Alasan Nebengers Izinkan Penggunanya Pasang Tarif
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Alasan Nebengers Izinkan Penggunanya Pasang Tarif

Rabu, 17 Agustus 2016 | 15:54 WIB
Oleh : Herman / YUD

Jakarta – Nebengers sudah sejak lama dikenal sebagai gerakan berbagi tumpangan kendaraan sambil berusaha mengurai kemacetan ibukota. Di awal kemunculannya, Nebengers memanfaatkan platform Twitter untuk berinteraksi, membangun sebuah komunitas agar dapat menghemat biaya perjalanan, mencari teman baru, berbagi pengalaman, dan juga mendukung
green environment.

Dalam perjalanannya, Nebengers tidak lagi memanfaatkan platform media sosial, tetapi sudah membentuk aplikasi mobile khusus di perangkat Android maupun iOS. Si pemberi tumpangan kini juga diberi kebebasan untuk memasang tarif bila ingin memberi tumpangan. Berbeda dengan ketika masih memanfaatkan Twitter, di mana si penumpang hanya memberi tarif seikhlasnya, bahkan hanya sekedar berbagi cemilan selama perjalanan. Mengenai perubahan ini, pihak Nebengers punya alasan khusus.

“Secara sistem, sebetulnya tidak ada yang berbeda antara ketika masih di Twitter dengan setelah berbentuk aplikasi. Tetapi memang saat ini sharing-nya lebih ke arah ada bayarannya. Karena ternyata masyarakat kita itu suka sungkan kalau hanya menumpang saja tanpa ada kejelasan berapa uang yang harus dibayarkan untuk patungan. Kalau dibilang seikhlasnya, mereka juga bingung harus patungan berapa. Makanya di aplikasi ini, kita beri kesempatan si pemberi tumpangan untuk memasang tarif atau tidak," papar Chief Information Officer Nebengers, Andreas Aditya, Jakarta, Rabu (17/8).

Namun dijelaskan Andreas, jumlah tarif yang ditulis oleh pengguna aplikasi Nebengers tidak seperti ketika menggunakan transportasi online. Karena metodenya adalah sharing ekonomi, nilai rupiahnya pun sangat terjangkau. Misalnya ada salah satu pengguna aplikasi Nebengers yang mengajak patungan Rp 40.000 untuk perjalanan dari Bandung ke Jakarta.

Dengan mencantumkan informasi yang lebih jelas tersebut, masyarakat yang memanfaatkan platform Nebengers sudah semakin meningkat. Kebanyakan memanfaatkan platform ini untuk perjalanan antar kota. Jumlah pengunduhnya pun saat ini sudah mendekati angka 50.000 pengunduh.

"Di aplikasi Nebengers, kita juga menyediakan fitur chatting sebagai sarana berkomunikasi antar pengguna. Kita juga mewajibkan pengguna aplikasi ini untuk menyertakan foto KTP, foto diri, dan juga nomor telepon untuk menjaga keamanan seluruh pengguna," pungkasnya.

Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS