GO Indonesia: Tantangan Menparekraf Menjadikan Indonesia Tujuan Utama Wisata Dunia

GO Indonesia: Tantangan Menparekraf Menjadikan Indonesia Tujuan Utama Wisata Dunia
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama Kusubandio dan Wamen Angela Tanoesudibjo. ( Foto: Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Senin, 4 November 2019 | 11:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ditunjuknya duet Whisnutama Kusubandio dan Angela Tanoesudibjo sebagai Menteri dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif oleh Presiden Jokowi sangat menarik, karena latar belakang keduanya sebagai pengusaha dari industri media. Diharapkan dengan duet Wishnutama yang notabene adalah generasi X, dan Angela Tanoesudibjo dari generasi milenial dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, dan menjadikan Indonesia tujuan utama wisata dunia.

Demikian dikatakan Ketua Bidang Analisis Kebijakan Publik Generasi Optimis (GO) Indonesia, Bayu Endro Winarko, di Jakarta, Minggu (3/11/2019).

Bayu mengatakan pada tahun 2018 sektor pariwisata telah menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia, yaitu sebesar US$ 17,6 miliar. Angka ini setara dengan pencapaian yang dihasilkan Crude Palm Oil (CPO).

Disebutkan dari sisi daya saing, tahun 2019 peringkat Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia di dunia berada di peringkat 40, naik dari peringkat 42 dibandingkan tahun 2017. Begitu juga berdasarkan laporan The Travel & Tourism Competitiveness Report yang dirilis WEF (World Economic Forum, red) 2019, di kawasan Asia Tenggara, Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia berada di peringkat 4 berdasarkan penilaian pilar-pilar seperti lingkungan bisnis, keamanan, kesehatan dan kebersihan, sumber daya manusia dan lapangan kerja, keberlanjutan lingkungan dan lainnya.

Menurut Bayu banyak strategi dan inisiatif telah dilakukan oleh Menteri Pariwisata sebelumnya yang membuat sektor ini menjadi salah satu sumber devisa negara terbesar.

Pekerjaan rumah selanjutnya akan menjadi tanggung jawab duet Wishnutama dan Angela Tanoesudibjo. “Apakah mereka bisa menyelesaikan target yang telah ditetapkan di 2024, yaitu perolehan nilai devisa US$ 40 miliar, mendatangkan 28 juta wisman plus 300 juta wisatawan lokal, penyediaan tenaga kerja wisata 15 juta orang, memberikan kontribusi PDB 5,5%, dan meningkatkan Tourism Competitive Index menjadi peringkat 22,” ujar pakar marketing dan pariwisata halal yang juga lulusan University of Grenoble, Perancis ini.

Untuk mencapai hal itu menurut Bayu setidaknya ada lima isu strategis indusri pariwisata yang harus diselesaikan dalam waktu dekat. Pertama, bagaimana meningkatkan perdapatan devisa terkait pengeluaran, dan lama masa tinggal wisatawan mancanegara.

Kedua, pengembangan program-program untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang masih rendah, secara global masih 1,1%, di Asia Pasific 4,3%, dan Asia Tenggara 11,7%.

Ketiga, program peningkatkan kesiapan dan daya dukung destinasi wisata, seperti situasi keamanan, transportasi, hotel, akomodasi, dan kesiapan masyarakat menyambut tamu di daerah mereka.

Kempat, adanya program peningkatan kualitas, profesionalisme, dan jumlah SDM pariwisata. Terakhir pembenahan infrastruktur dan konektifitas yang mudah dan nyaman bagi wisatawan mancanegara.

Bayu mendorong Whisnu dan Angela belajar dari Portugal yang sukses menjadi The World’s Leading Destination.

"Kita bisa mengadopsi dan mengadaptasi cara Portugal. Setidaknya arah kebijakan boleh diarahkan kepada peningkatan ekosistem usaha pariwisata termasuk menyesuaikan dengan era Tourism 4.0," kata Bayu yang pernah menjadi tim ahli Tourism 4.0.

Menurut Bayu peningkatan access, amenity, dan attraction serta kenyamanan dan keamanan lingkungan destinasi pariwisata juga perlu mendapat perhatian khusus.

"Peningkatan citra melalui komunikasi pemasaran yang terintegrasi dan pembangunan SDM pariwisata, juga harus ditingkatkan. Manusia harus menjadi jantung industri pariwisata dan sudah selayaknya menjadi prioritas kebijakan Kemenparekraf," kata Bayu.

Pada saat yang sama, Tigor Mulo Horas Sinaga, Sekjen GO Indonesia melihat, dengan prestasi yang dimiliki Wishnutama, termasuk kesuksesannya sebagai anggota tim penyelenggara event Asian Games 2019, diniscaya bisa memberikan terobosan dalam pembangunan sektor pariwisata di Indonesia.

"Selain itu, didampingi oleh Angela yang berlatar belakang pengusaha milenial, maka mereka akan saling melengkapi dalam memimpin kementerian yang sekarang menjadi salah satu penghasil devisa terbesar," kata Horas.

Jangan lupa potensi pengunjung pariwisata ke depan adalah generasi milenial.  “Kami yakin dua pimpinan Kemenparekraf ini  berhasil mencapai tugas mereka. Kami selalu mendukung dan  memberikan masukan yang konstuktif. Kami juga optimistis pariwisata dan ekonomi kreatif kita akan bertumbuh signifikan dalam tangan dingin Wishnu dan Angela," pungkas Horas.



Sumber: Suara Pembaruan