Co-living Jadi Solusi Rumah Kaum Milenial
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Co-living Jadi Solusi Rumah Kaum Milenial

Jumat, 6 September 2019 | 15:04 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Tren generasi milenial yang tidak lagi menginginkan untuk memiliki rumah dan tanah, serta penghasilan sebagian besar generasi ini yang tidak memungkinkan membeli rumah di tengah kota, memerlukan solusi baru yang lebih relevan bagi mereka yang tetap membutuhkan tempat tinggal.

Konsep co-living yang sudah lama dianut kota-kota besar luar negeri bisa menjadi alternatif solusi tempat tinggal untuk para profesional muda.

Pengamat urban living Sabrina Soewatdy menjelaskan bahwa menurut RisetKarir.com, 83 persen milenial memiliki penghasilan rata-rata sebesar 7,5 juta rupiah per bulan, yang jauh dari cukup untuk membeli rumah di ibu kota. Selain itu, 17 persen milenial hanya mampu membeli rumah bekas pakai dengan harga sekitar 300 juta rupiah. Ia menambahkan bahwa gaya hidup mewah dan pengeluaran besar para milenial juga berperan mengurangi kemampuan mereka membeli properti.

“Salah satu solusi yang ditawarkan saat ini adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan down payment 15 persen. Namun untuk membayar DP ini, milenial tetap harus menabung tahunan,” kata Sabrina yang juga co-founder Rukita, sebuah startup yang bergerak di bidang manajemen properti.

Konsep co-living memungkinkan para milenial dan profesional muda untuk bersama menyewa sebuah rumah di bawah manajemen suatu perusahaan. Konsep ini bukanlah konsep baru; banyak kota besar di dunia yang mulai menyediakan properti co-living untuk para milenial dan professional muda yang tidak ingin, atau tidak mampu, membeli rumah sendiri.

“Tempat tinggal yang baik tidak hanya memberi kenyamanan bagi para penghuninya, namun juga membantu meningkatkan kesehatan mental para milenial,” jelas Sabrina.

Sabrina menambahkan bahwa kepemilikan properti makin lama makin tidak relevan bagi sebagian besar milenial, dibuktikan dengan meningkatnya penjualan apartemen dan menurunnya penjualan rumah, bahkan dengan penurunan luas apartemen sebesar rata-rata 26 persen.

"Mereka juga sudah jarang saling berkunjung ke rumah, dan lebih memilih untuk bertemu di tempat umum seperti mal dan kafe. Mereka lebih mementingkan koneksi internet yang cepat,” tutup Sabrina.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Radisson Hotel Group Siapkan Ekspansi di Indonesia

RHG membidik 10 destinasi wisata prioritas yang sedang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia.

EKONOMI | 6 September 2019

Klaster Baru di Perumahan Modernland Cilejit Terjual 70%

Modernland Cilejit merupakan target investasi dan sasaran rumah pertama bagi keluarga yang sangat mengguntungkan.

EKONOMI | 6 September 2019

Sambut Hari Pelanggan, Canon Gelar Beragam Program Spesial

Canon dan PT Datascrip menyelenggarakan program “Semarak HARPELNAS bersama Canon” untuk menyambut Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2019.

EKONOMI | 6 September 2019

Sesi I, IHSG Menguat ke 6.320

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,2 persen ke kisaran 6.320,43.

EKONOMI | 6 September 2019

Rupiah Siang Ini Menguat ke Kisaran Rp 14.130-an

Rupiah berada di level Rp 14.133,5 per dolar AS atau terapresiasi 21,5 poin (0,15 persen).

EKONOMI | 6 September 2019

Pegadaian Kolaborasi dengan 7 BUMN dan 14 Perusahaan Swasta

Kolaborasi semacam ini membuka kesempatan untuk meningkatkan volume penjualan dan pemasaran produk masing-masing perusahaan.

EKONOMI | 6 September 2019

Harga Emas Antam Turun Rp 10.000 Hari Ini

Harga emas Antam hari ini Rp 765.000 atau turun Rp 10.000.

EKONOMI | 6 September 2019

Rupiah Menguat 10 Poin ke Rp 14.145 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 14.145 per dolar AS atau terapresiasi 10 poin (0,07 persen).

EKONOMI | 6 September 2019

Pelaku Pasar Menanti Rilis Cadev, IHSG Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,44 persen ke kisaran 6.334,29.

EKONOMI | 6 September 2019

Kepemilikan Asing Diyakini Gairahkan Pasar Properti

Kepemilikan asing pada properti di Indonesia memberikan peluang masuknya investasi.

EKONOMI | 5 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS