Australia Akan Paksa Google dan Facebook Bayar Konten Berita
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Australia Akan Paksa Google dan Facebook Bayar Konten Berita

Senin, 3 Agustus 2020 | 16:50 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Canberra, Beritasatu.com - Perusahaan raksasa teknologi Google dan Facebook bakal harus membayar konten berita di Australia. Pemerintah Australia tengah menyiapkan rancangan peraturan yang mewajibkan Google dan Facebook membayar konten berita di negara tersebut.

Perubahan tersebut merupakan yang pertama terjadi di dunia di mana pemerintah berupaya untuk menyelamatkan media massa dengan menyediakan "keseimbangan" bagi perusahaan media.

Dalam aturan yang tengah disiapkan, Google dan Facebook diwajibkan membayar konten berita yang digunakan untuk mendapatkan keuntungan di media sosial. Selain pembayaran konten tersebut, mereka harus menjelaskan mengenai masalah akses terhadap data pengguna serta transparansi dari algoritma yang digunakan. Algoritma tersebut selama ini digunakan untuk pemeringkatan konten dalam news feeds serta hasil pencarian.

"(Perubahan) ini mengenai keadilan bagi perusahaan media Australia. Ini dilakukan agar kami bisa meningkatkan persaingan, perlindungan terhadap konsumen serta usaha media yang berkelanjutan," kata Menteri Keuangan Josh Frydenberg, Jumat (31/7/2020).

"Masa depan media Australia yang dipertaruhkan dengan adanya perubahan ini," tegasnya.

Menurut Managing Director Google Australia Mel Silva, peraturan tersebut merupakan hal yang "lalim" dan hal tersebut mengancam ekonomi digital. Sebaliknya keputusan tersebut disambut media massa Australia yang selama ini telah meminta peraturan yang lebih keras untuk mencegah penyedotan konten serta berkurangnya keuntungan dari pendapatan iklan.

Perusahaan media di Australia menghadapi masa yang sulit untuk melewati berkurangnya pendapatan secara signifikan. Kerugian tersebut begitu besar yang membuat terjadinya pemecatan secara besar-besaran. Salah satu media terbesar di Australia News Limited mengumumkan pada Mei lalu bahwa 112 surat kabar mereka akan ditutup atau hanya terbit secara digital. Guna mencegah kebangkrutan, salah satu koran tertua Australia The Sydney Morning Herald mengumumkan merger dengan jaringan televisi untuk menyelamatkan bisnis mereka.



Sumber:France 24


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tanda Tangan Steve Jobs Laku Terjual Rp 242,9 Juta

Memorabilia terkait Steve Jobs selalu menjadi buruan utama kalangan kolektor.

DIGITAL | 2 Agustus 2020

WhatsApp Siapkan Peluncuran 138 Emoji Baru

WhatsApp disebutkan telah menampilkan 138 emoji baru di versi beta Android terbaru.

DIGITAL | 2 Agustus 2020

XL Tawarkan Kuota Data Hingga 300 GB

XL meluncurkan program berlangganan Prio Club

 untuk pelanggan pascabayar XL Prioritas.

DIGITAL | 1 Agustus 2020

Nokia Akan Luncurkan 3 Ponsel Baru di Ajang IFA 2020

HMD Global berencana meluncurkan tiga ponsel Nokia baru di ajang IFA 2020.

DIGITAL | 31 Juli 2020

CEO TikTok: Kami Bukan Musuh

CEO TikTok, Kevin Mayer menuliskan surat yang menyatakan aplikasi TikTok telah menjadi target baru.

DIGITAL | 31 Juli 2020

Aplikasi Kargo Vendor Bantu Pemilik Truk Meningkatkan Bisnis

Kargo Tech, platform daring penyedia layanan logistik di Indonesia, mengumumkan update terbaru dari aplikasi Kargo Vendor.

DIGITAL | 30 Juli 2020

Dukung PJJ, Lintasarta Luncurkan Solusi E-Learning

Lintasarta Smart Campus E-Learning merupakan solusi bagi mahasiswa dan dosen perguruan tinggi.

DIGITAL | 30 Juli 2020

Toshiba Kembangkan "Hotel Hidrogen” Pertama di Dunia

Hotel hidrogen pertama di dunia memanfaatkan energi dari hasil daur ulang plastik limbah.

DIGITAL | 29 Juli 2020

Ini Alasan Kenapa Xiaomi Laris di Indonesia

Xiaomi menawarkan produk dengan harga yang terjangkau namun tidak mengesampingkan kualitas.

DIGITAL | 29 Juli 2020

Baparekraf Game Prime 2020 Usung Konsep Baru

Baparekraf Game Prime 2020 Online hadirkan beragam acara eSports, gim, edukasi, hingga hiburan.

DIGITAL | 29 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS