Ini Dampak Bagi Indonesia jika Terjadi Perang di Laut China Selatan
INDEX

BISNIS-27 431.53 (2.99)   |   COMPOSITE 4906.55 (19.82)   |   DBX 934.495 (0.89)   |   I-GRADE 129.531 (0.72)   |   IDX30 408.573 (2.45)   |   IDX80 107.231 (0.54)   |   IDXBUMN20 271.434 (1.2)   |   IDXG30 114.42 (0.57)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.43)   |   IDXQ30 119.596 (0.74)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.42)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.25)   |   IDXV30 101.606 (0.9)   |   INFOBANK15 772.076 (7.03)   |   Investor33 357.854 (2.54)   |   ISSI 144.258 (0.31)   |   JII 521.112 (2.16)   |   JII70 177.199 (0.53)   |   KOMPAS100 960.444 (5.61)   |   LQ45 749.999 (4.19)   |   MBX 1355.95 (6.1)   |   MNC36 267.764 (1.73)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.47)   |   SMInfra18 232.762 (1.02)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.31)   |  

Ini Dampak Bagi Indonesia jika Terjadi Perang di Laut China Selatan

Jumat, 26 Juni 2020 | 21:46 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksamana Madya TNI Aan Kurnia menegaskan Indonesia akan mengalami dampak langsung jika perang pecah di Laut China Selatan. Hal itu disampaikan Aan dalam diskusi daring yang digelar DPP GMNI bertajuk "Bung Karno dan Geopolitik Asia Pasifik: Menakar Dinamika Laut China Selatan", Jumat (26/6/2020).

"Apabila perang pecah di Laut China Selatan, maka Indonesia bepotensi mengalami dampak langsung yaitu terjadinya kerusakan dan kehancuran di Natuna akibat salah sasaran, eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam menjadi terhenti," kata Aan.

Aan menambahkan Natuna berpotensi terlokalisir, dan berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat setempat. Berikutnya, Indonesia bisa terlibat dalam perang, termasuk kemungkinan adanya krisis ekonomi. Aan menyatakan terdapat beberapa strategi yang perlu dilakukan Indonesia.

"Kita harus selalu menggelar operasi paduan bersama yakni TNI, Bakamla, kapal-kapal KKP. Jadi di sana simbol-simbol negara harus selalu hadir. Kehadiran di laut secara terus menerus menunjukkan intensi langsung atau tidak langsung," tegas Aan.

Aan pun menyebut, "Kita harus bisa memanfatkan laut kita sendiri. Apa sudah siap nelayan-nelayan kita di Natuna sana, ahli-ahli kelautan memanfaatkan? Sampai sekarang jujur belum bisa. Jadi perlu kita jangan hanya mengklaim tapi harus hadir di sana, karena ingat kita punya 10 perbatasan laut, dan semua belum selesai, salah satunya Laut Natuna."

Aan menambahkan, Indonesia juga harus mampu membina hubungan baik dengan para pihak yang berkonflik. "Kita harus merapatkan barisan dan sama-sama dengan negara yang ada klaim dengan China, sama-sama diplomasi untuk hadapi China. Konsep regional penanganan konflik Laut China Selatan juga penting," imbuh Aan.

Aan pun menyebut, "ASEAN adalah media regional yang harus diberdayakan. Terlepas dari sejumlah kelebihan dan kekurangan. Kelemahan ASEAN yaitu potensi ketidakpercayaan terhadap ASEAN, karena empat negaranya claimant. Kelebihannya, kredibilitas ASEAN yang mampu menjaga kondisi anggotanya, sehingga tidak ada pertikaian dan konflik panjang."



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ini Tiga Faktor Mengapa Laut China Selatan Jadi Rebutan

Terdapat tiga faktor yang membuat Laut China Selatan menjadi rebutan.

DUNIA | 26 Juni 2020

1.100 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri, Kematian Tertinggi di Arab Saudi

Hingga Jumat (26/6/2020) sebanyak 1.100 orang WNI terinfeksi Covid-19 di luar negeri.

DUNIA | 26 Juni 2020

Pemimpin KTT ASEAN Sepakat Kembangkan SDM Hadapi Perubahan Dunia

Beberapa hal yang digarisbawahi dalam dokumen tersebut antara lain komitmen mengurangi dampak Covid-19.

DUNIA | 26 Juni 2020

Jokowi Ajak Negara ASEAN Perkuat Kerja Sama

Penguatan kerja sama antara beberapa negara, utamanya dalam satu kawasan, merupakan satu hal krusial yang harus dilakukan di masa pandemi.

DUNIA | 26 Juni 2020

Afrika Selatan Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19

Afrika Selatan mulai melakukan uji coba vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan Jenner Institute dan Universitas Oxford, Inggris.

DUNIA | 26 Juni 2020

Sikap Agresif Korut ke Korsel mulai Mereda

Sikap agresif Korea Utara (Korut) untuk melakukan aksi militer ke Korea Selatan (Korsel) mulai mereda.

DUNIA | 26 Juni 2020

Tim Kampaye Trump Sebut Polling Pilpres AS tak Mencerminkan Pilihan Rakyat AS

Tim kampanye Donald Trump menyebut jajak pendapat yang mengunggulkan Joe Biden tidak menccerminkan pilihan sesungguhnya rakyat Amerika Serikat.

DUNIA | 26 Juni 2020

WHO: Amerika Belum Capai Puncak Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan pandemi Covid-19 belum mencapai puncaknya di kawasan Amerika.

DUNIA | 26 Juni 2020

Militer Tiongkok Gelar Uji Coba Kedua Vaksin Corona

Institut penelitian militer Tiongkok telah mendapatkan persetujuan untuk menggelar uji coba kedua vaksin virus corona kepada manusia.

DUNIA | 26 Juni 2020

Polling Pilpres AS 2020, Biden Unggul 14% dari Trump

Jajak pendapat Pilpres Amerika Serikat (AS) Tahun 2020 terbaru menunjukkan Joe Biden unggul 14% dibandingkan kandidat petahana Presiden Donald Trump.

DUNIA | 26 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS