Hasil Autopsi Lengkap George Flyod, Positif Covid-19
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Hasil Autopsi Lengkap George Flyod, Positif Covid-19

Kamis, 4 Juni 2020 | 18:53 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Minneapolis, Beritasatu.com - Hasil lengkap laporan autopsi terhadap George Floyd dilansir ke publik, Rabu (3/6/2020) waktu setempat atau Kamis (4/6/2020) WIB. Seperti dilansir oleh NPR, Floyd yang meninggal dunia setelah ditangkap oleh personel kepolisian bulan lalu positif terhadap virus SARS CoV-2 atau virus yang mengakibatkan Covid-19.

Dalam laporan setebal 20 halaman tercantum juga bahwa tubuh Floyd mengandung fentanyl dan methamphetamine pada waktu kematian. Kendati begitu kedua bahan narkoba tersebut bukan menjadi penyebab kematian.

Laporan autopsi yang dirilis, Rabu (3/6/2020) oleh petugas Kantor Wilayah Kesehatan Hennepin itu bertanggal 25 Mei 2020 - hari yang sama George Floyd meninggal dunia. Dalam video yang viral di media sosial, Floyd (46) berkali-kali berteriak tidak bisa bernafas, saat wajahnya ditekan lutut mantan petugas kepolisian Minneapolis Derek Chauvin sebelum kehabisan nafas. Petugas kepolisian lainnya dalam video tersebut hanya terlihat menyaksikan aksi Chauvin tersebut. Insiden itu yang pada akhirnya memicu demonstrasi di segenap wilayah Amerika Serikat serta beberapa negara lainnya.

Dalam laporan autopsi tersebut, kematian Floyd dinyatakan sebagai upaya pembunuhan.

Kesimpulan dari autopsi tersebut menyatakan bahwa "penyebab kematian adalah berhentinya fungsi jantung dan paru-paru yang disebabkan tekanan oleh petugas pada bagian leher". Kesimpulan tersebut yang menyatakan bahwa kematian Floyd terjadi karena kegagalan fungsi jantung berbeda dari hasil autopsi yang dilakukan pihak independen yang disewa keluarga almarhum yang menyatakan bahwa kematiannya terjadi akibat "sesak nafas akibat tekanan yang berkelanjutan."



Sumber:NPR


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dua Perusahaan Indonesia Manfaatkan Pulihnya Konsumsi di Tiongkok

Konsumsi daring pascapandemi telah mengalami pemulihan sejak Maret.

DUNIA | 4 Juni 2020

Eks Menhan Amerika: Baru Kali ini Ada Presiden Pengadu Domba

Ada satu kalimat Mattis yang kemungkinan akan membuat Trump murka.

DUNIA | 4 Juni 2020

Maskapai Tiongkok Dilarang Terbang ke AS

Amerika Serikat melarang maskapai penumpang Tiongkok terbang ke AS mulai 16 Juni nanti.

DUNIA | 4 Juni 2020

Pangeran Charles: Covid-19 Adalah Peluang untuk Mengatur Kembali Ekonomi

Pangeran Charles mendesak tindakan nyata untuk mendorong bioekonomi yang seimbang dengan alam.

DUNIA | 4 Juni 2020

Italia Mulai Cabut Lockdown, PM: “Kita Berhak Tersenyum”

Dengan 33.600 korban jiwa dan 234.000 kasus infeksi, Italia adalah salah negara yang paling parah terdampak.

DUNIA | 4 Juni 2020

Tolak Lockdown, Swedia Tanggung Akibatnya Sekarang

Swedia, dengan populasi 10 juta, memiliki 40.803 kasus Covid-19 dan 4.542 korban jiwa sampai Rabu kemarin.

DUNIA | 4 Juni 2020

Trump Umumkan Perang pada Negaranya Sendiri?

Pidato Trump Senin lalu menegaskan dia tidak akan pergi tanpa perlawanan. Bisa jadi, hal seperti ini membuatnya menang lagi.

DUNIA | 3 Juni 2020

Amerika Siap Balas Pajak Netflix Indonesia Dengan Tarif Dagang

Pemerintah Amerika mneilai rencana pajak atas Netflix, Amazon, Google, Apple, Facebokk dan lain-lain tidak adil bagi negaranya.

DUNIA | 3 Juni 2020

Vietnam Usulkan KTT ASEAN dalam Format Pertemuan Fisik

Vietnam mengusulkan pelaksanaan KTT ASEAN dilakukan dalam format pertemuan fisik seperti lazimnya sebelum pandemi.

DUNIA | 3 Juni 2020

Atasi Pandemi, Indonesia Bisa Belajar dari Regionalisasi Jerman

Pertemuan rutin antara kanselir dan pimpinan negara bagian satu kali tiap dua minggu.

NASIONAL | 3 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS