Polemik Wisata Halal

Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik Wisata Danau Toba

Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik Wisata Danau Toba
Presiden meninjau pelebaran alur dan rencana pembangunan jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir pada Rabu (31/7/ 2019). Di lokasi tersebut, Presiden kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi kawasan Danau Toba agar menjadi destinasi wisata yang menarik. ( Foto: Biro Pers dan Media Setpres RI )
Arnold H Sianturi / FER Selasa, 3 September 2019 | 23:12 WIB

Medan, Beritasatu.com - Anggota DPD RI asal Sumut, Parlindungan Purba, mengatakan, masyarakat di kawasan Danau Toba tidak perlu resah dan khawatir, tentang adanya konsep wisata halal di Danau Toba. Karena konsep wisata halal tidak akan menghilangkan kearifan lokal yang sudah ada sejak dulu di kawasan Danau Toba.

"Tidak akan menghilangkan kearifan lolal. Dipastikan bahwa semua kearifan lokal akan menjadi keunikan dan menjadi daya tarik tersendiri” ujar Parlindungan Purba menanggapi polemik konsep wisata halal dalam pengembangan pariwisata di Danau Toba, Selasa (3/9/2019).

Parlindungan menjelaskan, konsep wisata halal adalah dalam rangka memberikan kenyamanan bagi para turis yang datang ke Danau Toba, baik dari dalam dan luar negeri. Antara lain dengan menyiapkan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan muslim dan agama lainnya, misalnya makanan vegetarian dan lain-lain.

“Jadi intinya adalah kenyamanan. Kita harus buat wisatawan nyaman berkunjung ke Danau Toba, agar semakin banyak wisatawan yang datang dan berlama-lama di Danau Toba. Karena itu fasilitas dibutuhkan para turis harus tersedia,” jelasnya.

Jika banyak turis yang datang, kata Parlindungan, maka akan semakin banyak pula uang berputar dan menggerakkan roda perekonomian di kawasan Danau Toba. Usaha penginapan dan rumah makan akan tumbuh, karena banyak turis yang menginap dan makan. Begitu juga dengan berbagai usaha jasa lainnya yang dikelola masyarakat, akan semakin berkembang.

Oleh karena itu, menurut Parlindungan, berbagai upaya untuk memajukan pariwisata Danau Toba harus didukung oleh semua pihak, termasuk masyarakat. Hal ini selaras dengan program pemerintah pusat yang telah menetapkan Danau Toba menjadi destinasi wisata prioritas dan super prioritas.

"Tanpa dukungan masyarakat, upaya dan program pemerintah untuk menjadikan Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas dunia akan sulit terwujud,” sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan