Virus Korona

Kunjungan Turis Tiongkok ke Indonesia Terancam Berkurang

Kunjungan Turis Tiongkok ke Indonesia Terancam Berkurang
Petugas di Bandara Soekarno-Hatta mengenakan masker saat menjalankan tugas di Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (27/1/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 27 Januari 2020 | 21:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Fenomena wabah virus baru korona atau novel coronavirus (nCoV) yang mewabah di Tiongkok  tidak hanya membahayakan kesehatan manusia. Wabah virus korona ini juga dapat memperlambat pertumbuhan industri pariwisata dunia, termasuk Indonesia.

Dalam laporan UNTWO di Madrid, Senin (20/1/2020) lalu, Tiongkok adalah pemasok wisatawan terbesar di dunia. Kondisi ini otmatis berdampak besar pada penutupan akses beberapa kota di Tiongkok.

Menurut Ketua Tim Crisis Center Kemenparekraf, Guntur Sakti di Indonesia jumlah turis dari Tiongkok pada 2018 sekitar 2,1 juta orang, dan merupakan urutan nomor dua pemasok wisatawan mancanegara terbanyak setelah Malaysia. Meskipun demikian, dampak buruk dari fenomena ini belum dapat dibuktikan dengan angka secara jelas, karena hasil realisasi kunjungan bulan ini baru bisa dibaca di bulan selanjutnya.

"Dampak virus korona ini tentu bukan hanya di sektor pariwisata tetapi juga ekonomi secara keseluruhan. Dampak buruknya mungkin akan ada penurunan jumlah wisatawan khususnya dari Tiongkok, dan dari negara lain karena virus korona ini sudah menyebar ke berbagai wilayah. Namun angka jumlah kunjungan baru bisa kita lihat di bulan depan,” terangnya kepada Beritasatu.com, melalui pesan singkat, Senin (27/1/2020).

Dalam situasi seperti ini jumlah kunjungan dan devisa sementara bukan menjadi prioritas utama, tetapi kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakatlah yang terpenting. Pun demikian, Kemenparekraf menyatakan tidak mengeluarkan imbauan khusus tentang travel warning atau travel advise untuk perjalanan ke Wuhan, Tiongkok.

Melalui aplikasi safe travel Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) secara langsung telah mewakili pemerintah Indonesia terkait hal itu. Hal tersebut merupakan kewajiban negara untuk melindungi warga negaranya, apabila terjadi potensi bahaya yang berisiko mengancam keselamatan warga negaranya di negara lain. Imbauan yang dikeluarkan pemerintah tersebut ditujukan untuk warga negara Indonesia yang akan bepergian ke Tiongkok dan Hongkong, bukan melarang warga negara asing yang akan masuk ke Indonesia.

"Terkait pelarangan kedatangan wisman dari Tiongkok, info dari Kemenlu, hingga saat ini tidak ada satu negara pun yang melakukan pelarangan. WHO juga belum menyatakan keadaan saat ini dengan travel warning. Oleh karena itu, Indonesia juga tidak melakukan pelarangan,” jelasnya.



Sumber: Suara Pembaruan