Pakar Geologi: Palu Terletak di Pertemuan Tiga Lempeng
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.79)   |   COMPOSITE 5612.42 (107.29)   |   DBX 1062.36 (2.93)   |   I-GRADE 161.886 (4.39)   |   IDX30 478.794 (11.91)   |   IDX80 126.714 (2.89)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.19)   |   IDXG30 131.028 (2.31)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.67)   |   IDXQ30 139.823 (3.66)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.39)   |   IDXV30 122.487 (4.35)   |   INFOBANK15 946.8 (30.61)   |   Investor33 412.464 (9.91)   |   ISSI 165.112 (2.2)   |   JII 597.802 (8.77)   |   JII70 206.187 (3.19)   |   KOMPAS100 1134.88 (26.95)   |   LQ45 883.061 (21.01)   |   MBX 1552.46 (33.81)   |   MNC36 308.511 (6.95)   |   PEFINDO25 308.232 (9.26)   |   SMInfra18 281.756 (5.45)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.69)   |  

Pakar Geologi: Palu Terletak di Pertemuan Tiga Lempeng

Rabu, 3 Oktober 2018 | 09:09 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / YUD

Yogyakarta - Kota Palu dan Donggala merupakan titik pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Sehingga Palu dan Donggala berada di zona benturan tiga lempeng besar dunia sehingga menjadi daerah yang rawan terjadi gempa.

Ahli Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Subagyo Pramumijoyo menjelaskan, pergerakan lempeng-lempeng tersebut, mendorong pergerakan sesar geser Palu Koro yang mengakibatkan gempa pekan lalu. Sesar ini tergolong aktif karena pergerakannya mencapai 45 milimeter per tahun.

“Gempa di Sulawesi ini mekanismenya sesar geser yang tidak menimbulkan perubahan volume air laut atau dengan kata lain tidak memicu tsunami,” kata Subagyo, Selasa (2/10) petang.

Subagyo menuturkan terjadinya tsunami di Palu dimungkinkan karena adanya longsoran sedimen di bawah laut yang cukup besar yang muncul akibat pergeseran lempeng. Selain itu juga lokasi Palu yang berada di ujung teluk yang sempit. Bentuk teluk yang menyempit ke daratan menjadikan gelombang tsunami mengarah ke Kota Palu.

“Dengan bentuk teluk yang menyempit, energi gelombang tsunami akan semakin kuat ke arah yang semakin dangkal,” terangnya.

Gempa bumi yang mengguncang Palu dan Donggala tidak hanya mengakibatkan bencana susulan berupa tsunami, tetapi juga memunculkan fenomena tanah bergerak atau likuifaksi. Likuifaksi diketahui terjadi di daerah Sigi Sulawesi Tengah.

Likuifaksi disebutkan Subagyo banyak terjadi pada tanah berpasir. Saat terjadi gempa tanah yang berpasir tercampur dengan air tanah di bawahnya. Melarut dengan air tanah dan menerobos rekahan tanah di permukaan.

Dari penelitian yang dilakukan sejak tahun 2005, Subagyo menyebutkan bahwa di daerah sepanjang Teluk Palu merupakan wilayah yang memiliki tanah dengan kontur yang mudah terjadi likuifaksi. Ketebalan sedimen tersebut mencapai 170 meter sehingga menjadi daerah yang sebenarnya tidak aman untuk dijadikan tempat tinggal karena berpotensi terjadi likuifaksi saat terjadi gempa.

Ditambahkan Kepala Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM Dr Djati Mardiatno, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah Sulawesi Tengah dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami relatif minim.

Djati menyampaikan daerah Palu dan Donggala sebenarnya telah diidentifikasi sebagai daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Bahkan telah dimasukkan dalam zona merah rawan gempa.

“Mestinya kalau melihat potensi dan ancaman bencana di Palu semestinya masyarakat dan pemerintah sudah siap. Namun jika dilihat dampak gempa banyak fasilitas umum yang roboh sehingga ini menjadi pertanyaan akan keseriusan pemerintah dalam mengurangi risiko ancaman gempa bumi,” ujarnya.

Pengalaman gempa yang melanda Aceh, Padang, Yogyakarta, Tasikmalaya, dan wilayah lain di Indonesia seharusnya menjadi pembelajaran bagi semua kalangan dalam menghadapi bencana. Namun melihat peristiwa bencana gempa di Palu beberapa hari lalu dikatakan Djati menuntut semua pihak untuk belajar kembali dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana,

“Bagimana membangun budaya sadar bencana di semua kalangan,” jelasnya.

Upaya mitigasi bencana perlu diperkuat baik mitigasi struktural maupun non struktural. Mitigasi struktural dengan penguatan bangunan publik yang tahan gempa, tsunami, maupun likuifaksi, sedangkan mitigasi non struktural melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana.

“Mitigasi struktural tidak akan bernilai lebih kalau masyarakat tidak peduli. Yang memegang peran utama adalah kapasitas masyarakat sementara mitigasi struktural itu pendukungnya,” ujarnya.

Djati juga menyebutkan kedepan dalam penataan ruang harus memperhatikan potensi dan ancaman bencana guna meminimalisir risiko akibat bencana. Konsep tata ruang dan wilayah seharusnya mengindahkan risiko bencana alam dengan tidak mengizinkan pendirian permukiman di daerah rawan bencana.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Lenovo K9 Andalkan Keunggulan Empat Kamera

Kehadiran K9 sekaligus menandai kebangkitan Lenovo setelah dua tahun vakum.

DIGITAL | 2 Oktober 2018

Harga Realme 2 Pro Diklaim Paling Terjangkau

Realme 2 Pro menyasar segmen anak muda.

DIGITAL | 2 Oktober 2018

Laptop HP Joy 2 Ditargetkan Terjual 10.000 Unit

HP Joy 2 menyasar kalangan pelajar dan pekerja kantoran.

DIGITAL | 2 Oktober 2018

Sasar Pelajar dan Pekerja, HP Luncurkan Laptop Joy 2

HP Joy 2 menggunakan prosesor AMD A4-9125 terbaru, memori hingga 4GB, serta penyimpanan cepat 128GB M.2 SSD.

DIGITAL | 2 Oktober 2018

Samsung SDS Kenalkan Teknologi Anti-Peretasan untuk E-Signature

Teknologi Samsung SDS mengubah kunci enkripsi melalui algoritma milik sendiri.

DIGITAL | 1 Oktober 2018

Layanan Digital Jadi Penopang Bisnis Telkomsel

Kontribusi bisnis digital terhadap revenue keseluruhan baru sekitar 30 persen.

EKONOMI | 1 Oktober 2018

LG Gandeng Robotis Kembangkan Navigasi Robot Cerdas

LG menjalin kemitraan dengan Robotis dalam mengembangkan modul nagivasi cerdas untuk robot.

DIGITAL | 1 Oktober 2018

Fokus di Bisnis Digital, Telkomsel Siapkan 7 Gim Baru

Gim yang akan dirilis memiliki genre yang beragam.

DIGITAL | 1 Oktober 2018

Jadi Publisher, Telkomsel Luncurkan Gim ShellFire

Gim ShellFire bercerita tentang masa depan saat manusia sudah mulai punah akibat perang nuklir.

DIGITAL | 1 Oktober 2018

Samsung Bakal Perluas Variasi Warna Smartphone

Samsung akan memperluas spektrum pilihan warna perangkat smartphone.

DIGITAL | 30 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS