Melancong di Indonesia Ala Milenial

Melancong di Indonesia Ala Milenial
John David Schaap (tengah) berfoto bersama pembawa acara E! Australia, KsenijaLukich, dan influencer gaya hidup dari Singapura, Jemimah Wei. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 13 Agustus 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mengutip data yang disampaikan UN World Tourism Organization, sebanyak 19,8 juta atau 20% dari 990 turis berasal dari golongan milenial (generasi muda).

Di Indonesia, jumlah milenial juga tak bisa dipandang sebelah mata. Berdasarkan data Bappenas, jumlah penduduk berstatus milenial dengan rentang usia 20-34 tahun mencapai kisaran 90 juta orang pada akhir 2017 kemarin.

Melihat data tersebut, pembawa acara travel lokal, David John Schaap, mengatakan saat ini minat melancong para milenial di Indonesia lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Jika dulu banyak orang yang ingin pergi keluar negeri seperti Eropa atau negara bagian Amerika. Saat ini ia melihat, melancong di negeri sendiri menjadi semakin populer.

"Saya senang melihat fakta itu. Negara Indonesia sangat indah, dan saya ingin orang-orang bangga akan hal itu. Saya rasa, mengetahui lebih banyak tentang Indonesia dan budayanya sangat penting bagi kita orang Indonesia. Ini dapat meningkatkan kesadaran kita tentang apa yang terjadi di setiap destinasi, dan semoga dapat berkontribusi untuk ekonomi lokal dan lingkungan setempat,” terangnya kepada Beritasatu.com, melalui surat elektronik, Senin (12/8/2019).

Salah satu cara yang bisa dilakukan generasi muda untuk mempromosikan destinasi di Indonesia yakni dengan media sosial (medsos). Biasanya kaum milenial yang bepergian selalu mengunggah foto destinasi di medsos. Dalam waktu yang sama, mereka juga bisa membangun ekosistem pariwisata.

"Hal ini memiliki dampak positif dan negatif pada pariwisata. Di satu sisi, medsos membantu banyak destinasi agar menjadi lebih populer. Namun di sisi lain, banyak destinasi yang sebelumnya merupakan tempat "rahasia" menjadi bukan lagi rahasia. Hal ini membuat tempat tersebut kehilangan keunikannya,” jelasnya.

Sebagai influencer, David memberikan referensi melacong yang tepat untuk generasi milenial. Ia pun menjadi pembawa acara di produksi lokal terbaru E! Travel Diaries, yang tayang perdana pada Selasa, 13 Agustus jam 20.00 WIB.

"E! Travel Diaries adalah acara tentang perjalanan yang menyenangkan ke tempat-tempat yang menarik. Menyajikan kepada penonton hal-hal detail dari suatu tempat. Saya pikir, banyak penonton akan terinspirasi melakukan perjalanan setelah menonton acara ini,” jelasnya.

Bersama dengan pembawa acara E! Australia, KsenijaLukich dan influencer gaya hidup dari Singapura, Jemimah Wei, ketiganya akan mengarungi destinasi-destinasi tropis di seluruh Indonesia. Termasuk pantai yang masih asli di Bintan, seni dan budaya di Yogyakarta, dan tempat terpencil yang belum banyak diketahui oleh khalayak di Lombok.

Impian
Lewat acaranya, David juga mengajak para penonton milenial mengunjungi destinasi impiannya. Semisal, Pulau Morotai, di Maluku. Pulau ini merupakan rumah bagi tempat menyelam kelas dunia, ombak yang sempurna, pantai yang indah, dan budaya lokal yang mempesona.

"Pulau ini memiliki banyak sejarah, termasuk pangkalan strategis pasukan sekutu di Perang Dunia II. Anda sekarang masih dapat melihat bangkai kapal di bawah air. Pulau Morotai tentu ada dalam daftar tempat-tempat yang ingin saya kunjungi selanjutnya,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap, dapat mendorong generasi milenial untuk melancong dengan cara yang benar, dan menjaga keasrian destinasi yang dikunjungi.

"Saya berharap penonton E! Travel Diaries akan terinspirasi untuk melakukan traveling lebih sering lagi, menikmati setiap destinasi, dan juga menjaga tempat tersebut agar tetap bersih dan indah. Saya berharap untuk yang takut bepergian jauh, dapat akhirnya mengubah pikirannya untuk bepergian setelah menonton acara ini,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan