Katalog Pariwisata Kesehatan

Joglosemar Menjadi Destinasi Wisata Kebugaran di Indonesia

Joglosemar Menjadi Destinasi Wisata Kebugaran di Indonesia
Paket wisata spa di Bali masuk dalam katalog wisata kesehatan di Indonesia. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Selasa, 19 November 2019 | 15:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersinergi membuat pola perjalanan wisata kesehatan di Indonesia. Dalam paket wisata akan ada empat klaster yang ditawarkan untuk wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus). 

Empat klaster tersebut adalah Wisata Medis, Wisata Kebugaran dan Jamu, Wisata Olah Raga yang mendukung kesehatan, dan Wisata Ilmiah Kesehatan. 

Dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, konsep pariwisata kesehatan sebenarnya sudah digodok sejak 2017. Paket ini merupakan sebuah langkah positif untuk mewujudkan Indonesia sebagai destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia.

"Kami membidik wisman dan wisnus yang spesifik. Jadi kami tidak akan salah melakukan promosi," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Whisnutama di acara peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (19/11/2019). 

Khusus untuk wisata kebugaran dikatakan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, kali ini baru dikembangkan di Joglosemar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang), Bali dan Jakarta. Bahkan dijelaskan Giri, pola perjalanan dalam paket wisata ini dapat mengajak destinasi wisata di kota lainnya untuk mengembangkan wisata kebugaran. 

"Diharapkan skenario perjalanan ini, juga dapat menjadi dasar bagi sektor bisnis untuk mengembangkan paket-paket wisata kesehatan di masa mendatang. Semoga katalog ini dapat menjadi landasan dalam pengembangan wisata kebugaran dan jamu di masa yang akan datang,” katanya.

Hadir juga dalam peluncuran katalog Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pendidikan dan Kesehatan James Riady, Wakil Presdir Siloam Hospitals Caroline Riady, dan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto. Ketiga figur publik ini hadir untuk mendukung rencana Indonesia menjadi destinas wisata kesehatan terbaik di dunia. 

Ditambahkan Sekretaris Jenderal Kemenkes, Drg Oscar Promadi, penyusunan pola jalur wisata ini nantinya akan mendorong pelayanan kesehatan tradisional agar memiliki paket unggulan yang meliputi spa, herbal, acupressure, dan akupuntur dalam penyelenggaraan wisata kesehatan. Ada juga konsep untuk menetapkan rumah sakit (medical tourism) dan fasilitas kesehatan 
tradisional (wellness tourism) yang memiliki pelayanan unggulan 
dalam penyelenggaraan wisata kesehatan.

"Beberapa tahun terakhir, Indonesia mulai dikenal sebagai salah satu destinasi wisata kebugaran kelas dunia. Sebagai besar dari destinasi wisata Indonesia sudah merespons kebutuhan atas kebugaran berupa spa, makanan sehat dan pengobatan holistik,” katanya.

Ditegaskan juga oleh dr Terawan, untuk paket ini, Kemkes sudah membentuk Tim Gugus Tugas Pelaksanaan Pengembangan Wisata Kesehatan yang beranggotakan lintas program  dan kementerian. Bahkan, jika berkaca dari hasil survei Global Buyers Survei 2016-2017, sedikitnya ada 11 juta wisatawan atau sekitar 3-4% dari total penduduk di dunia yang melakukan perjalanan wisata dengan tujuan medis. 

"Data ini membuktikan bahwa pariwisata kesehatan memiliki prospek yang menguntungkan dan menjanjikan," kata dr Terawan. 



Sumber: Suara Pembaruan