Di WTM London, BOP Labuan Bajo Promosi Destinasi Wisata Premium

Di WTM London, BOP Labuan Bajo Promosi Destinasi Wisata Premium
Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) & Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) mempromosikan destinasi wisata premium pada perhelatan bergengsi World Travel Market (WTM) London ke-40 di London, Inggris, 4-6 November 2019. ( Foto: Ist )
Novy Lumanauw / FMB Selasa, 5 November 2019 | 14:32 WIB

London, Beritasatu.com – Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) & Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) mempromosikan destinasi wisata premium pada perhelatan bergengsi World Travel Market (WTM) London ke-40 di London, Inggris.

WTM yang berlangsung 4-6 November merupakan pameran industri pariwisata tahunan di Inggris. WTM dijadikan oleh Pemerintah Provinsi NTT dan BOPLBF sebagai sarana untuk menyediakan informasi sekaligus ajang promosi pariwisata Labuan Bajo dan Flores pada dunia.

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat mengatakan hewan Komodo tetap menjadi branding utama pariwisata NTT di ajang WTM London 2019. Keberadaan Komodo sebagai hewan endemik dunia selama ini selalu menjadi daya tarik utama bagi pariwisata NTT untuk mendatangkan wisatawan baik lokal, domestik maupun manca negara dan memberi pesona tersendiri dengan latar belakang habitat alamnya yang orisinil.

"Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo tetap dibuka untuk wisatawan pada tahun 2020. Pulau Rinca juga telah disiapkan pemerintah sebagai lokasi atraksi melihat Komodo. Ke depan, pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan mengatur dan mengelola secara bersama untuk memastikan keberlangsungan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia," kata Viktor melalui keterangan tertulis yang diterima Selasa (5/11/2019).

Disebutkan, Nusa Tenggara Timur sebagai 'Ring of Beauty' menawarkan beragam pengalaman terbaik mulai dari Taman Nasional Komodo dengan kehidupan purbanya, Kepulauan Alor yang memiliki kecantikan alam laut dan budayanya, Liang Bua yang terkenal dengan Homo Floresiensis sebagai penggalan penting dari sejarah umat manusia, di Sumba ada savana dan kampung adatnya, Sabu dengan tebing warna-warni, serta Timor dengan berbagai keragaman etnis dan kearifan lokal yang mengagumkan. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk mendorong sektor pariwisata dengan menyiapkan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas bagi wisatawan berbagai belahan dunia

“Labuan Bajo menjadi destinasi populer karena keberadaan Komodo dan Pink Beach. Presiden Jokowi berencana menjadikan Labuan Bajo sebagai Destinasi Wisata Premium. Ini menjadi semangat kami untuk mengikuti WTM London 2019,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina mengungkapkan, WTM London 2019 merupakan salah satu ajang yang sangat potensial bagi pariwisata di Labuan Bajo dan FLores. Sebab WTM London 2019 bisa menjadi tempat bagi calon wisatawan untuk mengenal lebih dekat potensi wisata di Labuan Bajo.

“WTM London menjadi salah satu momentum kita untuk memperkenalkan pariwisata di NTT. Selain Labuan Bajo dan Flores, NTT memiliki potensi pariwisata luar biasa, seperti Sumba dan Daratan Timor. Karena bicara pariwisata ini kan kita tidak hanya bicara soal atraksi alam, tetapi juga budaya dan manusianya. Semoga melalui WTM London tahun ini pariwisata NTT makin dikenal dunia dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT,” ujar Shana.

BOPLBF menjadi satu dari lima Destinasi Super Prioritas di Indonesia yang diajak berpartisipasi oleh Kementerian Pariwisata selain Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (NTB), dan Likupang (Sulawesi Utara). Lima Destinasi Super Prioritas dibentuk berdasarkan keunggulan dan kesiapan beberapa aspek terutama aksesibilitas, amenitas dan atraksi. NTT sendiri belum lama ini ditempatkan sebagai Destinasi Terbaik untuk Dikunjungi tahun 2020 oleh Lonely Planet dan ini menjadi kebanggaan tersendiri karena ini bentuk penghargaan seiring dengan telah ditetapkannya Labuan Bajo Flores sebagai 1 dari 5 Destinasi Super Prioritas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat setidaknya ada 2 juta pengunjung yang datang dari Eropa ke Indonesia tahun 2018, dengan Bali sebagai tujuan wisata utama. Walau demikian, data statistik juga menyebutkan kunjungan wisatawan mulai bergerak ke destinasi wisata lain di Indonesia.

Untuk wisatawan Inggris mencapai 391,820 kunjungan pada tahun 2018 atau naik 3,62 persen dibanding tahun 2017, yang hanya berjumlah 378,131 pengunjung. “Pada tahun 2019 kami optimis kunjungan wisatawan khusus dari Inggris akan meningkat hingga 487,800 pengunjung,” jelas Shana.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Pada WTM London tahun 2018 lalu, Indonesia dianugerahi penghargaan sebagai 10 Destinasi Terbaik 2019 oleh Lonely Planet. Pertumbuhan pariwisata Indonesia saat ini termasuk 9 yang tercepat di dunia dan di Asia Selatan. Angka pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 12,58 persen di tahun 2018.

Selain itu, indeks persaingan pariwisata Indonesia juga meningkat dari peringkat ke-70 pada tahun 2013 dan menjadi 40 pada tahun ini.

Pemerintah menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan dan berkontribusi besar bagi peningkatan devisa negara. Kontribusi sektor pariwisata pada perekonomian nasional yang kini sebesar US$ 16 juta, diperkirakan bakal melampaui sektor migas, yang mencapai US$ 24 juta.



Sumber: Suara Pembaruan