Cegah Covid-19, Prancis Terapkan Jam Malam di 9 Kota

Cegah Covid-19, Prancis Terapkan Jam Malam di 9 Kota

Kamis, 15 Oktober 2020 | 19:49 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YUD

Paris, Beritasatu.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Rabu (14/10/2020), memerintahkan jam malam untuk Paris dan delapan kota di Prancis untuk menahan penularan Covid-19 setelah kasus harian mencapai tingkat mengkhawatirkan. Lewat wawancara televisi, Macron mengatakan para penduduk di kota-kota yang ditetapkan, mencakup sepertiga dari populasi Prancis, tidak diizinkan untuk berada di luar antara pukul 21.00 dan 06.00 mulai Sabtu (17/10/2020), untuk durasi setidaknya empat minggu kecuali alasan esensial.

“Kita harus bertindak. Kita perlu menghentikan penyebaran virus. Kita harus menangani virus ini sampai setidaknya musim panas 2021,” kata Macron, Rabu (14/10/2020).

Macron juga mendesak warga untuk membatasi pertemuan di rumah menjadi maskimal enam orang dan memakai masker pelindung untuk acara semacam itu. Setiap orang yang ditemukan berada di luar selama jam malam tanpa izin khusus akan menghadapi denda 135 euro (Rp 2,3 juta), dan lebih dari 10 kali lipat dari denda itu bagi para pelanggar yang mengulangi kesalahannya.

Macron mengatakan langkah terbaru itu akan menghentikan orang-orang mengunjungi restoran dan rumah-rumah pribadi pada malam atau larut malam. Dia menegaskan kasus harian virus corona harus di bawah 3.000 atau 5.000 dari tingkat saat ini yang mencapai hampir 27.000 kasus per hari.

Selain Paris, kawasan lain yang juga diterapkan jam malam adalah Grenoble, Lille, Lyon, Marseille, Montpellier, Rouen, Saint-Etienne, dan Toulouse. Itu artinya sekitar 20 juta orang akan terdampak dari total populasi 67 juta orang.

“Kami tidak akan pergi ke restoran setelah pukul 21.00. Kami tidak akan berpesta dengan teman-teman karena kami tahu dimana risiko kontaminasi terbesar,” kata Macron.

Macron mengakui langkah itu berat untuk anak-anak muda, tapi krisis kesehatan hanya memberi sedikit pilihan. “Sulit untuk berumur 20 tahun pada 2020,” katanya.

Macron menambahkan 32% dari 5.000 unit perawatan intensif Prancis telah terisi oleh pasien virus corona, proporsi yang perlu diturunkan 10-15%. Berdasarkan data resmi, 1.633 orang dirawat di ICU Prancis dibandingkan kapasitas nasional sebanyak 5.000. Sekitar 33.000 orang sejauh ini meninggal karena Covid-19 di Prancis.



Sumber:AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Prabowo Akan Bahas Kerja Sama Pertahanan dengan AS

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan membahas kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Korut Tertinggi Kelima Kasus TB Global

Korut memiliki sekitar 132.000 pasien TB pada 2019. Sebanyak 5.200 di antaranya memiliki TB yang resistan terhadap beberapa obat.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Anwar Ibrahim Diperiksa Polisi Terkait Daftar Viral Parlemen

Penyelidikan itu mencakup pernyataan yang dapat menyebabkan kerusakan atau pelecehan publik.

DUNIA | 15 Oktober 2020

WHO Peringatkan Adanya Peningkatan Dramatis Kasus TB

Ada “pengurangan signifikan” dalam notifikasi dan pemantauan kasus baru TB pada paruh pertama 2020. Hal itu karena negara-negara memberlakukan penguncian.

DUNIA | 15 Oktober 2020

WHO: Tahun Ini Kematian Akibat TB Akan Tembus 1,8 Juta Orang

Penurunan dalam notifikasi TB ditemukan di 14 negara dengan beban tinggi antara Januari dan Juni 2020, tetapi angka itu bervariasi antarnegara.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Redam Protes, Thailand Umumkan Dekrit Darurat

Pemerintah Thailand mengumumkan dekrit darurat untuk meredam serangkaian aksi protes

DUNIA | 15 Oktober 2020

Indonesia dan Maroko Promosikan Islam Moderat

Unsur perbedaan itu adalah modal kuat bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama dalam mempromosikan Islam moderat.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Indonesia Pertemukan Pakar Virus dan Epidemiologi Asia Timur

Ajang berbagi pengalaman praktis antarpakar virus dalam mengatasi pandemi.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Putra Trump, Barron Sempat Positif Covid-19

Putra Presiden Donald Trump yang berusia 14 tahun, Barron sempat dinyatakan positif Covid-19, tetapi tidak menunjukkan gejala.

DUNIA | 15 Oktober 2020

Atas Peracunan Navalny, UE Setuju Jatuhkan Sanksi pada Rusia

Uni Eropa pada Rabu (14/10) sepakat untuk menjatuhkan sanksi pada enam orang dan satu entitas atas peracunan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny dengan agen saraf Novichok.

DUNIA | 15 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS