Menjelajah Hagia Sophia Lewat Tur Virtual

Menjelajah Hagia Sophia Lewat Tur Virtual
Menelusuri sejarah dan keindahan dari Hagia Sophia melalui virtual tour. (Foto: Beritasatu Photo / Indah Handayani)
Indah Handayani / FER Kamis, 30 Juli 2020 | 19:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hagia Sophia yang merupakan salah satu bangunan ikonik di kota Istanbul, Turki, kembali mengukir cerita baru. Pada 10 Juli 2020, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan alih fungsi Hagia Sophia dari museum menjadi masjid. Kemudian pada 24 Juli 2020, untuk pertama kalinya sejak 1934, masyarakat Turki melaksanakan salat Jumat di Hagia Sophia.

Baca Juga: Indonesia-Turki Tingkatkan Kerja Sama Infrastruktur

Terlepas dari berbagai pro-kontra yang menyertai keputusan tersebut, kisah dari bangunan bersejarah ini sangat menarik untuk dikulik. R&R Public Relations mengajak untuk menelusuri sejarah dan keindahan dari Hagia Sophia melalui tur virtual, bersama pemandu wisata domestik berbahasa Indonesia, Tugrul Turnali.

Pendiri R&R Public Relations, Rika Mayasari, mengatakan terletak di 2 benua yaitu Asia dan Eropa, Turki menjadi salah satu negara yang menjadi destinasi favorit dari masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena keunikan akan paduan budaya dari dua benua, jejak kejayaan dan peradaban dari masa silam menjadi daya tarik dari negeri tersebut.

"Berbicara tentang sejarah, Istanbul menyimpan banyak cerita yang terdokumentasikan dalam bangunan-bangunan bersejarah, dan Hagia Sophia menjadi landmark paling memikat di jantung kota tua ini. Kegiatan virtual tour ini kami harap dapat menjadi pengobat rindu akan aktivitas traveling, sambil mengambil pelajaran penting dari sebuah warisan histori multi dinasti,” ungkap Rika di sela webinar R&R Talks, Kamis (30/7/2020).

Baca Juga: Turki, Negeri Impian Para Wisatawan

Pemandu wisata yang berdomisili di Istanbul, Tugrul Turnali, menceritakan, Hagia Sophia telah menjadi simbol penting bagi Kristen Ortodoks dan Muslim selama berabad-abad, sekaligus menjadi warisan kebudayaan bagi Negara Turki.

"Selama 1,5 abad sejak didirikan, Hagia Sophia telah beralih fungsi seiring dengan 4 era kekuasaan yang berbeda. Inilah mengapa, Hagia Sophia bukan hanya menjadi sebuah arsitektur bermuatan sejarah, tapi juga menjadi ikon kekuasaan, dan simbol kepercayaan,” jelasnya.

Secara singkat, lanjut Tugrul, Hagia Sophia telah melalui 4 era kepemimpinan penting, yang sekaligus mengubah fungsi utama dari landmark di kota yang dahulu bernama Konstantinopel ini. Lebih dari sekedar ikon arsitektur, selama beraba-abad, Hagia Sophia telah menjadi saksi dari suksesi berbagai rezim dan menyimpan banyak kisah yang mungkin hanya sedikit dari kita yang memahaminya.

Baca Juga: Pelaku Industri Pariwisata Bersiap Sambut Wisnus

"Apapun peran dan fungsi yang ditetapkan pada bangunan ini, Hagia Sophia akan selalu memiliki daya tarik tersendiri, bukan hanya bagi masyarakat Turki, tapi juga dunia,” tutup Tugrul.



Sumber: BeritaSatu.com