Indonesia Incar Pasar Nanas dan Buah Naga ke Tiongkok

Indonesia Incar Pasar Nanas dan Buah Naga ke Tiongkok

Sabtu, 3 Februari 2018 | 07:17 WIB
Oleh : YUD

Jakarta - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian tengah menyasar pasar ekspor untuk buah nanas dan buah naga ke Tiongkok mengingat ada permintaan cukup besar pada komoditas tersebut.

Dalam pelepasan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/2), Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini, mengatakan Indonesia bisa memanfaatkan peluang mengeskpor kedua buah-buahan tersebut apalagi Tiongkok tidak menetapkan kuota impor mereka.

"Kami sedang mendampingi para eksportir untuk ekspor buah naga dan nanas ke Tiongkok karena ada permintaan cukup besar dan ekspor ini tanpa kuota," kata Banun.

Ia menjelaskan Tiongkok meminta agar Indonesia menambah segmentasi pasar ekspor sebesar 10 persen, khususnya pada produk pertanian dan pangan, mengingat negara tersebut juga tengah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi pangan masyarakatnya Badan Karantina Pertanian pun terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada para eksportir melalui program "inline inspection" karantina.

Program inline inspection merupakan kesatuan sistem pengawasan dari hulu hingga hilir meliputi penilaian benih unggul, teknik budi daya yang baik (Good Agricultural Practice) dan penanganan pasca panen yang baik (Good Handling Practice) guna mencegah adanya cemaran hama penyakit sejak dari kebun.

"Kami mengedukasi semua proses pengawasan in line inspection kepada petani dan eksportir, sehingga proses pemeriksaan tindakaan karantina di tempat pengeluaran ekspor menjadi lebih cepat, efektif dan efisien," kata Banun.

Ada pun rencana ekspor nanas dan buah naga diupayakan bisa terlaksana dalam waktu dekat.

Sebelumnya, produk buah yang diekspor dalam jumlah besar ke Tiongkok yakni manggis. Indonesia berupaya memenuhi permintaan manggis ke Tiongkok sebesar 2.000 ton menjelang Tahun Baru Imlek.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Thailand Terapkan Larangan Merokok di Pantai

Larangan merokok tersebut diterapkan di 24 lokasi pantai yang populer di Thailand.

DUNIA | 1 Februari 2018

Indonesia Siap Mediasi Krisis Nuklir Semenanjung Korea

Posisi lndonesia dalam menghadapi isu Korut adalah mengajak semua pihak untuk tidak terprovokasi dengan situasi yang dapat memicu eskalasi konflik

DUNIA | 1 Februari 2018

AS Nyatakan Pemimpin Hamas Sebagai Teroris

Amerika Serikat (AS) mengumumkan pemimpin senior Hamas, Ismail Haniya, masuk dalam daftar teroris global.

DUNIA | 1 Februari 2018

KelompokLSM Rohingya Desak Myanmar Runding Ulang Repatriasi

Kesatuan Arakan Rohingya (Arakan Rohingya Union/ARU) dan Dewan Rohingya Eropa (European Rohingya Council/ERC), Rabu (31/1), mendesak Myanmar untuk merundingkan ulang kesepakatan repatriasi dengan Bangladesh.

DUNIA | 1 Februari 2018

Malaysia Tolak Klaim Sabah Jadi Negara Federal Filipina ke-13

Malaysia menolak sebuah usulan oleh seorang anggota komite Pemerintah Filipina untuk mengamandemen Konstitusi Filipina dengan memasukkan Sabah sebagai negara federal ke-13 Filipina.

DUNIA | 1 Februari 2018

RI Dukung Keanggotaan Timor Leste di ASEAN

Indonesia menyampaikan dukungan atas keanggotaan Timor Leste di ASEAN.

DUNIA | 1 Februari 2018

Untuk Kasus Pornografi Anak Daring, Malaysia Peringkat Teratas

Negara Malaysia berada di peringkat teratas kasus pornografi anak untuk wilayah Asia Tenggara dalam jaringan (daring) internet.

DUNIA | 31 Januari 2018

Dianggap Kontroversi, Dubes Korsel untuk Singapura Dicopot

Duta Besar Korea Selatan untuk Singapura, Lee Sang-deok, telah dicopot dari jabatannya, seperti dilaporkan oleh surat kabar Korea Times, Selasa (30/1).

DUNIA | 31 Januari 2018

Aset Sitaan Korupsi di Arab Saudi Rp 1.423 Triliun

Jaksa Agung Arab Saudi, Saud Al-Mojeb, menyatakan bahwa 56 tersangka korupsi saat ini masih berada dalam tahanan dari 381 orang yang ditahan.

DUNIA | 31 Januari 2018

PM Bangladesh: Kehadiran Rohingya Jadi Beban Negara

Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina menyatakan kehadiran warga Rohingya telah menciptakan tekanan sosial ekonomi yang besar bagi negaranya.

DUNIA | 31 Januari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS