta dan kerja sama banyak pihak untuk lebih mendekatan hubungan kedua bangsa. Festival Indonesia dengan tema “Visit Wonderful Indonesia: Enjoy Your Tropical Paradise” didukung banyak pihak di Indonesia dan Rusia, seperti Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Luar Negeri Negeri RI, dan Pemerintah Kota Moskwa.



Sumber: BeritaSatu.com