Soal Laut China Selatan, Moeldoko: Indonesia Pilih Diplomasi
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Soal Laut China Selatan, Moeldoko: Indonesia Pilih Diplomasi

Sabtu, 20 Juni 2020 | 21:06 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia akan mengambil langkah diplomasi manakala terjadi sengketa di Laut China Selatan, sesuai dengan doktrin politik luar negeri bebas aktif. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) sekaligus mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Sabtu (20/6/2020).

"Sesuai doktrin politik luar negeri yang bebas aktif, Indonesia akan melakukan pendekatan diplomasi untuk kelangsungan perdamaian di kawasan itu,” kata Moeldoko pada acara PYC 4th Anniversary Webinar Series dengan topik Geopolitik Energi di Laut Cina Selatan: Kekuatan Diplomasi, di Jakarta, Sabtu.

Hingga saat ini wilayah Laut China Selatan menjadi perebutan beberapa negara, khususnya China dan Amerika Serikat. Di kawasan tersebut juga terjadi pertahanan dan perang dingin antara kedua negara adidaya.

Secara geopolitik, Indonesia berada pada posisi strategis dalam persoalan Laut China Selatan. Namun, Moeldoko menyampaikan apabila benar-benar pecah konflik, Indonesia akan mengambil posisi netral, tidak memilih keberpihakan pada salah satu negara.

Pada kesempatan itu, pendiri PYC dan Pionir Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) Purnomo Yusgiantoro menjelaskan saat ini ada sembilan titik yang diklaim menjadi wilayah teritorial China di kawasan tersebut.

Kekuatan besar dua negara, Amerika Serikat dan Tiongkok, memperebutkan sumber daya energi di sekitar kawasan.

“Kita tak terlibat namun ada lapangan gas terbesar di wilayah tersebut yang menjadi perhatian kita. Perlu ada prinsip diplomasi dalam menghadapi isu geopolitik di kawasan Laut China Selatan,” ujar Purnomo.

Menurut Purnomo, kekuatan diplomasi Indonesia mengenai wilayah Natuna sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Pembicaraan yang sudah berlangsung sejak beberapa tahun tidak bisa dilanjutkan, meski dilakukan secara virtual.

“Pembicaraan diplomasi ini lebih diinginkan secara tatap muka, kita berharap dapat ditindaklanjuti," ujar dia.

Sementara itu, mantan Menteri Perdagangan dan Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Micronesia Muhammad Lutfi mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia akan sangat pesat terjadi di negara berkembang.

Terkait hal tersebut, menurut Lutfi, penguasaan sumber daya alam akan menjadi pertarungan. Penguasaan teknologi yang saat ini sedang ditingkatkan Tiongkok akan memperkuat perekonomian.

Menurut dia, AS memantau negara-negara yang menerapkan demokrasi, menjunjung hukum dan kebebasan untuk berpendapat, salah satunya Indonesia.

“Kita menjadi calon sahabat sejati di masa depan. Kenapa? Karena kriteria itu ada di Indonesia. Ada kepentingan AS, Indonesia punya situasi yang unik di Laut China Selatan, " ujar Lutfi.

Sementara itu, penasihat senior Kantor Staf Presiden Andi Widjajanto menjelaskan Tiongkok berhasil melakukan diplomasi energi untuk mengamankan energi terkait keinginannya untuk menjadi pemain utama di dunia. Tiongkok membangun militer, gelar kekuatan dan cita-cita Tiongkok adalah mendapat keamanan energi dan gelar investasi energi ke hampir seluruh dunia.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bioskop di Prancis Akan Dibuka Kembali

Pembukaan bioskop tersebut lebih cepat dari rencana awal, yaitu pada 1 Juli.

DUNIA | 20 Juni 2020

Angka Positif Covid-19 Brasil Tembus Satu Juta

Brasil mencatatkan angka positif virus corona (Covid-19) melebihi satu juta kasus, Sabtu (20/6/2020).

DUNIA | 20 Juni 2020

Kasus Covid-19 di 4 Negara Bagian AS Catat Rekor Tertinggi Harian

Covid-19 diperkirakan akan meningkat selama empat minggu ke depan dibandingkan empat minggu terakhir.

DUNIA | 20 Juni 2020

Megastimulus UE Berpotensi Munculkan Perang Dagang dengan AS

Hari ini, 27 anggota Uni Eropa mengadakan pertemuan negosiasi rencana stimulus 750 miliar euro atau sekitar Rp 11.975 triliun untuk mengatasi dampak Covid-19.

DUNIA | 19 Juni 2020

Luncurkan Buku tentang Memoar Gedung Putih, Bolton Tuai Banyak Kritikan

Mantan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton, menuai banyak kritikan pascameluncurkan buku yang membahas tentang memoar Gedung Putih.

DUNIA | 19 Juni 2020

Tiongkok Tak Berniat Intervensi Pilpres AS

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan tak memiliki niat untuk ikut campur atau melakukan intervensi terhadap Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020.

DUNIA | 19 Juni 2020

Pascaserangan Korut, Juru Runding Nuklir Korsel Berkunjung ke Gedung Putih

Juru runcing nuklir Korea Selatan (Korsel), Lee Do-hoon, dilaporkan berkunjung ke Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (AS), pada Kamis (18/6/2020).

DUNIA | 19 Juni 2020

Unggah Video Editan, Donald Trump Kembali Diperingatkan Twitter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendapatkan peringatan dari Twitter karena mengunggah video editan tentang rasisme di AS.

DUNIA | 19 Juni 2020

India, Meksiko, Norwegia, dan Irlandia Menangi Kursi DK PBB

Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Rabu (17/6), memilih empat anggota tidak tetap baru di Dewan Keamanan PBB periode 2021-2022.

DUNIA | 19 Juni 2020

Menlu Amerika Sebut Bolton Pengkhianat

Pompeo disebut Bolton pernah diam-diam menghujat Presiden Trump.

DUNIA | 19 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS