Ocean Dream Samudera Targetkan Peningkatan 10% Pengunjung

Ocean Dream Samudera Targetkan Peningkatan 10% Pengunjung
Suasana Ocean Dream Samudera dan peluncuran wahana baru Mola-Mola Jet Spinner di kawasan wisata terpadu pesisir Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara pada Rabu (4/12/2019). (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta)
Carlos Roy Fajarta / FER Rabu, 4 Desember 2019 | 17:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu destinasi unit rekreasi di kawasan wisata terpadu pesisir Taman Impian Jaya Ancol, Ocean Dream Samudera tengah berupaya untuk meningkatkan jumlah pengunjung dengan memperkenalkan wahana baru.

Ancol Bangun Taman Burung Terbesar di Indonesia

Salah satunya yang diperkenalkan ke publik jelang masa libur Natal & Tahun Baru di pekan awal Desember 2019 ini adalah sejenis mini roller coaster yang dinamakan Mola-Mola Jet Spinner.

"Saat ini jumlah pengunjung kita 1,1 juta pengunjung per tahun dengan kurang lebih 2.000 pengunjung per hari saat hari kerja (Senin-Jumat) dan sekitar 5.000 pengunjung di akhir pekan atau hari libur nasional. Dengan penambahan sejumlah atraksi dan wahana kita targetkan peningkatan pengunjung 10 persen,” ujar VP Sea World & Ocean Dream Samudra, Rika Sudranto, di lokasi wahana Mola-Mola Jet Spinner, Rabu (4/12/2019).

Adapun beberapa wahana baru yang sudah diperkenalkan Ocean Dream Samudera yakni Istana Penguin, Cinema 5 Dimensi, dan Karausel.

Ocean Dream Samudera

"Tahun depan kami berencana akan menghadirkan dua wahana terbaru yakni Bird Park dengan cage atau kandang terbesar di Indonesia pada Juni 2020 serta atraksi berang-berang pada Februari atau Maret 2020," tambah Sudranto.

Sudranto menjelaskan, penamaan wahana terbaru Mola-Mola diambil dari nama ikan di perairan laut dalam yang biasa ditemukan di kedalaman 128 meter. Wahana ini memiliki kapasitas 20 orang penumpang untuk satu set rangkaian yang terdiri dari 5 kereta.

"Mini roller coaster ini memiliki tinggi 8,5 meter, dengan kecepatan 5-9 meter/detik dimana setiap kereta dapat berputar hingga 360 derajat," tandas Sudranto.



Sumber: Suara Pembaruan