5 Destinasi Prioritas Siap Menyambut Wisatawan

5 Destinasi Prioritas Siap Menyambut Wisatawan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama pimpinan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, saat simulasi pembukaan candi terbesar di dunia tersebut, Jumat 12 Juni 2020. (Foto: Ist)
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 30 Juni 2020 | 23:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah mati suri selama empat bulan, perlahan industri pariwisata mulai bergerak bangkit, terutama di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, pihaknya melakukan beberapa upaya pemulihan pariwisata di Sumut agar pelaku pariwisata tidak terpuruk. Mulai dari fase tanggap darurat memberikan bantuan sembako, motivasi, dan juga mengajak para pengusaha meringankan beban UMKM, sehingga usaha mereka tetap bisa berjalan.

"Kita berharap ada bantuan yang bisa membuat UMKM tetap berjalan, misalnya membantu produksi, membantu pemasaran, pelatihan, sehingga mereka mampu menjual produknya sambil menunggu wisatawan berkenan hadir kembali,” kata Edy, Selasa (30/6/2020).

Selain itu, hal penting lainnya yang kini tengah dilakukan adalah menegakkan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam KMK Nomor HK 01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Dalam membuka destinasi wisata, protokol kesehatan adalah intinya. Untuk itu kita sepakat untuk menyiapkan dengan baik. Komisi X harus konkret mendorong apa yang sudah kami lakukan, sehingga wisata kita kembali normal,” ujarnya.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba Arie Praetyo juga mengatakan, pihaknya masih terus memantau perkembangan Covid-19 hingga akhir tahun. Dia berharap, Covid-19 terus membaik dan vaksin segera ditemukan, dan wisatawan pun bisa kembali mengunjugi destinasi Danau Toba.

Ia mencatat, hingga April 2020, kedatangan wisman di Indonesia masih mencatat penurunan hingga 90%. Adapun, kedatangan wisman di Sumatera Utara hanya sebanyak 17 kunjungan. Arie mengatakan, kunjungan ini pun hanya merupakan penerbangan pribadi.

Kemudian, Kawasan Wisata Candi Borobudur juga sudah mulai melakukan uji coba operasional sejak 25 Juni lalu. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan kondisi di sekitar lokasi tersebut setelah uji coba dilakukan.

Pada masa uji coba operasional ini, kapasitas yang dibuka adalah sekitar 1.500 pengunjung. Meski sudah dibuka, pengunjung terbanyak baru mencapai 300 hingga 400 orang.

"Pengunjung memang tidak diperbolehkan naik ke candi, jadi hanya boleh sampai di pelataran. Ini kemudian yang menjadi pekerjaan rumah, tidak hanya pengelola wisata, tetapi juga pemerintah di daerah,” jelasnya.

Sementara Direktur Industri dan Kelembagaan Pariwisata Badan Otorita Wisata Borobudur, Bisma Jatmika, mengatakan lembaganya menargetkan reaktivasi kawasan bisa dilangsungkan sejak awal semester kedua tahun ini. Namun, otoritas harus menunggu arahan resmi dari pemerintah.

"Dimulai dari turis lokal, terutama sekitar Pulau Jawa yang perjalanannya melalui jalan tol, bisa lebih dulu pulih,” ucapnya.

Bisma menyebut kronologi pemulihan kegiatan masih harus mendapat izin dari Kemparekraf, serta disinkronkan dengan regulasi pemerintah daerah. 



Sumber: BeritaSatu.com