Pameran Indoplas, Indopak dan Indoprint Digelar Serentak
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.29)   |   COMPOSITE 5099.84 (-2.99)   |   DBX 964.111 (0.24)   |   I-GRADE 139.821 (-0.09)   |   IDX30 426.948 (0.87)   |   IDX80 113.317 (0.27)   |   IDXBUMN20 291.67 (3.2)   |   IDXG30 118.931 (0.29)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.34)   |   IDXQ30 124.715 (0.06)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.66)   |   IDXV30 106.644 (0.76)   |   INFOBANK15 836.821 (-4.09)   |   Investor33 373.706 (-0.46)   |   ISSI 150.561 (0.38)   |   JII 547.285 (1.78)   |   JII70 187.054 (0.64)   |   KOMPAS100 1020.57 (-0.41)   |   LQ45 786.439 (1.69)   |   MBX 1410.93 (-1)   |   MNC36 280.006 (-0.35)   |   PEFINDO25 280.13 (1.79)   |   SMInfra18 241.99 (0.7)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.07)   |  

Pameran Indoplas, Indopak dan Indoprint Digelar Serentak

Rabu, 19 September 2018 | 14:26 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta - Pameran berskala Internasional Indoplas, Indopack, Indoprint dibuka hari ini, Rabu (19/9). Pameran akan diselenggarakan hingga 22 September 2018 mendatang di Jakarta International Expo Kemayoran Hall A dan D.

Pameran ini diikuti 400 peserta dari 20 negara, termasuk partisipasi pertama kali dari Iran. Selain itu, Indopack, Indoprint juga menjadi tuan rumah bagi lima paviliun nasional dan grup negara yang menampilkan Austria, Tiongkok, Jerman, Singapura, dan Taiwan. Pameran ini ditargetkan akan menarik lebih dari 22.000 pengunjung perdagangan dari beragam industri seperti otomotif dan transportasi, bangunan dan konstruksi, kimia, makanan dan minuman, seni grafis dan percetakan, ritel, farmasi dan banyak lagi.

Industri pengemasan serta percetakan tumbuh dan berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan akan kebutuhan serta kualitas untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Hal tersebut terbukti dengan terjadinya pertumbuhan industri barang konsumsi dimana bentuk kemasan dan disain kemasan menjadi salah satu unsur penting untuk menarik minat para konsumen.

Guna memenuhi kebutuhan dalam negeri serta meningkatkan kualitas produk yang sudah ada di Tanah Air saat ini, diperlukan bahan baku, teknologi serta proses finishing yang berkualitas. Tak hanya itu, para pelaku industri pun perlu untuk melakukan transfer teknologi sehingga dapat melakukan inovasi produk untuk dapat memperluas pangsa pasar.

Menurut Mr. Gernot Ringling, Managing Director, Messe Düsseldorf Asia, selaku penyelenggara pameran, “Kami telah melihat peningkatan partisipasi dari perusahaan-perusahaan yang berasal dari Cina, Jerman dan Singapura. Tahun ini, kami dengan bangga menyambut Persia Gulf Polymer Co, yang akan bergabung dengan kami dari Iran untuk pertama kalinya. Ini menunjukkan minat kolektif dan nilai potensial pasar Indonesia, terutama dengan basis produksi negara yang berkembang untuk industri manufaktur, dan inisiatif pemerintah untuk menarik investasi asing.”

Temukan para pemain industri dengan merek internasional seperti Epson, Heidelberg, HP, Koenig & Bauer AG, Lohia Corp Limited, Mimaki, Newlong Singapore, Persia Gulf Polymer Co, Shanghai Onlytec Industry, Starlinger & Co di , Indopack dan Indoprint 2018.

Menurut Henky Wibawa, Ketua Federasi Pengemasan Indonesia, industri kemasan mengalami pertumbuhan yang melambat, namun beberapa investor asing masih berminat masuk ke industri dalam negeri. Jumlah penduduk Indonesia yang besar dan masyarakat ekonomi menengah yang terus tumbuh mendorong pertumbuhan consumer goods yang harus didukung oleh industri kemasan. Hal ini menjadi potensi yang menarik bagi para investor.

Pertumbuhan industri kemasan hingga akhir tahun ini diproyeksikan berada di kisaran 5%-6% dengan nilai pasar sekitar Rp90 triliun. Ketua Federasi Pengemasan Indonesia, Henky Wibawa mengatakan selama 3 tahun terakhir, pertumbuhan industri packaging melambat dari 10% menjadi single digit. Salah satu faktor yang menyebabkan perlambatan ini adalah perubahan gaya hidup yang menyebabkan tuntutan permintaan kemasan juga berubah. "Market sekarang didominasi kalangan muda yang lebih aware terhadap produk sehat dan ramah lingkungan, juga produk siap saji. Tetapi, tidak semua perusahaan kemasan siap dengan teknologinya," ujar Henky Wibawa.

Menurutnya, dengan perubahan gaya hidup masyarakat tersebut, industri kemasan harus mulai memikirkan inovasi supaya produk yang dihasilkan memenuhi kebutuhan. Selain itu, kecenderungan kaum milenial yang berbelanja ketika membutuhkan juga disebutkan sebagai salah satu penyebab perlambatan industri kemasan. "Karena belum siap teknologinya, sekarang diisi dengan kemasan yang tidak tepat dan terkadang kemasan tidak layak. Di pameran ini pengunjung bisa menemukan teknologi mutakhir untuk dapat menciptakan inovasi yang diperlukan untuk bersaing," tambah Henky.

Menuju Indonesia 4.0
Sebagai platform one-stop business sourcing, pameran ini merupakan hasil dari roadmap pemerintah baru-baru ini – Menuju Indonesia 4.0, yang bertujuan untuk membangun ekonomi digital dan berfokus pada lima sektor utama makanan dan minuman, otomotif, tekstil, elektronik dan bahan kimia. Saat ini, lima sektor ini berkontribusi 17,8 persen terhadap GDP nasional Indonesia. Dengan diperkenalkannya roadmap baru, Indonesia berencana untuk memberdayakan UKM melalui teknologi digital, meningkatkan infrastruktur digital dan menarik investor asing.

"Dengan latar belakang tersebut Indoplas, Indopack, Indoprint menjadi platform paling tepat.Banyak perusahaan akan menampilkan teknologi terbaru mereka, aplikasi digital, dan solusi di tiga sektor dan sejalan dengan area fokus yang terkait dengan makanan dan minuman, otomotif , tekstil, elektronik dan bahan kimia,” kata Rini Sumardi, Direktur dari PT Wahana Kemalaniaga Makmur, (Wakeni) selaku penyelenggara pameran.

Pada edisi kali ini Heidelberg dengan tema Smart Printshop, akan menampilkan model cetak digital baru Versafire.Valco Melton, salah satu pemimpin dunia dalam kemasan makanan dan minuman, akan menampilkan pneumatik mereka, Melt-on Demand dan EcoStitch All Electric Solutions untuk pertama kalinya di lantai pertunjukan.

"Lebih pentingnya lagi, pameran ini akan menjadi tempat yang ideal bagi para pebisnis untuk berbagi praktik terbaik dan solusi pada skala internasional yang dapat berkontribusi pada peningkatan kapasitas industri serta perubahan output produksi yang cepat, sehingga meningkatkan daya saing industri lokal," tambah Rini Sumardi.

Dukungan industri dan pemerintah yang kuat
Mewakili seluruh rantai nilai dari industri plastik, pengemasan dan percetakan, dan berfokus pada menghadirkan peluang bisnis yang berkembang di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, pameran akan menampilkan produk, mesin, dan solusi inovatif bersama konferensi dan seminar yang kaya konten dari 19 - 22 September di JI Expo, Kemayoran, Jakarta. , Indopack, Indoprint didukung oleh daftar kementerian dan asosiasi asosiasi industri terkait, termasuk Kementerian Perindustrian Indonesia, dan Kementerian Perdagangan.

Indoplas, Indoprint, dan Indopack 2018 juga akan berfungsi sebagai platform pertukaran pengetahuan dengan serangkaian konferensi dan seminar yang kaya konten oleh asosiasi dan organisasi terkemuka.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Sampai Juni 2019, Indonesia Tak Perlu Impor Beras

Bulog meminta tak perlu impor beras sampai Juni 2019.

EKONOMI | 19 September 2018

Sesi I, IHSG Menguat 0,99% ke 5.869,5

IHSG menguat 0,99 persen ke 5.869,51.

EKONOMI | 19 September 2018

Rupiah Terdepresiasi 0,25% ke Rp 14.891,5

Rupiah berada di level Rp 14.891,5 per dolar AS atau terdepresiasi 36,5 poin (0,25 persen).

EKONOMI | 19 September 2018

Jaringan Listrik Cerdas Dukung Target 100 Kota Cerdas Indonesia 2019

Jaringan cerdas memiliki korelasi yang sangat kuat dengan pembangkit listrik terbarukan, kendaraan listrik, dan sistem penyimpanan energi, yang mendukung tercapainya target 100 kota pintar di Indonesia

EKONOMI | 19 September 2018

Kapasitas Produksi Precast Jadi 41 Juta Ton pada 2019

Pengembangan proyek infrastruktur di dalam negeri ikut mendorong pertumbuhan demand atas precast atau beton pracetak hingga 10% di tahun ini dan tahun depan.

EKONOMI | 19 September 2018

Rupiah Melemah ke Rp 14.915

Rupiah berada di level Rp 14.915 per dolar AS atau terdepresiasi 60 poin (0,4 persen).

EKONOMI | 19 September 2018

IHSG Dibuka Menguat 0,8%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,83 persen ke 5.860,02.

EKONOMI | 19 September 2018

Sentimen Perang Dagang Tidak Separah Perkiraan Pasar, Bursa Asia Menguat

Nikkei 225 menguat 1,44 persen ke 23.757,45, Topix naik 1,48 persen ke 1.795,84, Hang Seng Hong Kong naik 0,34 persen ke 27.176,71.

EKONOMI | 19 September 2018

Transcoal Pacific Akuisisi 2 Perusahaan Pelayaran

Pascaakuisisi, pendapatan Transcoal Pacific diharapkan meningkat mencapai Rp 3 triliun per tahun.

EKONOMI | 19 September 2018

Memahami Perang Dagang dengan Analogi Futbol

"Keduanya berada di sana untuk bermain futbol, tetapi mereka punya ide-ide yang sangat berbeda."

EKONOMI | 19 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS