Mendagri Larang Pengumpulan Massa di Tahapan Pilkada
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Mendagri Larang Pengumpulan Massa di Tahapan Pilkada

Jumat, 18 September 2020 | 19:49 WIB
Oleh : Robertus Wardy / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melarang adanya pengumpulan massa di tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) selanjutnya. Apalagi, akan segera masuk tahapan penetapan pasangan calon tanggal 23 September dan dilanjutkan tahap kampanye mulai 26 September.

"Harus dipastikan, tak ada lagi pengumpulan massa, seperti yang terjadi saat tahapan pendaftaran bakal pasangan calon tanggal 4-6 September lalu," kata Tito usai mengikuti Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Tingkat Menteri membahas penegakan hukum dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dalam masa pandemi Covid-19 di Kemko Polhukam, Jakarta, Jumat (18/9/2020). Rapat dipimpin langsung Menkopolhukam, Mahfud MD.

Ia melihat adanya pengumpulan massa karena kurangnya sosialisasi tentang aturan-aturan yang ada. Selain itu kurangnya koordinasi antara stakeholder terkait lainnya.

"Pekerjaan ini memang tidak bisa dikerjakan oleh Penyelenggara Pemilu sendiri. Harus didukung oleh semua pihak," ujar Tito.

Dia menyebut ada tiga poin yang diperhatikan kedepan. Pertama, mensosialisasikan tahapan Pilkada karena tidak semua paham tentang tahapan Pilkada dan kerawanan-kerawanannya. Kedua, mensosialisasikan aturan-aturan termasuk PKPU, bagaimana pelaksanaan tiap-tiap tahapan. Ketig, kegiatan deklarasi para kontestan yang disaksikan parpol di daerah masing-masing agar patuh kepada protokol kesehatan Covid-19.

Dia yakin semua masyarakat pasti paham apa itu protokol kesehatan di masa pandemi. Prinsipnya ada empat, yaitu memakai masker, menjaga jarak, membersihkan tangan, dan menghindar dari kerumunan sosial yang tidak bisa jaga jarak.

"Empat protokol kesehatan itu harus benar-benar ditaati, mengingatkan sebentar lagi akan masuk dalam tahapan penting Pilkada, salah satunya tahapan penetapan pasangan calon," tutup Tito.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS