Ini Tiga Faktor Mengapa Laut China Selatan Jadi Rebutan
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Ini Tiga Faktor Mengapa Laut China Selatan Jadi Rebutan

Jumat, 26 Juni 2020 | 21:34 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengungkap tiga faktor yang membuat Laut China Selatan diperebutkan. Hal itu disampaikan Aan dalam diskusi daring yang digelar DPP GMNI bertajuk "Bung Karno dan Geopolitik Asia Pasifik: Menakar Dinamika Laut China Selatan", Jumat (26/6/2020).

"Kenapa Laut China Selatan begitu penting? Pertama, Laut China Selatan merupakan wilayah yang banyak dilalui kapal-kapal niaga yang angkut perdagangan dan energi. China amat bergantung impor minyak dari Timur Tengah dan 80% melalui laut," kata Aan.

Kedua, menurut Aan, Laut China Selatan memiliki cadangan minyak sebesar 11 miliar barel dan 190 triliun kaki kubik gas. Meski tidak terbesar, lanjut Aan, tapi jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan energi nasional negara claimant state.

Ketiga, Aan menuturkan potensi sumber daya alam perikanan begitu besar. Sebab Laut China Selatan merupakan laut setengah tertutup, yang memiliki sumber pakan ikan berlimpah.

"Nilai-nilai strategis utama ini yang membuat Laut China Selatan menjadi perebutan," ungkap Aan.

Aan mengatakan dampak sengketa di Laut China Selatan yang tampak jelas yaitu kehadiran kekuatan militer negara besar non claimant state seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia. Kondisi konflik ini, menurut Aan, menciptakan sejumlah dinamika internasional antara claimant state dan negara pengguna.

"Ada dampak tidak langsung contohnya gangguan terhadap lalu lintas pelayaran, lalu kontestasi di laut akan mendorong negara-negara terlibat untuk meningkatkan kemampuan perangnya," ucap Aan.

Aan pun menyebut, "Jadi apabila terjadi peningkatan konflik, maka risiko yang paling besar adalah peningkatan belanja militer negara claimant. Mengakibatkan risiko pecahnya perang terbuka, karena itu sejumlah pihak sebisa mungkin menahan. Ini kita tidak harapkan."



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

1.100 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri, Kematian Tertinggi di Arab Saudi

Hingga Jumat (26/6/2020) sebanyak 1.100 orang WNI terinfeksi Covid-19 di luar negeri.

DUNIA | 26 Juni 2020

Pemimpin KTT ASEAN Sepakat Kembangkan SDM Hadapi Perubahan Dunia

Beberapa hal yang digarisbawahi dalam dokumen tersebut antara lain komitmen mengurangi dampak Covid-19.

DUNIA | 26 Juni 2020

Jokowi Ajak Negara ASEAN Perkuat Kerja Sama

Penguatan kerja sama antara beberapa negara, utamanya dalam satu kawasan, merupakan satu hal krusial yang harus dilakukan di masa pandemi.

DUNIA | 26 Juni 2020

Afrika Selatan Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19

Afrika Selatan mulai melakukan uji coba vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan Jenner Institute dan Universitas Oxford, Inggris.

DUNIA | 26 Juni 2020

Sikap Agresif Korut ke Korsel mulai Mereda

Sikap agresif Korea Utara (Korut) untuk melakukan aksi militer ke Korea Selatan (Korsel) mulai mereda.

DUNIA | 26 Juni 2020

Tim Kampaye Trump Sebut Polling Pilpres AS tak Mencerminkan Pilihan Rakyat AS

Tim kampanye Donald Trump menyebut jajak pendapat yang mengunggulkan Joe Biden tidak menccerminkan pilihan sesungguhnya rakyat Amerika Serikat.

DUNIA | 26 Juni 2020

WHO: Amerika Belum Capai Puncak Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan pandemi Covid-19 belum mencapai puncaknya di kawasan Amerika.

DUNIA | 26 Juni 2020

Militer Tiongkok Gelar Uji Coba Kedua Vaksin Corona

Institut penelitian militer Tiongkok telah mendapatkan persetujuan untuk menggelar uji coba kedua vaksin virus corona kepada manusia.

DUNIA | 26 Juni 2020

Polling Pilpres AS 2020, Biden Unggul 14% dari Trump

Jajak pendapat Pilpres Amerika Serikat (AS) Tahun 2020 terbaru menunjukkan Joe Biden unggul 14% dibandingkan kandidat petahana Presiden Donald Trump.

DUNIA | 26 Juni 2020

70 Tahun Perang Korea, Puluhan Ribu Keluarga Tinggal Terpisah

Pemerintah Korsel mencatat, sekitar 133.386 warga Korsel terdaftar sebagai anggota keluarga yang terpisah akibat Perang Korea,

DUNIA | 26 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS