Jokowi Dinilai Bisa Dorong Macron Minta Maaf kepada Umat Muslim
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

Jokowi Dinilai Bisa Dorong Macron Minta Maaf kepada Umat Muslim

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 17:28 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden RI Joko Widodo dapat mendorong Presiden Prancis Emmanuel Macron guna meminta maaf kepada umat Muslim se-dunia. Hal tersebut diutarakan oleh Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Prof Hikmahanto Juwana terkait kondisi Prancis yang tengah menjadi sorotan dunia karena aksi serangan terbaru dan ucapan Macron yang menyinggung umat Muslim.

"Presiden Jokowi dalam konteks pertemanan dapat menyarankan agar Presiden Macron menarik pernyataannya dan meminta maaf kepada umat Muslim," kata Hikmahanto melalui pernyataan tertulis, Sabtu (31/10/2020).

Hikmahanto mengatakan bahwa Prancis tengah menjadi perhatian dunia, khususnya dunia Islam pasca peristiwa pemenggalan seorang guru dan pernyataan Presiden Prancis Marcon yang memicu gelombang protes dan kecaman dari masyarakat dan negara Muslim dunia.

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani itu menyebut peristiwa serangan terbaru di kota Nice, Prancis, semakin menambah rangkaian masalah di Prancis saat ini.

"Dalam konteks ini, Presiden Jokowi yang memiliki kedekatan dengan Presiden Marcon perlu melakukan kontak langsung melalui telepon agar dapat menghentikan rangkaian kekerasan mengerikan di masa datang demi kemanusiaan," lanjut Hikmahanto.

Menurut Hikmahanto, kerasnya pendirian Marcon terkait hak berekspresi yang didukung oleh mayoritas penduduk Prancis, dipertentangkan dengan kecintaan umat Muslim terhadap Nabi Muhammad SAW dapat berujung pada tragedi kemanusiaan. Pasalnya, pemerintah manapun tidak akan mampu untuk membendung tindakan pribadi yang dilakukan oleh warganya terhadap hal yang berbau Prancis.

Hikmahanto menuturkan keakraban Presiden Jokowi dengan Presiden Macron terlihat dalam KTT G20 pada 2017, sehingga menyampaikan saran tersebut merupakan hal yang wajar. Ini mengingat Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar sehingga sangat memahami perasaan umat Muslim.

Pendekatan Presiden Jokowi ini tentu berbeda dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Bila Erdogan menggunakan hard approach terhadap Presiden Prancis yang sudah dipastikan tidak akan efektif, namun pendekatan Presiden Jokowi merupakan soft approach.

"Sekali lagi apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah demi kemanusiaan, bukan karena mewakili negara Muslim," kata Hikmahanto.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

VIDEO: Ngebut, Sebuah Mobil Terobos Masuk Area Masjidil Haram

Mobil berkecepatan tinggi itu terhenti setelah menabrak salah satu pintu, demikian seperti terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Angka Positif Covid-19 Naik 100.233, AS Catatkan Rekor Dunia

Jumlah laporan kasus harian yang mencapai 100.233 di AS merupakan rekor dunia atas pandemi Covid-19.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Tidak Ada Korban WNI dalam Gempa di Turki

Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada korban WNI dalam gempa bumi berkekuatan 7 M di Turki.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Survei Fox News: Keunggulan Biden Terpangkas 2 Poin

Biden memimpin cukup jauh, sudah banyak suara yang masuk, dan tinggal sedikit yang belum memutuskan.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Tiga Hari Jelang Pilpres Amerika, Trump Mulai Pangkas Jarak

Sudah 82 juta suara masuk di pilpres Amerika, padahal hari-H pemilihan resmi masih tiga hari lagi.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Sheikh Sudais: Islam Agama yang Toleran dan Penuh Kasih Sayang

Karena Islam adalah agama toleransi, kasih sayang dan merapatkan antara satu sama lain," ujar Sheikh Sudais.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Pelaku Teror Prancis Sempat Hubungi Keluarga Sebelum Beraksi

"Adik saya adalah orang yang ramah dan tidak pernah menunjukkan ekstremisme. Dia menghormati semua orang dan menghargai perbedaan sejak masih anak-anak".

DUNIA | 31 Oktober 2020

Siaga Serangan Teror, Prancis Tingkatkan Keamanan Dalam dan Luar Negeri

Presiden Emmanuel Macron mengerahkan ribuan pasukan untuk menjaga tempat beribadah dan sekolah-sekolah.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Ini Ucapan Macron yang Diduga Menyinggung Umat Islam

"Hari ini, Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia," kata Macron.

DUNIA | 31 Oktober 2020

Republikan Perkirakan Stimulus Fiskal Tercapai Awal Tahun Depan

Republikan dan Demokrat hingga kini belum mencapai kesepakatan seberapa besar stimulus yang perlu digelontorkan.

DUNIA | 31 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS