India Catatkan Rekor Positif Covid-19 Lebih dari 49.000
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

India Catatkan Rekor Positif Covid-19 Lebih dari 49.000

Jumat, 24 Juli 2020 | 20:34 WIB
Oleh : YUD

Mumbai, Beritasatu.com - India mencatatkan lebih dari 49.000 kasus baru positif Covid-19 serta 740 kasus kematian pada Jumat (24/7/2020). Angka tersebut tercatat sebagai rekor baru kasus harian, bersamaan dengan situasi kekurangan obat-obatan di rumah sakit di sejumlah negara bagian.

Dengan jumlah kasus infeksi yang hampir menyentuh angka 1,3 juta di India, otoritas lokal berjuang memproduksi versi generik obat remdesivir, yang menunjukkan hasil menjanjikan dalam percobaan pengobatan pasien Covid-19 yang parah.

"Permintaan semakin tinggi, sejalan dengan meningkatnya kasus secara cepat di negara bagian ini," kata pejabat senior urusan obat-obatan di Negara Bagian Maharashtra.

"Pasokan obat saat ini terbatas, namun perusahaan menjamin bahwa mereka akan menyediakan lebih banyak lagi dalam sepekan ini," ujar pejabat tersebut menambahkan.

Sejauh ini, di seluruh India terdapat sebanyak 30.601 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, 40 persen di antaranya di Maharashtra.

Maharashtra juga menjadi wilayah terparah yang terkena wabah di negara itu, dengan total hampir 350.000 kasus. Dari angka itu, 60 persen dilaporkan berasal dari Mumbai, pusat keuangan India, dan kota-kota satelit.

Terkait lonjakan permintaan atas remdesivir, perusahaan farmasi Gilead Sciences pada Mei dan Juni telah mengizinkan enam perusahaan obat India, serta tiga perusahaan asing, untuk membuat dan menjual versi murah obat tersebut kepada 127 negara berkembang.

Sejauh ini, baru tiga perusahaan di India yang mampu memasok remdesivir generik, yakni Hetero Labs, Cipla, dan Mylan NV. Perusahaan-perusahaan lainnya masih menunggu persetujuan otoritas terkait, atau masih menyiapkan produksi.

"Hal ini tidak dapat diburu-buru," kata P.D. Vaghela, pejabat Departemen Obat-obatan India. Ia menambahkan bahwa otoritas melakukan langkah ketat dalam melarang penjualan obat itu secara gelap.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Balas Trump! Tiongkok Perintahkan AS Tutup Konsulat di Chengdu

Pengumuman itu muncul setelah AS memerintahkan Tiongkok menutup konsulatnya di Houston.

DUNIA | 24 Juli 2020

Positif Covid-19, Mel Gibson Sempat Dirawat di RS

Di rumah sakit, pemain Braveheart itu menjalani pengobatan dengan obat Remdesivir.

DUNIA | 24 Juli 2020

Warga AS Jarang Pakai Masker

Menurut survei Gallup, hanya 44 persen responden dewasa di AS yang selalu menggunakan masker di luar rumah, 28 persen mengatakan sangat sering.

DUNIA | 24 Juli 2020

Sinopharm: Vaksin Covid-19 Siap Dipakai Akhir 2020

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Grup Farmasi Nasional Tiongkok (Sinopharm) kemungkinan bakal siap digunakan oleh masyarakat pada akhir tahun 2020.

DUNIA | 23 Juli 2020

Indonesia Juga Kembangkan Vaksin Covid-19 Bersama Korsel

Selain bekerja sama dengan Tiongkok, Indonesia juga menggandeng Korea Selatan guna mengembangkan vaksin Covid-19.

DUNIA | 23 Juli 2020

Ekonomi Minus 3,3%, Korsel Susul Singapura Masuki Resesi

Ekspor barang dan jasa dari negara yang bergantung pada perdagangan ini anjlok 16,6 persen.

DUNIA | 23 Juli 2020

Gates Bantah Teori Konspirasi tentang Vaksin Covid-19

Dia berharap polemik teori konspirasi akan mereda ketika orang mendapatkan fakta.

DUNIA | 23 Juli 2020

Hanya 183 Hari, Positif Covid-19 di AS Dekati 4 Juta

Angka positif Covid-19 di AS melonjak mencapai hampir 4 juta hanya dalam 183 hari.

DUNIA | 22 Juli 2020

AS Perintahkan Tiongkok Tutup Konsulat di Houston

Perintah penutupan Konsulat Tiongkok di Houston yang dilakukan AS merupakan eskalasi memanasnya ketegangan antara kedua negara.

DUNIA | 22 Juli 2020

Tes Kali Ketiga, Presiden Brasil Kembali Positif Covid-19

Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali positif virus corona (Covid-19) setelah menjalani tes untuk ketiga kalinya.

DUNIA | 22 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS